Angka perceraian di indonesia dari tahun ketahun selalu mengalami peningkatan, hal ini disampaikan oleh : "anwar saadi selaku kepala Subdit kepenghuluan. Data tersebut diantaranya, pada tahun 2009, masyarakat yang menikah yakni: 2.162.268 sedangkan masyarakat yang bercerai yakni: 216.286 atau sekitar 10%, pada tahun 2010, masyarakat yang menikah yakni 2.207.364' dan masyarakat yang bercerai yakni: 285.184, atau meningkat sekitar 3%, sedangkan pada tahun 2011, angka pernikahan sekitar: 2.319.821, dan angka perceraiyan yakni:158.119, begitupun pada tahun berikutnya, yakni: 2012, angka pernikahan yakni: 2.219.265, sedangkan angka perceraian yaitu: 372.577, namun berbeda dari tahun sebelumnya, pada tahun 2013, masyarakat yang menikah megalami penurunan yakni: 2.218.130, namun angka perceraiannya, mengalami peningkatan yakni: 324.527 arau sekitar 14,6%.
Tentunya hal ini menjadi sebuah permasalahan yang akan terus berlanjut. perceraian tidak hanya terjadi pada kalangan selebriti saja, namun perceraian bisa terjadi pada siapa saja.
Namun faktor apasajakah yang dapat mempengaruhi terjadinya perceraian, dan bagaimanakah cara mencegahnya.
1. Pernikahan usia dini
Hal ini dikarenakan tidak adanya kesiapan mental dari orang yang menikah di usia dini, belum bisa berpikir panjang tentang arah pernikahanya. Biasanya yang menikah di usia dini tidak adanya tujuan kedepannya dari pernikahanya. Ego yang tinggi, karena di usia dini mereka masih terhanyut dalam masa kebebasan,
sedangkan kalau sudah menikah pasti ada batasan-batasannya.namun
pernikahan karena kecelakaan atau MBEpun bisa mempengaruhi terjadinya perceraian. Biasanya pernikahan ini dikarenakan si "perempuan sudah hamil duluan.
Pencegahan yang harus dilakukan adalah: mintalah bimbingan orang tua dalam setiap permasalahan yang dihadapi, karena orang tua pasti lebih berpengalaman dan pastinya orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya.
Berkonsultasi kepada pakar pernikahan: dimaksudkan karena mereka lebih paham, karena ini adalah bidangnya.
2. Kondisi perekonomian: hal ini dikarenakan wanita ingiin dijamin hidupnya, meski tidak semua wanita yang mengutamakan harta. Namun Penelitian yang dilakukan oleh lunch actually dari singapur menyebutkan bahwa "wanita indonesia rata-rata lebih menyukai peria yang memiliki kalir.
Tips untuk masalah ini adalah: pikirkan matang-matang sebelum menikah, apakah "kamu sudah siap dalam segi materi.
Kerjasama dalam mencari nafkah:cara ini bisa "kalian lakukan untuk meningkatkan taraf ekonomi kalian. "Kalian bisa kerja antara si "pasangan wanita dan peria untuk saling membatu memenuhi kebutuhan dalam keluarga "kalian.
3.kurang komunikasi: hal ini juga bisa menyebabkan terjadinya perceraian, hal ini dikarenakan sebuah hubungan memerlukan komunikasi yang baik dan lancar.
Solusinya: selalu berkomunikasi dengan "pasangan, beri perhatian pada "pasangan walaupun "anda sedang tidak didekat "pasangan. Hal ini dimaksudkan untuk tetap menjaga keintiman dalam keluarga "anda.
4. Perselingkuhan: hal ini yang paling patal dalam permasalahan keluarga 'anda. Perselingkuhan bisa terjadi karena banyak hal diantaranya:kurangnya perhatian dari pasangan, yang menyebabkan pasangan mencari perhatian dari orang lain, merasa "pasangan sudah tidak asik lagi, dan merasa tidak nyaman dengan "pasangan.
Solusinya adalah: selalu berikan pasangan perhatian, meskipun dari hal-hal yang kecil sekalipun. Buat "pasangan "anda untuk selalu nyaman dengan "anda jangan biarkan pasangan mencari kenyamanan ditempat lain.
Jangan mengekang pasangan: biarkan pasangan melakukan apa yang "dia suka selama itu hal yang fositive, "kita hanya perlu mengawasinya saja. Cobalah untuk menjadi seperti yang diinginkan "pasangan, selama itu bisa "kita lakukan, dan bisa membuat "dia bahagia
5.kepuasan seksual: meski ini hal yang tabu untuk diperbincangkan, tapi hal ini penting dalam rumah tanga. Terkadang pasangan selalu egois dalam hal ini, "pasangan hanya ingin enak sendiri akibatnya "pasangan selalu merasa kecewa.
Solusinya adalah: buatlah "pasangan puas satu sama lain, jangan egois dan bicarakan baik-baik bagaimana enaknya.
6. KDRT: hal ini juga bisa menyebabkan perceraian, dikarenakan pasangan selalu mendapatkan kekerasan fisik, bahkan hal ini bisa sampai ke ranah hukum.
Adapun cara mencegah terjadinya kdrt adalah: hindarilah pertengkaran, jangan memancing kemarahan pasangan "anda. pahami karakter pasangan "anda, bila karakter pasangan anda keras dan tempramental, usahakan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin, cari jalan tengahnya dan usahakan untuk saling mengalah untuk kebaikan kàlian.
7. Sulit mendapat keturunan: karena "anak atau buah cinta adalah salah satu peng erat antara "suami dan istri. Jadi konsultasikanlah dengan dokter, periksakan kesehatan "kalian berdua, jangan hanya si "cwnya saja. Kalau masih sulit juga untuk mendapat keturunan juga, adopsilah "anak, rawat dengan baik seperti kalian menyayangi "anak kandung sendiri, usahakan untuk meng adopsi anak yang masih bayi, agar kelak "dia besar, "dia menganggap kalian sebagai orang tua kandungnya.
8. Perbedaan: banyak sekali perbedaan dalam sebuah pernikahan, diantaranya: perbedaan tujusn, perbedaan keyakinan dan lainya. "Namun yang harus dilakukan adalah: "kita hanya perlu menyikapi dengan dewasa, jangan jadikan perbedaan sebagai pagar penghalang diantara "kalian. Berikan dukungan satu sama lain, jadikanlah perbedaan sebagai motivasi untuk membina rumah tangga yang baik.
9. Tidak ada kecocokan: hal ini yang sering dijadikan alasan orang untuk bercerai. Sebenarnya itu bukanlah hal yang harus dijadikan alasan, karena pada dasarnya sebelum "kita menentukan untuk menikah "kita pasti tau akan banyak ketidak cocokan, karena
"Mustahil kalau "kita bisa cocok 100% dengan pasangan. Solusinya "kita hanya perlu, bagaimana caranya untuk menyatukan ketidak cocokan itu, agar menjadi pasangan yang cocok dan kompak.
10. Keharmonisan: sebanarnya keharmonisan itu ada di tangan "kita. Jadi kalau "kita bercerai karna sudah tidak harmonis lagi, itu keputusan yang salah. Solusinya adalah: "kita hanya perlu meluangkan banyak waktu utuk berdua-duaan dengan pasangan, sayang-sayangan dan manja-manjaan dan yang lainnya.
Pesan 'saya adalah: jangan mengambil keputusan disaat 'anda emosi.
ARTIKEL INI 'BUKAN BERDASARKAN FAKTA, TETAPI BERDASARKAN ASUMSI 'DAN OFINI PUBLIK