Poin-poin ataupun pernyataan yang dimuat dalam artikel ini bukanlah untuk mengintimidasi, mendiskriminasi, makar, penistaan agama, atau mendiskreditkan pihak manapun, namun ini hanyalah sebuah pandangan yang tidak luput dari kekeliruan. Manakala ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan presumsi yang saya kemukakan di laman Blog pribadi ini, maka berikanlah sebuah kajian untuk meluruskan kekeliruan berikut ini.
Menurut perspektif saya, agama atau kepercayaan tidaklah mampu untuk menuntun manusia, benarnya manusialah yang menuntun agama, pasalnya agama dan sebuah keyakinan merupakan benda mati yang fleksibel mengikuti masing-masing orang yang memegangnya, adakala ilmu agama, ilmu filsafat akan menjadi berkah bila kita arahkan untuk hal-hal baik yang menuju kebajikan, dan apabila kita tuntun ilmu agama, ilmu filsafat untuk sebuah kebatilan, jangankan untuk menyelamatkan orang, bangsa, ataupun umatnya, bahkan untuk menolong dirinya pun tidak akan bisa.
Saya sendiri meyakini, bahwa jika agama, ilmu spiritual mampu menuntun manusia, maka seluruh manusia pengisi semesta ini akan jauh dari segala keburukan, karena sejatinya paham agama mana pun niscaya mengajarkan kebaikan dan kebenaran, namun faktanya segala larangan, cegahan masihlah merajalela menguasai sebagian orang. Lantas manakah yang salah, apakah kesalahan terletak pada agama sebagai benda mati, atau pada manusia selaku objek hidupnya?
Tentu yang harus dipersalahkan manusianyalah, andai kata bila agama kita umpamakan sebagai buku panduan yang menunjukan arah dan haluan seseorang untuk bisa sampai ke satu tempat, dan di sisi lain ada orang yang menuju tempat yang sama dengan memegang buku yang sama namun iya abaikan poin-poin yang terkandung didalamnya. Mungkin orang yang mengabaikan buku panduan bisa sampai, dan bahkan bisa lebih cepat, namun untuk bisa sampai lebih cepat tentu orang tersebut akan memaksakan ketentuan yang berlaku. Sebenarnya sedikit banyak mereka paham tentang hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan, namun tetaplah mereka abaikan itu semua, tak heran bila orang yang mengerti agama sekalipun bisa tersandung kedalam hal yang jelas-jelas paham dengan segala ketetapan yang harusnya ditaati, kapasitas dan kualitas manusialah yang membuat mereka salah kaprah, tak ayal bawasannya anomalilah yang jelas nyata adanya. Itulah sebabnya mengapa saya berpikir bahwa agama merupakan benda mati, karena agama dan kepercayaan tidak menjadi jaminan untuk membentuk ahklak manusia yang lebih mulia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar