Banyak sekali orang yang hubungannya kandas ditengah jalan dikarenakan perbedaan keyakinan yang menjadi pagar penghalang di antara mereka. Ada beberapa faktor penyebab yang membuat gagalnya jalinan sebuah hubungan yang berbeda keyakinan, diantaranya adalah restu orangtua, ajaran agama itu sendiri yang tidak memperkenankan dua orang dari keyakinan yang berbeda untuk menyatu dalam sebuah bahtera pernikahan. Adapun sebab musebab lainnya karena ke egoisan diantara dua belah pihak yang tidak mau mengalah atau berkorban dengan berpindah keyakinan salah satu diantara mereka. Memanglah tidak mudah untuk sebagian besar orang untuk berpindah keyakinan tanpa adanya dorongan dari hati dan jiwa kita, karena suatu agama dan kepercayaan seseorang sejatinya tidak berdasarkan karena paksaan atau tekanan dari pihak manapun, seperti halnya yang tertuang dalam UUD no. 29 ayat 1 dan 2 yang berbunyi:
1. Negara Indonesia iyalah negara ketuhanan.
2. Setiap wwarga negara Indonesia berhak memilih
agama/kepercayaannya masing-masing.
Perlu kita ketahui, bahwa untuk menyatukan dua belah keluarga dengan pemikiran, persepsi, prinsip, ideologi, dan idealisme yang berbeda tidaklah mudah, perlu kesabaran yang lapang demi mencapai kata mufakat. Namun bukan berarti pasangan yang berbeda keyakinan tidak dapat bersatu, karena pasti ada solusi dari setiap problema terlebih lagi jika kita saling mencintai. Nah berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjalani hubungan berbeda keyakinan:
1. Bersikaplah dewasa, dan jadilah sosok orang yang ideal: Karena dalam
menjalani hubungan berbeda keyakinan perlu komitmen yang kuat, oleh
karena itu kita dituntut untuk menjadi sosok yang bisa menerima
dengan lapang segala syarat dan ketentuan demi mencapai mufakat.
2. Rela berkorban berpindah keyakinan: Bila rasa cinta kita lebih besar
terhadap pasangan, kita mampu melakukan apa saja demi untuk selalu
tetap bersama, namun tidak lupa dengan ridho dan restu orangtua.
jangan pernah bilang cinta jika kita tidak bisa berkorban untuknya,
karena sebagian besar dari cinta adalah pengorbanan.
3. Konsultasikanlah dengan pemuka agama: Karena merekalah yang lebih
paham dalam hal ini.
4. Restu orangtua: Pentingnya doa restu dari mereka dalam setiap
keputusan yang akan kita ambil. Jangan pernah abaikan mereka, karena
saat semua orang meninggalkan kita, merekalah yang selalu setia
mendampingi kita.
Pada dasarnya Tuhan hanya ada satu, kitalah manusia yang membeda-bedakannya. Semua tergantung bagaimana kita dalam menyikapinya, semua akan menjadi baik, manakala kita baik dalam menyikapinya, dan semua akan menjadi buruk, manakala kita buruk pula dalam menyikapinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar