Selasa, 14 November 2017

Fakta menyesatkan dibalik khitan atau sunat pada seorang perempuan

Tahukah kita bahwa dibalik tradisi khitan atau prosesi sunat pada seorang perempuan, ternyata selain dikait-kaitkan dengan kebersihan, khitan pada seorang perempuan pun diperkuat dengan budaya yang telah berlangsung semenjak dulu kala, tak heran bila sampai sekarang aktivitas itu masih lazim dikerjakan. Sadarkah kita para kaum perempuan bahwa mengkhitan alat kelamin merupakan salah satu tradisi yang menyesatkan karena mempunyai efek-efek yang buruk dikemudian hari.

Pada hakikatnya melakukan prosesi khitan pada seorang perempuan tidak sama pentingnya seperti halnya melakukan khitan pada seorang pria karena prosesi khitan pada seeorang pria sendiri memang memiliki manfaat dan dampak bagi kesehatan, serta disamping itu prosesi khitan pada seorang pria tidak akan menimbulkan efek samping yang akan dikeluhkan kelak. Menurut dokter ahli seksual yang telah didukung empiris serta berkompeten di bidangnya bahwa prosesi khitan pada seorang perempuan akan berakibat pada kemampuan seksual kelak jika ia telah menginjak pase pernikahan, efek yang dipicu khitan itu sendiri yaitu, seorang perempuan tidaklah akan mendapatkan sensasi yang maksimal pada saat ia sedang melakukan hubungan suami istri bersama pasangannya. Adapun terjadinya kondisi ini yakni dipengaruhi oleh tangan-tangan manusia yang mengusik area-area sensitif Vagina seperti Klitoris sebagai tempat berkumpulnya jaringan Syaraf seksual bagi seorang perempuan yang amat sangat peka rangsang akibat dari khitan.

Minggu, 12 November 2017

Perspektif saya prihal Agama/Kepercayaan

   Poin-poin ataupun pernyataan yang dimuat dalam artikel ini bukanlah untuk mengintimidasi, mendiskriminasi, makar, penistaan agama, atau mendiskreditkan pihak manapun, namun ini hanyalah sebuah pandangan yang tidak luput dari kekeliruan. Manakala ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan presumsi yang saya kemukakan di laman Blog pribadi ini, maka berikanlah sebuah kajian untuk meluruskan kekeliruan berikut ini.

Menurut perspektif saya, agama atau kepercayaan tidaklah mampu untuk menuntun manusia, benarnya manusialah yang menuntun agama, pasalnya agama dan sebuah keyakinan merupakan benda mati yang fleksibel mengikuti masing-masing orang yang memegangnya, adakala ilmu agama, ilmu filsafat akan menjadi berkah bila kita arahkan untuk hal-hal baik yang menuju kebajikan, dan apabila kita tuntun ilmu agama, ilmu filsafat untuk sebuah kebatilan, jangankan untuk menyelamatkan orang, bangsa, ataupun umatnya, bahkan untuk menolong dirinya pun tidak akan bisa.

Saya sendiri meyakini, bahwa jika agama, ilmu spiritual mampu menuntun manusia, maka seluruh manusia pengisi semesta ini akan jauh dari segala keburukan, karena sejatinya paham agama mana pun niscaya mengajarkan kebaikan dan kebenaran, namun faktanya segala larangan, cegahan masihlah merajalela menguasai sebagian orang. Lantas manakah yang salah, apakah kesalahan terletak pada agama sebagai benda mati, atau pada manusia selaku objek hidupnya?
Tentu yang harus dipersalahkan manusianyalah, andai kata bila agama kita umpamakan sebagai buku panduan yang menunjukan arah dan haluan seseorang untuk bisa sampai ke satu tempat, dan di sisi lain ada orang yang menuju tempat yang sama dengan memegang buku yang sama namun iya abaikan poin-poin yang terkandung didalamnya. Mungkin orang yang mengabaikan buku panduan bisa sampai, dan bahkan bisa lebih cepat, namun untuk bisa sampai lebih cepat tentu orang tersebut akan memaksakan ketentuan yang berlaku. Sebenarnya sedikit banyak mereka paham tentang hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan, namun tetaplah mereka abaikan itu semua, tak heran bila orang yang mengerti agama sekalipun bisa tersandung kedalam hal yang jelas-jelas paham dengan segala ketetapan yang harusnya ditaati, kapasitas dan kualitas manusialah yang membuat mereka salah kaprah, tak ayal bawasannya anomalilah yang jelas nyata adanya. Itulah sebabnya mengapa saya berpikir bahwa agama merupakan benda mati, karena agama dan kepercayaan tidak menjadi jaminan untuk membentuk ahklak manusia yang lebih mulia.

Jumat, 10 November 2017

Cara mengetahui masa subur seorang pria

Nah bila kemarin kita telah membahas Cara Menghitung Masa Subur Seorang Wanita, kali ini kita akan mengupas cara menghitung masa kesuburan seorang pria. Pada dasarnya masa subur dari seorang pria tidak berpegangan pada hari-hari tertentu seperti layaknya masa subur pada seorang wanita, karena sejatinya tidaklah ada yang namanya masa submubur pada seorang pria. Tingkat kesuburan seorang pria hanya dapat dipastikan dari segi kualitas dan kuantitas sel spermanya saja, adapun ciri dari sel sperma yang bisa membuahi sel telur lebih cepat yakni sperma yang memilki tingkat akselerasi yang baik, sehingga dia mampu menembus rahim dengan cepat.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi dari kualitas sperma itu sendiri yaitu jam atau waktu berhubungan, ada baiknya bagi pasangan yang ingin mendapatkan momongan disarankan untuk melakukan hubungan intercore bersama pasangan di pagi hari, dari mulai pukul empat hingga pukul tujuh pagi dengan intensitas atau regang waktu 3 sampai 4 hari sekali. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban suhu yang bisa hanya bisa kita dapatkan di pagi hari, serta hasrat dari seorang pria yang lebih menggairahkan dibandingkan di sela waktu lain. Disamping itu gaya hidup, keadaan psikologis, dan faktor makanan pun menjadi penyumbang terbentuknya sel sperma yang sehat. Sebagai contoh seperti orang yang tidak berolahraga, sering bergadang, stres berat, menjadi faktor pemberat bagi seorang pria untuk bisa membuahi. Bila dilihat dalam segi makanan, ada beberapa jenis makanan yang berkhasiat untuk meningkatkan kualitas sperma, diantaranya Rasberi, Alpukat, Ikan Laut, dan Biji Labu.

Disamping hal-hal diatas faktor pendukung lainya untuk memelihara kesehatan vitalitas seorang pria yakni prihal sandang, dan dalam hal ini berkaitan dengan pemakaian celana dalam yang sering kita gunakan sehari-hari. Untuk seorang pria, amat disarankan untuk memakai celana dalam yang bilamana dipakai tidak terasa panas, karena suhu panas tidaklah baik untuk kesehatan testis. Selain itu, hindarkanlah penggunaan celana yang ketat, serta janganlah terlalu lama dalam mengendarai sepeda motor, karena jok yang kita duduki pun memiliki efek panas yang tentunya kurang baik untuk kesehatan sistem reproduksi pria.