Selasa, 14 November 2017

Fakta menyesatkan dibalik khitan atau sunat pada seorang perempuan

Tahukah kita bahwa dibalik tradisi khitan atau prosesi sunat pada seorang perempuan, ternyata selain dikait-kaitkan dengan kebersihan, khitan pada seorang perempuan pun diperkuat dengan budaya yang telah berlangsung semenjak dulu kala, tak heran bila sampai sekarang aktivitas itu masih lazim dikerjakan. Sadarkah kita para kaum perempuan bahwa mengkhitan alat kelamin merupakan salah satu tradisi yang menyesatkan karena mempunyai efek-efek yang buruk dikemudian hari.

Pada hakikatnya melakukan prosesi khitan pada seorang perempuan tidak sama pentingnya seperti halnya melakukan khitan pada seorang pria karena prosesi khitan pada seeorang pria sendiri memang memiliki manfaat dan dampak bagi kesehatan, serta disamping itu prosesi khitan pada seorang pria tidak akan menimbulkan efek samping yang akan dikeluhkan kelak. Menurut dokter ahli seksual yang telah didukung empiris serta berkompeten di bidangnya bahwa prosesi khitan pada seorang perempuan akan berakibat pada kemampuan seksual kelak jika ia telah menginjak pase pernikahan, efek yang dipicu khitan itu sendiri yaitu, seorang perempuan tidaklah akan mendapatkan sensasi yang maksimal pada saat ia sedang melakukan hubungan suami istri bersama pasangannya. Adapun terjadinya kondisi ini yakni dipengaruhi oleh tangan-tangan manusia yang mengusik area-area sensitif Vagina seperti Klitoris sebagai tempat berkumpulnya jaringan Syaraf seksual bagi seorang perempuan yang amat sangat peka rangsang akibat dari khitan.

Minggu, 12 November 2017

Perspektif saya prihal Agama/Kepercayaan

   Poin-poin ataupun pernyataan yang dimuat dalam artikel ini bukanlah untuk mengintimidasi, mendiskriminasi, makar, penistaan agama, atau mendiskreditkan pihak manapun, namun ini hanyalah sebuah pandangan yang tidak luput dari kekeliruan. Manakala ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan presumsi yang saya kemukakan di laman Blog pribadi ini, maka berikanlah sebuah kajian untuk meluruskan kekeliruan berikut ini.

Menurut perspektif saya, agama atau kepercayaan tidaklah mampu untuk menuntun manusia, benarnya manusialah yang menuntun agama, pasalnya agama dan sebuah keyakinan merupakan benda mati yang fleksibel mengikuti masing-masing orang yang memegangnya, adakala ilmu agama, ilmu filsafat akan menjadi berkah bila kita arahkan untuk hal-hal baik yang menuju kebajikan, dan apabila kita tuntun ilmu agama, ilmu filsafat untuk sebuah kebatilan, jangankan untuk menyelamatkan orang, bangsa, ataupun umatnya, bahkan untuk menolong dirinya pun tidak akan bisa.

Saya sendiri meyakini, bahwa jika agama, ilmu spiritual mampu menuntun manusia, maka seluruh manusia pengisi semesta ini akan jauh dari segala keburukan, karena sejatinya paham agama mana pun niscaya mengajarkan kebaikan dan kebenaran, namun faktanya segala larangan, cegahan masihlah merajalela menguasai sebagian orang. Lantas manakah yang salah, apakah kesalahan terletak pada agama sebagai benda mati, atau pada manusia selaku objek hidupnya?
Tentu yang harus dipersalahkan manusianyalah, andai kata bila agama kita umpamakan sebagai buku panduan yang menunjukan arah dan haluan seseorang untuk bisa sampai ke satu tempat, dan di sisi lain ada orang yang menuju tempat yang sama dengan memegang buku yang sama namun iya abaikan poin-poin yang terkandung didalamnya. Mungkin orang yang mengabaikan buku panduan bisa sampai, dan bahkan bisa lebih cepat, namun untuk bisa sampai lebih cepat tentu orang tersebut akan memaksakan ketentuan yang berlaku. Sebenarnya sedikit banyak mereka paham tentang hal-hal yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan, namun tetaplah mereka abaikan itu semua, tak heran bila orang yang mengerti agama sekalipun bisa tersandung kedalam hal yang jelas-jelas paham dengan segala ketetapan yang harusnya ditaati, kapasitas dan kualitas manusialah yang membuat mereka salah kaprah, tak ayal bawasannya anomalilah yang jelas nyata adanya. Itulah sebabnya mengapa saya berpikir bahwa agama merupakan benda mati, karena agama dan kepercayaan tidak menjadi jaminan untuk membentuk ahklak manusia yang lebih mulia.

Jumat, 10 November 2017

Cara mengetahui masa subur seorang pria

Nah bila kemarin kita telah membahas Cara Menghitung Masa Subur Seorang Wanita, kali ini kita akan mengupas cara menghitung masa kesuburan seorang pria. Pada dasarnya masa subur dari seorang pria tidak berpegangan pada hari-hari tertentu seperti layaknya masa subur pada seorang wanita, karena sejatinya tidaklah ada yang namanya masa submubur pada seorang pria. Tingkat kesuburan seorang pria hanya dapat dipastikan dari segi kualitas dan kuantitas sel spermanya saja, adapun ciri dari sel sperma yang bisa membuahi sel telur lebih cepat yakni sperma yang memilki tingkat akselerasi yang baik, sehingga dia mampu menembus rahim dengan cepat.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi dari kualitas sperma itu sendiri yaitu jam atau waktu berhubungan, ada baiknya bagi pasangan yang ingin mendapatkan momongan disarankan untuk melakukan hubungan intercore bersama pasangan di pagi hari, dari mulai pukul empat hingga pukul tujuh pagi dengan intensitas atau regang waktu 3 sampai 4 hari sekali. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban suhu yang bisa hanya bisa kita dapatkan di pagi hari, serta hasrat dari seorang pria yang lebih menggairahkan dibandingkan di sela waktu lain. Disamping itu gaya hidup, keadaan psikologis, dan faktor makanan pun menjadi penyumbang terbentuknya sel sperma yang sehat. Sebagai contoh seperti orang yang tidak berolahraga, sering bergadang, stres berat, menjadi faktor pemberat bagi seorang pria untuk bisa membuahi. Bila dilihat dalam segi makanan, ada beberapa jenis makanan yang berkhasiat untuk meningkatkan kualitas sperma, diantaranya Rasberi, Alpukat, Ikan Laut, dan Biji Labu.

Disamping hal-hal diatas faktor pendukung lainya untuk memelihara kesehatan vitalitas seorang pria yakni prihal sandang, dan dalam hal ini berkaitan dengan pemakaian celana dalam yang sering kita gunakan sehari-hari. Untuk seorang pria, amat disarankan untuk memakai celana dalam yang bilamana dipakai tidak terasa panas, karena suhu panas tidaklah baik untuk kesehatan testis. Selain itu, hindarkanlah penggunaan celana yang ketat, serta janganlah terlalu lama dalam mengendarai sepeda motor, karena jok yang kita duduki pun memiliki efek panas yang tentunya kurang baik untuk kesehatan sistem reproduksi pria.

Kamis, 26 Oktober 2017

Membuat vas bunga dari bambu

Selain dapat di buat cangkir nan cantik, kita pun bisa mengolah bambu ini menjadi barang yang tak kalah kerennya. Yaps, kali ini kita akan coba menyulapnya menjadi vas bunga, bahan-bahan yang kita butuhkan cukup mudah didapat, yaitu bambu, gergaji, ampelas, lem korea, pernis, dan juga paku. Untuk mulai membuatnnya mari langsung saja kita simak penjelasan berikut.

Potonglah 2 bilah ruas bamu dengan ukuran diameter 9 cm dan 5 cm dengan tinggi 6 cm dan 10 cm. Berikanlah di masing-masing bambu 1 alas. Setelah bambu dipotong, sambungkanlah kedua bagian bambu menggunakan lem atau kita juga bisa memakunya, dengan posisi alas yang saling berhadap-hadapan. Ampelas seluruh bagian pada bambu agar tekstur pada bambu menjadi halus. Di bagian finishing, pernis secara keseluruhan bagian bambu, agar vas tampak mengkilap tanpa harus menghilangkan warna asli pada bambu.


Kamis, 12 Oktober 2017

Cara menzoom atau memperbesar tampilan layar ponsel Android

     Bagi seseorang yang mengalami gangguan penglihatan tentu akan kesulitan dalam mengoperasikan ponsel seperti menulis pesan, melakukan panggilan, membaca artikel di internet, dan sebagainya. Namun di balik itu semua kini telah hadir fitur yang dapat memudahkan orang yang mengalami gangguan penglihatan, Isyarat pembesaran. Layaknya fitur Magnifier di Komputer dengan fitur ini kita dapat menzoom atau memperbesar tampilan layar, sehingga tampilan tulisan dan yang lainnya akan tampak membesar yang akan memudahkan kita dalam mengoperasikan ponsel. Untuk lebih jelasnya mari kita simak berikut ini:

• Masuk ke menu Pengaturan
• Pilih Aksesibilitas
• Aktifkan Isyarat pembesaran

     Seperti yang tertera di layar: Apabila fitur ini diaktifkan, kita dapat memperbesar dan memperkecil tampilan layar dengan mengetuknya tiga kali. Yang perlu diperhatikan ketika hendak mengetuk layar, hendaknya kita mengetuk layar dengan cepat, lembut, tanpa tekanan berlebih terhadap layar ponsel, karena jika tidak, layar tidak akan merespons saat layar dibesarkan. Kita dapat menggeser layar menggunakan dua jari atau lebih, namun apabila kita ingin menyesuaikan ukuran tampilan pada layar, kita cukup menyubit layar menggunakan kedua jari kita. Kita pun dapat memperbesar yang ada dibawah jari secara sementara dengan mengetuk layar sebanyak tiga kali lalu tahan. Geser jari kita untuk menjelajahinya kemudian lepaskan jari kita untuk mengembalikannya seperti semula.

     Fitur ini dapat digunakan diseluruh bagian tampilan ponsel kecuali pada papan keyboard dan bilah navigasi. Catatan: Fitur Isyarat pembesaran hanya tersedia di ponsel Android versi 5.1.1 ke atas.

Cara menghitung masa subur wanita

     Sebagai sorang perempuan amat penting untuk kita mengetahui kapankah datangnya masa subur dari seorang wanita, sebagai salah satu langkah untuk dapat mempercepat mendapatkan keturunan karena kita telah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seksual bersama pasangan, dimana kondisi sel telur telah siap dibuahi. Dalam konteks ini tidaklah sulit untuk menghitung masa subur dari sorang wanita, untuk itu mari kita simak pemaparan berikut ini.

     Masa subur wanita bisa dihitung dari mulai tanggal pertama kali datang bulan (Haid). Sebagai contoh, umpamanya kita mulai datang bulan ditanggal 1, dengan rumus: + 14 - 2 + 2
                                                                       1 + 14 - 2 + 2
                                                                       2 - 15 + 2
                                                                       (15 - 2 = 13) (15 + 2 = 17)
Artinya masa subur kita dari mulai tangga 13 hingga sampai tanggal 17 dengan catatan, siklus Haid dari perempuaan itu sendiri teratur dan tidak berubah-ubah. Nah, manakala seorang wanita memiliki siklus Haid yang cenderung tidak menentu atau berubah-ubah dapat menghitung pase masa suburnya dengan rumus + 21 - 2 + 2. Sebagai conth: 1 + 21 - 2 + 2
                                     2 - 22 + 2
                                     (22 - 2 = 20) (22 + 2)
Dapat kita simpulkan bawasannya masa subur seorang perempuan yang berkecenderungan siklua datang bulan tidak teratur ini pada mulai tanggal 20 sampai dengan tanggal 24.

Manfaat menjadi seorang jomlo

     Mungkin kita beranggapan bila menjadi jomlo itu adalah petaka besar, namun tahukah kita bahwa seseorang yang menjomlo mempunyai aneka ragam kelebihan yang tidak bisa dirasakan oleh orang-orang yang sudah memiliki pasangan. Banyaknya tekanan dari lingkungan sekitar menyebabkan para jomlowan dan jomlowati sedikit terintimidasi dengan kondisi tersebut, namun andai kata kita mampu merubah cara pandang orang tentang status jomlo, niscaya mereka tidak akan memandang kita dengan sebelah mata. Jomlo tidak dapat diartikan dengan ketidaklakuan seseorang terhadap lawan jenisnya, akan tetapi jomlo merupakan satu pilihan yang kita tentukan sendiri. Nah lantas apa sih kelebihan dari sorang jomlo, mari kita simak saja serangkaian penjelasan berikut:

• Bebas bergaul dengan siapapun
   Hal yang tidak bisa kita dapatkan ketika kita sudah memiliki
   pasangan yaitu: Bebas berteman dengan siapa saja tanpa ada
   yang melarang. Bebas menggebet banyak orang yang bakal jadi
   calon kita kelak.

• Dapat menyisihkan banyak uang
   Kala orang-orang yang memiliki pasangan pasti sering mengalami
   penipisan finansial di akhir bulan, dengan demikian para jomlolah
   yang senantiasa selalu mengalami kestabilan dalam segi
   keuangan, karena bajet yang seharusnya dipakai untuk nonton,
   jalan, makan, dan shopping bareng pasangan bisa kita tabung.

• Memiliki banyak waktu luang
   Bila selama ini waktu kita banyak tersita karena harus
   mengantar-jemput pasangan, namun dengan menjadi seorang
   jomlo kita akan memiliki banyak waktu yang bisa kita gunakan
   untuk mempererat jalinan bersama keluarga, nongkrong
   bareng teman, kumpul dengan komunitas, dan lain-lain.

• Fokus terhadap kalir
   Pentingnya kalir untuk kelangsungan masa depan kita kelak yang
   bisa kita fokuskan dalam merintisnya selagi kita sedang sendiri.

• Bebas berpenampilan sesuai style kita
   Sekurang-kurangnya orang yang mempunyai pasangan akan
   sedikit kesulitan dalam mengexplore gaya kita karena
   terpengaruh oleh keinginan style dari pasangan yang ia coba
   terapkan pada kita.

• Dapat bebas menyalurkan hobby
   Bentuk komitmen dari sebuah jalinan hubungan sangat
   berpengaruh terhadap hobby kita karena terganjal dengan
   pasangan yang justru tidak menyukai hoby kita.

Rabu, 02 Agustus 2017

Apa itu blogaway?



     Blogaway adalah salah satu cara untuk terhubung ke blogger di ponsel Android milik kita. Aplikasi yang di tawarkan oleh KBeanie Apps ini menawarkan berbagai kemudahan dalamkegiatan bloging kita, diantaranya:

• Menangani beberapa akun dan blog Anda
• Dapat membaca blog Anda
• Dapat menambahkan foto dan vidio
• Dapat menambahkan tautan link yang bisa terhubung ke halaman lain
• Dapat membuat postingan secara ofline
• Dapat menebalkan karakter tulisan
• Dapat mengubah format tulisan dengan berbagai macam warna
• Dapat memiringkan format tulisan
• Dapat menambahkan label pada postingan Anda
• Dapat menambahkan lokasi pada postingan
• Menyimpan draf secara otomatis oleh lokal
• Dapat memberi komentar pada postingan

• Dapat melihat komentar di posting Anda

• Dapat melampirkan tanda tangan yang di muat pada  posting Anda
• Mengelola daftar bacaan Anda dengan menambahkan bolog milik blogger lain
• Meberi marka buku pada posting untuk dibaca kemudian


    Untuk mengolah berbagai macam format tulisan seperti memberi warna, menebalkan, dan memiringkan tulisan; yakni dengan menekan kata yang akan di ubah, kemudian akan muncul beberapa jenis ikon di bagian atas papan keyboard, lalu Anda bisa memilihnya untuk mengkreasikan format tulisan pada postingan Anda. Untuk dapat menggunakan Blogawey Anda bisa mengunduhnya secara gratis disini.


Senin, 24 Juli 2017

Cara menyalin teks ke klipboard (copy paste) pada HP Android

     Sering kali kita malas untuk mengetik teks, apalagi bila yang harus kita tulis terdiri dari beberapa paragraf secara ber-ulang ditempat berbeda. Namun jangan khawatir bagi kamu para pengguna smartphone Android, karena kini telah ada solusinya: yakni, kita dapat menyalin konten teks ke beberapa tempat yang berbeda tanpa harus repot mengetik ulang. Mari kita simak langkah-langkah dibawah ini:


Ketuk dan tahan lama teks hasil dari pengetikan yang akan kita salin menggunakan 2 jari secara merenggang.




Bila di bagian atas layar telah muncul bar seperti gambar diatas, pilih ikon Blok yang teletak disebelah kiri ikon Gunting, sehingga tampilan akan berubah menjadi seperti ini.


Kitapun bisa menandai beberapa alinea tanpa harus menekan tombol Blok, kita hanya perlu menggeser 2 panah yang muncul. Geser satu panah ke atas dan satu panah ke bawah hingga alinea berhasil ditandai. Setelah itu, pilih ikon Salin yang berada disebelah kanan ikon Gunting. Nah, barulah kita bisa menyalin atau meletakannya ke laman baru dengan masuk ke laman yang kita tuju, lalu ketik minimal 2 huruf awal kemudian tahan lama 2 huruf tersebut menggunakan jari, sehingga akan muncul kembali tampilan bar di bagian atas layar.





Kemudian pilih ikon Tempel yang berada disebelah kanan ikon Salin dan secara otomatis ketikan teks akan langsung muncul.


Namun yang perlu kita ketahui, bahwa kita hanya dapat menyalin teks satu kali saja. Apabila kita menyalin beberapa teks yang berbeda, maka yang akan muncul hanya teks yang terakhir kali kita salin, sedangkan teks yang lebih dulu disalin akan tergantikan.

     Mudah kan Gan langkah-langkahnya. so, selamat mencoba.


Sabtu, 22 Juli 2017

Download Yana Kermit Sagileuk-Sagileuk



Artis:                      Yana Kermit
Judul:                    Sagileuk
Tipe:                       Mp3
Ukuran:                  3,95 MB

     Yana Kermit Sagileuk


Sagileuk sagileuk sagileuk nyai loba alesan
Sagileuk sagileuk sagileuk nyai loba halangan
Lamun ku akang di ajak, ajak bobogohan

Sagileuk sagileuk sagileuk wani-wani ngajakkan
Sagileuk sagileuk sagileuk apan nembe kenalan
Ah sory sory sory abdi sanes istri murahan. Katanya

Akang jujur bakal, ka nyai akang cinta
Panah asmara, mentang kana dada

Ref

Akang nu hayang. Nyaina embung
Akang nu cinta. Nyaina embung
Akang nu bogoh. nyaina embung
Akang keukeuh hayang. Nyainu keukeuh embung


                        DOWNLOAD 


Sabtu, 01 Juli 2017

Membuat cangkir unik dari bambu

     Bambu merupakan salah satu jenis tumbuhan rerumputan yang banyak dijumpai di indonesia, tumbuhan ini memiliki beragam jenis, diantaranya adalah bambu hitam, bambu haur, bambu tali, dan masih banyak jenis bambu lainnya. Banyak sekali manfaat dan kegunaan dari bambu dalam setiap aspek kehidupan, salah satunya sebagai bahan baku untuk membuat peralatan rumah tangga, alat musik, furniture, bahkan bambu dapat diolah menjadi masakan yang dapat kita konsumsi. Dalam dunia kesehatan, air yang berada dalam ruas-ruas bambu dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan tradisional, dan konon katanya tatkala masa penjajahan, Indonesia dapat memenangkan peperangan karena bambu runcing.

     Nah dari sekian banyak manfaat dan kegunaan dari bambu, kali ini kita akan mencoba membuat cangkir minum yang cantik dari bambu. Bahan dasar untuk membuat cangkir minum ini, tentu saja kita memerlukan bambu sebagai bahan pokoknya, dan bambu yang akan kita gunakan pun tidak harus dari jenis bambu tertentu, yang pasti semua jenis bambu dapat kita buat sebagai cangkir minum yang cantik. Kiranya bapak saya seorang pengrajin Angklung, jadi saya akan membuat cangkir minum ini dari bambu hitam. Dan untuk cara pembuatannya mari kita simak penjelasan dibawah ini.

      Siapkanlah satu ruas batang bambu dengan diameter 14 cm dan tinggi 10 cm. Potonglah ruas bambu bagian atas sehingga bambu hanya akan memiliki satu alas saja, tipiskan bagian atas dalam bambu secara merata menggunakan pisau raut atau cutter, sehingga kita akan lebih nyaman saat hendak menggunakannya. Setelah cangkir selesai kita buat, selanjutnya kita akan membuat bagian gagang cangkirnya, caranya: Potong bambu dari sisa cangkir yang sudah tidak terpakai, dengan lebar 2 cm, lalu belah menjadi 2 bagian, sehingga bambu akan terlihat seperti huruf C. Sambungkan gagang dengan badan cangkir menggunakan lem, setelah itu amplas semua bagian cangkir agar permukaan cangkrir menjadi halus. Dan untuk memperindah tampilan cangkir, pulas bagian luar cangkir menggunakan pernis, agar cangkir tampak mengkilap. Nah, jika cangkir telah selesai kita buat barrulah kita bisa menuangkan teh, susu, atau kopi, lalu meminumnya dikala menikmati waktu santai kita.

Senin, 26 Juni 2017

Membuat alat olahraga dari karet ban bekas

     Berolahraga merupakan salah satu syarat agar tubuh tetap selalu bugar, namun seringkali kita lupa dan malas untuk berolahraga dikarenakan padatnya aktivitas sehari-hari kita yang membuat kita tidak sempat untuk berolahraga. Namun walaupun demikian bukanlah menjadi sebuah alasan untuk tidak berolahraga, pasalnya masih ada banyak cara lain untuk berolahraga tanpa harus pergi ke tempat kebugaran dengan sebuah alat olahraga yang bisa kita buat sendiri di rumah dengan alat dan bahan bekas yang bisa kita manfaatkan, salah satunya adalah ban dalam bekas motor, mobil, atau ban bekas sepeda. Mungkin dalam benak kita ban bekas merupakan limbah yang sudah tidak terpakai, akan tetapi kali ini kita akan menyulap limbah ini menjadi sebuah alat yang berguna bagi kesehatan tubuh. Lantas bagaimanakah cara untuk membuatnya, mari langsung saja kita simak langkah-langkah berikut ini.

     Siapkanlah 1 buah karet ban dalam bekas motor, mobil, atau sepeda. Belahlah secara memanjang dengan lebar 5 cm, kemudian ikatkan karet di ujung pangkal dengan jarak sekitar 6 - 8 cm sehingga karet akan membentuk lingkaran kecil yang diperuntukan sebagai pijakan kaki pada saat hendak berolahraga. Cara menggunakannyapun sangat mudah, masukkan telapak kaki kiri atau kanan ke dalam pijakan karet yang telah kita buat tadi, pegang karet bagian atas menggunakan tangan kiri dan kanan, lalu luruskan kaki hingga karet menjadi melar kemudian tekuklah kembali kaki dan lakukan gerakan secara berulang. Selain berolahraga pada kaki, kita juga dapat melatih otot-otot tangan menggunakan alat ini, yakni dengan cara menahan karet menggunakan salah satu telapak kaki yang tegak lurus, pegang sisi kiri dan kanan lalu tarik karet tersebut dengan kedua tangan kita seperti halnya gerakan pada kaki. Saat berolahraga kita pun dapat memvariasikan posisi kita apakah kita akan berolahraga sambil dudukkah atau sembari berdiri, semua bergantung pada selera kita akan memilih posisi seperti apa.

Cara mengetik teks menggunakan perintah suara di HP Android

     Tak dapat kita pungkiri bahwa kemajuan teknologi sangatlah membantu dalam setiap aktivitas keseharian kita, tidak ketinggalan dengan produk dari Android yang terus berinovasi untuk menciptakan sistem operasi yang lebih baik lagi. Kali ini kita akan membahas salah satu fitur dari Android, yaitu texs to speech: Fitur dari perangkat Android ini menawarkan kemudahan dalam  mengoperasikan ponsel dengan hanya menggunakan printah suara saja, keunggulan dari fitur ini, kita dapat menulis texs apapun dengan menggunakan perintah suara tanpa harus repot mengetik satu persatu huruf pada papan keyboard di ponsel kita, karena kelebihan dari fitur ini yakni: Dapat mengubah secara otomatis perintah suara kedalam format texs atau tulisan seperti menulis sms, whatsapps, bbm, dan yang lainnya secara offlie. Namun yang perlu kita perhatikan sebelum menggunakan fitur ini, ponsel kita harus sudah dilengkapi dengan OS Android versi 5.1.1 karena apabila Android masih versi 1 - 4 perangkat tidak akan mensupport fitur ini. Bukanlah menjadi sebuah halangan apabila ponsel belum di upgrade ke versi lolipop, karena sekarang ini ponsel Android sudah menjadi barang pasaran yang dapat dijangkau oleh semua kalangan dengan harga yang relatif lebih murah. Berikut ini adalah langkah-langkah cara mengetik texs menggunakan perintah suara di ponsel Android.

     Pertama-tama kita masuk ke Pengaturan. Pilih bahasa & masukan kemudian setting keyboard & metode masukan. Ada 3 buah pengaturan yang perlu kita setting, yaitu keyboard saat ini, keyboard Android (AOSP), dan pengetikn Google voice.

Keyboard saat ini: Atur mode keyboard dengan mencentang pengetikan Google voice dan menonaktifka 3 pilihan saran lainnnya agar tidak terlalu banyak mode keyboard yang digunakan.

Keyboard Android: Masuk ke Preferensi lalu aktifkan tombol masukan suara yang bertujuan untuk menampilkan tombol microphone di bagian kanan atas papan keyboard pengetikan yang akan memudahkan kita saat menggunakan fitur ini. Sedangkan untuk setelan yang lainnya kita dapat menentukannya sendiri.

Pengetikan Google voice: Masuk ke setelan bahasa. Pilih satu bahasa, bahasa Indonesia. Berikutnya masuk ke pengenalan ucapan offline. Dalam hal ini kita memerlukan koneksi internet untuk memasang bahasa. Geser layar ke kanan lalu install bahasa Indonesia.

     Nah barulah sekarang kita dapat menggunakan fitur ini, caranya: cobalah untuk mengetik pesan lalu ketuk tombol microphone yang ada di sebelah kanan atas papan keyboard pengetikan. Ucapkan kata atau kalimat setelah mikrofon menyala yang ditanda dengan warna merah dan mengeluarkan bunyi khas Google. lalu ketuk microphone untuk menghentikann dan secara otomatis rangkaian kata akan tertulis dengan sendirinya.

     Kurang lebih seperti itu cara mengetik texs menggunakan printah suara. Teknologi akan bermanfaat jika kita bijak dalam menggunakannya dan akan menjadi boomerang apabila kita salah dalam menggunakannya.

Minggu, 18 Juni 2017

Cara untuk melupakan mantan

     Bagi sebagian orang sulit untuk melupakan yang namanya mantan, atau move on, mencoba untuk lepas dari bayang-bayang masa lalu. Adanya faktor pemberat yang mempengaruhi sulitnya kita melangkah kedepan, diantaranya karena kita masih mencintai orang tersebut, selalu terbayang akan hal-hal yang pernah dilalul, atau suatu hal yang pernah ia berikan kepada kita yang membuat kita nyaman, dan yang terakhir adalah ketidak inginannya kita untuk mencoba membuka hati kita untuk orang lain. Namun walaupun demikian, kita tetaplah harus mencoba bangkit, pasalnya kita akan terjebak dalam nostalgia dan akan menghambat jarak pacu kehidupan kita. Meskipun sulit bukanlah sebuah alasan bagi kita untuk stuck dan tak ingin kembali bergegas. masihlah cara yang bisa kita lakukan untuk memulai melupakan masa lalu dan keluar dari permasalahan yang bila tetap dibiarkan maka akan semakin kompleks. Mari kitq simak penjelasan berikut ini untuk mengulas lebih dalam tentang cara muve on dari sang mantan:

Bayangkanlah sosok sang mantan dari sisi negatifnya. Selama ini kita selalu terlarut dalam buaian yang begitu indah, namun kali ini cobalah untuk membayangkan mantan dari sisi terbutuknya, yang kerap membuat kita sedih, marah, sakit, dan yang lainnya.

Tanamkanlah di ingatan kita, bahwa dia sudah bisa move on dari kita, dan sudah mendapatkan pengganti kita, sehingga kita akan termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Buanglah semua kontaknya dari ponsel kita, blokir akun sosial medianya, dan buanglah barang-barang pemberiannya, agar kita tidak akan terpaut lagi dengan dirinya.

Sibukanlah diri kita dengan kegiatan-kegiatan positif yang membuat kita happy dan mampu mengalihkan perhatian kita terhadap dirinya,

Mencobalah untuk membuka diri dan hati kita, bergaul dengan orang-orang baru yang akan menyadarkan kita, bahwa masih banyak orang yang jauh lebih baik dari dirinya.

     Sosok mantan bila di ibaratkan seperti sejarah yang berguna sebagai bahan pembelajaran yang tidak perlu untuk di ulangi. Mantan merupakan salah satu bagian proses pencarian yang akan dilalui oleh semua orang, hingga tiba dimana saatnya satu orang terbaiklah yang terpilih dan sekaligus menjadi akhir dari pencarian kita.

Sabtu, 13 Mei 2017

Belajar gambang pengiring angklung


Untuk dapat memainkan dan mengiringi alunan musik angklung mengunakan gambang pengiring (f#), kita tentu harus hapal terlebih dahulu bentuk cordnya, seperti halnya kita bermain gitar, berikut adalah bentuk cordnya:

Cord           Kiri                       kanan
A                A - C#                    E - A
Am             A - C                      E - A
A#              A# - D                    F - A#
B                 F# - B                    D# - F#
Bm              F# - B                    D - F#
B#               G - C                      E - G
C                 G - C                      E - G Cm              G - C                      D# - G
C#               G# - C#                 F - G#
D                  A - D                     F# - A
Dm               A - D                     F - A
D#                A# - D#                F - A#
E                   G# - B                   E - G#
Em                G - B                     E - G
E#                 A - C                     F - A
F                   A - C                     F - A
Fm                A - C                     F - A#
F#                 A# - C#                F# - A#
G                   G - B                     D - G
Gm                G - B                     D# - G
G#                 G# - C                  D# - G#

Memainkan gambang pengiring (f#) menggunakan 4 buah batang pemukul, dengan masing-masing tangan me-megang 2 buah batang pemukulnya.

Cara memukul gambang pengiring, yakni dengan tehnik ketukan menyingkup, dimana ketukan pada tangan kiri yang lebih dominan. Caranya, pertama-tama pukulkanlah cord pada bagian tangan kiri, lalu pada pukulan yang kedua kita pukul cord bagian tangan kiri dan kanan secara bersama-an. Apa-bila pola ketukan sudah kita dapatkan, teruslah pukul dengan pola yang sama secara berkala, sehingga ketukan akan mengalun. Selanjutnya, bila pola ketuka sudah dapat kita hapal, naikanlah tempo pukulan sesuai keinginan kita, sehingga ketukan akan sinkron dengan lagu.

Selain pola ketukan menyingkup, kita juga dapat memukul dengan pola ketukan musik klasik, caranya, pukulkan cord bagian tangan kiri dengan 1 pukulan, lalu pukul cord bagian tangan kiri dan kanan secara bersamaan dengan 2 pukulan. Bila pola ketukan sudah kita temukan, pukulah dengan pola yang sama secara berkala dengan tempo yang kita inginkan.

Apa-bila kita telah mahir dalam memainkannya, kita juga dapat meng-explor lebih banyak pola ketukan yang berbeda sesuai dengan genre musik.

Kamis, 11 Mei 2017

Service center smartfren

JABODETABEK

Smartfren  ITC  Roxy  Mas  ITC   Roxy  Mas  lantai  1  No. 14 - 15  Gedung  Roxymas  JL. K. Hasim  Ashari  Jakarta  10150  |  Smartfren  Plaza  BII  Jakarta  JL. MH  Thamrin  Food  Court  Kav. 27  Tower  2  |  Smartfren  Mall  Ciputra  Gedung  Mall  Ciputra  Lantai  4  no. 36    JL. Arteri  S. Parman  Grogol  Jakarta  11470  |  Smartfren  Honey  Lady  Ground  Floor  Central  Business  District  Pluit  JL. Pluit  Selatan  Raya  No. 1  Jakarta  14440  |  Smartfren  Bintaro  JL. Bintaro  Utama  Sektor  3A  Blok  E  No. 53  Jakarta  |  Smartfren  Mall  Ciputra  Gd  Mall  Lantai  3  No. 36  JL. Arteri  S.  Parman  Grogol  jakarta  Blok  A2  No. 1 |  Smartfren  Graha  Cempaka  Mas  JL. Yoss  Sudarso  Graha  Cempaka  Mas  Blok  C  No. 31  Jakarta  Pusat  |  Smartfren  Sabang  JL. H  aaguss  Salim  No. 45  Jakarta  Pusat  10340   |  Smartfren  Kota  Casablanka  Mall  Kota  Casablanka  Lantai  263  JL.Casablanka  Kav. 88 Jakarta  Timur   |  Smartfren  Puri  indah  Komp  Ruko  Sentral  Niaga  Blok  T1 - 12A  JL. Puri  Lingkar  Dalam  Puri  Indah  Jakarta  Barat  |  Smartfren Fatmawati  Komp. Ruko  ITC  Fatmawati  Blok  A2  No. 1  Jakarta  Selatan  |  Smartfren  Cibubur  JL. Jambore  Cibubur  No.1  Junction  No. 6 - 7  Jakarta  Utara    |  Smartfren  Kelapa  Gading  Ruko  Boulevard  Raya  blok  LA  4  No. 5  Jakarta  utara  |  Smartfren  Pantai  Indah  Kapuk  Ruko  Cordoba  G  JL. Marina  Raya  No. 18  Kelurahan  Kamal  Muara  Kec.  penjaringan  Jakarta  Utara  |  Smartfren  Mangga  Dua  ITC   Mangga  Dua  Lobby  Perkantoran  Lantai  Dasar  No. 12  Jakarta  Utara  |  Smartfren  Padjajaran  JL. Raya Padjajaran  No. 87E  Bogor  16153  |  Smartfren  Botani  Square  Botani  Square  Lower  Ground  2a  JL. Padjajaran - Bogor  |  Smartfren  Depok  Ruko  ITC  Depok  No. 12  RT. 04 / 12  JL. Margonda  Raya  Kelurahan  Pancoran  Mas  Depok  |   Smartfren  Cinere  Komplek  Ruko  JL. Cinere  Raya  Blok  A  No. 7  Cinere - Depok  |  Smartfren  Tanggerang  Kota  JL. Teuku  Umar  No. 2  Karawaci  Tanggerang  Banten  |  Smartfren  Serang  Ruko  Bhayangkara  JL. Jend  Sudirman  No 38  Penancangan  Serang  Banten  |  Smartfren  Karawaci  Supermall  Karawaci Lantai  LG  Unit  E2  |  Smartfren  BSD  HQ  Office  JL. Pahlawan  Seribu  CBD  BSD  Lot  12A  Tanggerang  |  Smartfren  Cikarang  Ruko Metro Boulevard  2  Blok  B2  No. 58  Cikarang - Bekasi  |  Smartfren  Pondok  Gede  JL. Jati  Waringin  No. 44  Pondok  Gede  Bekasi  |  Smartfren  Metropolitan  Mall  2  Metropolitan  II  Lantai  2  No. 5  JL. KH  Noer  Alie  Bekasi  Selatan  |  Smartfren  Karawang  Ruko  Galuh  Mas  No. 26  JL. Akses  Interchange  Karawang  Jawa  Bara  41361  |  Smartfren

JAWA TIMUR

Smartfren  Surabaya  ITC  Mega Grosir  Lantai  2/H  3A/1-6  JL. Gembong  20-30  Surabaya  |  Smartfren  WTC  Surabaya  Gedung  WTC  Lantai  2  R. 801-802  JL. Pamuda  27-31  Surabaya  |   Smartfren Kartini Surabaya  JL R. A.  Kartini  No. 111D  Surabaya  |  Smartfren Malang  MTC  JL. Cokelat  No. 15  Malang  |  Smartfren Malang Kepanjen  JL. Panji  No. 11C  Kepanjen Kabupaten Malang  |  Smartfren Sidoarjo  JL. KH. Mukmin  No. 48  sidoarjo  |  Smartfren  Soekarno Hatta  Madiun  JL. Soekarno Hatta  No. 71  Madiuun  |  Smartfren  Pasuruan  JL. Panglima Sudirman  No. 122  Pasuruan  |  Smartfren  Gresik  JL. Veteran  No. 55  Gresik  |  Smartfren  Jember  Ruko  sampoerna  Kav. 4  JL. Diponegoro  No. 64  jember  |  Smartfren  Majapahit  Jember  JL. Majapahit   No. 6  Jember  |  Smartfren  Mojokerto  Ruko  Royal  Regency  Blok  R.20  JL. Pahlawan-mojokerto  |  Smartfren  Tjiwi  Kimia  Mojokerto  pabrik  PT  Tjiwi  Kimia  JL. Raya  Surabaya - Mojokerto -   KM  4  Sidoarjo  |  Smartfren  Kediri  Joyoboyo  JL. Joyoboyo  No. 15C  Kediri  |  .Smartfren  Tuban  JL. Dr. Wahidin  Sudiro  Husodo  No. 772  tuban.    Smartfren  Tulung  Agung  JL. Panglima  Sudirman  No.66  Tulung  Agung  |  Smartfren  Mulyosari  JL. Raya  Mulyosari  No. 360A  Surabaya  |  Smartfren  Hitech  Mall, Hitech  Mall  Surabaya   Lantai  Dasar  Blok B-26  JL. Kusuma  Bangsa  No. 116  Surabaya  |  Smartfren  Kupang  Jaya  JL. Kupang Jaya  No. 21B  Surabaya  |  Smartfren  Mal  MOG  Malang/Mall  Olympic  Garden  Lantai  11  Blok  SF49  JL. Kawi  Malang  |  Smartfren  Tow   Square,  Kediri  Town  Square  No. 6F  36-37  Kediri  |  Smartfren  Sun  City,  Sun  City  Mall  Madiun  Lantai  Dasar  Blok  B  No. 54-55  JL. Letjen  S. Parman  No. 7  Madiun  |  Smartfren  Ponorogo  JL. Sultan  Agung  No. 65A  Ponorogo  |  Smartfren  Bojonegoro  JL. Dr. Wahidin  No. 98  Kelurahan   Kepatihan  Kecamatan  Bojonegro  |  Smartfreen  pamekasan  JL. Purba  No. 97  Pamekasan

JAWA TENGAH

Smartfren  Kudus  Ruko  Soedirman  JL. Jend  Soedirman  No. 10  Kudus  |  Smartfren  Letda  Sujono  JL. Letda  Sujono  No. 418  Medan  Tembung  |  Smartfen  Pekalongan  JL. Gajah Mada  No. 92E Pekalongan  |  Smartfren  Purwodadi  JL. R. Supropto  No. 40  Purwodadi  |  Smartfren  Purwokerto  Ruko  PJKA  JL. Kolonel  Sugiyono  No. 8-9  ( CO-LOC  W/BO ),  Purwokerto  |   Smartfren  KaLIgarang  Ruko Kaligarang  JL. Kaligarang  No. 9 -    C  Semarang | Smartfren  DP  Mall DP  Mall  Lantai  Dasar  Blok. KJ - 1  JL. Pemuda  No. 150  Semarang  | Smartfren  Parangon Mall  Parangon  Mall  Kav. l3-09  JL. Pemuda  11B  Semarang  |   Smartfren  Laksda  Adi  Sucipto  JL. Laksda  Adi  Sucipto  No. 33  Surakarta  |  Smartfren  Solo 
Gallery  Solo  Randmall  JL. Slamet  Riyadi.  Solo  Grandmall  lantai  3  Block  M005-006.  Solo  |  Smartfen  Tegal  JL. Jend  Supropto  No. 86C  Tegal  |  Smartfren  ungaran  Ruko  Imperial  Place  Jl. A  Yani  No. 4 - Ungaran  |  Smartfren  Timoho  Yogyakarta  JL. Kenari  No. 62  Muja  Muju  Timoho  Yogyakarta  |  Smartfren  plaza  Ambarukmo  Plaza  Ambarukmo  JL. Laksa  Ad  Sucipto  Lower  Ground  Blok  A23 - 24  Yogyakarta

JAWA BARAT

Smartfen  BEC  BEC  Lantai  LU  L  06 - 07  JL. Purmawarman  13 - 15  Bandung  |  Smartfren  Soekarno Hatta  MSC  Office  JL. Soekarno  Hatta  No. 546  Bandung  |  Smartfren  Suci - Bandung  JL. Surapati  No. 233  Bandung  40123  |  Smartfren  Antapani  JL. Terusan  Jakarta  No. 30J  Antapani  Bandung  |  Smartfren  Bojongsoang  JL. Raya  Bojongsoang  No. 211  Kab. Bandung  |  Smartfren  Cimahi  |  Smartfren  Cianjur  Mall  JL. Dr. Muwardi  No. 150A  Kota  Cianjur  |   Smartfren  Cirebon  |  Smartfren  Garut  JL. Ciledug  No. 183  Garut  |  Smartfren  Indramayu  JL. Jend. Sudirman  No. 151  Indramayu  |  Smartfren  Kuningan  Ruko  Taman  Kota  Kuningan  Blok  C - 9  Jl. Veteran  1  Kuningan  |  Smartfren  Subang  JL. Otto  Iskandardinata  No. 82  Subang  |  Smartfren  Sukabumi  JL. Jendral  Sudirman  Ruko  No. 750  Kota  Sukabumi  |  Smartfren  Tasikmalaya  Ruko  asia  Plasa  Blok  A11  JL. HZ. Mustofa  No. 326  Tasikmalaya

SUMATERA UTARA

Smartfren  Medan  monginsidii  JL. Wolter  Monginsidi  No. 16  Medan  (Smart  Plantation)  Kelurahan  Anggrung  Kecamatan  Medan  Polonia  |  Smartfren  Medan  Fair  Plaza  Fair  Lantai  IV  No. 70  JL. Jenderal  Gatot  Subroto  No. 30  Medan  |  Smartfren  Pematang  Siantar  Ruko  Megaland  JL. Asahan  Blok  A  No. 40  Pematang  Siantar  |  Smartfren  Adam  Malik  JL. Adam  Malik  No. 153B  Medan  |  Smartfren  Aceh  Jl. T. Imum  lueng  Bata  No. 82  Gampong  Blang  Cut  Banda  Aceh-Aceh  |  Smartfren  Pekan  Baru  JL. Jendral  Sudirman  No. 444  Pekanbaru  Riau  28115  |  Smartfren  Perawang  Komlek  Pabrik  IKKP  Perawang  JL. Raya  Minas  Perawang KM. 26 Kecamatan  Tualang  Kabupaten  Siak  28772  Riau  |  Smartfren  Padang  JL. Veteran  No. 8E  Padang  |  Smartfren  Batam  Kompek  Ruko  Raflesia  Blok  E  No. 5-6  Centre  Batam  |  Smartfren  Letda  Sujono  JL. Letda  Sujono  No. 418  Medan-Tembung

SUMATERA SELATAN

Smartfren  Palembang  Jakabaring  JL.  Gubernur  HA  Basteri  (Depan  Gor  Jakabaring)  Palembang  |  Smartfren  Palembang  Square  JL. Angkatan  45  Blok  R  No. 125  (Depan  Rumah  Sakit  Siloam  Sriwijaya  Palembang  |  Smartfren  Way  Halim  JL. Arief  Rahman  Hakim  No. 18  Jagabaya  III-Bandar Lampung  |  Smartfren  Raden  Intan  JL. Raden  Intan  No. 99/2  Tanjung  Karang-Bandar  Lampung  |  Smartfren  Prabumulih  JL. Jendral  Sudirman  No. 300  Muara  Dua  Prabumulih  Timur  Prabumulih  31111  |  Smartfren  Jambi  JL. Husni  Thamrin  No. 51  RT. 03  RW. 01  Kelurahan  Beringin  Kecamatan  Pasar  Jambi  |  Smartfren  Pangkal  Pinang  JL. Masjid  Jami  No. 09  (Depan  Bank  Danamo)n  Pangkal  Pinang  |  Smartfren  PT. OKi  pulp & paper  Desa  Bukit  Batu  Kampung  Muara  Baung  RT. 05  Kecamatan  Sugihan  OKI-Palembang

SULAWESI & KALIMANTAN

Smartfren  Pengayoman  Gedung  Bank  Sinarmas  Lantai  Dasar  JL.  pengayoman  No. 182  Makasar  |  Smartfren  Urip  Sumoharjo  JL. Urip  Sumoharjo  No. 168  Makasar  |  Smartfren  Manado  Bahu  Mall  Blok  N  No. 14  Manado  |  Smarfren  Pare-Pare  JL. Bau  Massepe  No. 385  Kelurahan  Mallusetasi  Kecamatan  Ujung  Pare-Pare  Sulawesi  Selatan  |  Smartfren  Pontianak  Komplek  Ruko  Mega  Mall  Blok  A1  No. 1  JL. Ahmad  Yani  Pontianak  Kalimantan  Barat  |  Smartfren  Banjarmasin  JL. A. Yani  KM. 4,5  No. 56  Banjarmasin

BALI & LOMBOK

Smartfren  Sunset  Road  Bali  JL. Sunset  Road, Komplek  Pertokoan  Setelah  Carefour, Kuta-Bali  |  Smartfren  Pulau  Kawa  JL. Pulau  Kawa  No. 3  Denpasar-Bali  |  Smartfren  Singaraja  Komplek  Pertokoan  Singaraja  Swuare  Blok  06  JL. Surapati  Buleleng-Bali  |  Smartfren  Mataram  JL. Pejanggik  No. 47D  Mataram--Lombok

Kamis, 04 Mei 2017

Penyebab anak perempuan jaman sekarang yang terjerumus dalam prostitusi

Kebebasan anak dijaman sekarang, membuat mereka tumbuh menjadi tidak terkendali, lengahnya pengawasan orang tua turut menjadi faktor pendukung terbentuknya prilaku menyimpang pada anak. Prilaku menyimpang pada anak perempuan khususnya dalam hal prostitusi yang kini sedang marak-maraknya dikalangan anak muda. Ironinya prilaku prostitusi tidak hanya terjadi dikalangan anak muda saja, tetapi ini juga terjadi pada anak-anak belia. Tidak diragukan, bahwa pergaulan mendorong anak untuk melakukan perbuatan tersebut, bukan berarti bila anak bergaul dengan orang baik-baik' si-anak akan tumbuh menjadi orang yang baik pula, itu tidak akan berlaku, karena status sosialpun turut memberi pengaruh terhadap seseorang untuk melakukan apa saja, agar dirinya dianggap layak untuk bergaul dengan teman-temannya' oleh sebab itu mengapa status sosial menjadi salah-satu faktor seseorang terjerumus kedalam dunia prostitusi, karena gaya hidup dan keadaan ekonomi orang dari kalangan atas dan orang dari kalangan bawah yang berbeda, sehingga orang dari kalangan bawah rela menjajakkan tubuh dan kehormatannya demi mendapatkan uang dengan cara instan.

Adapun faktor lain yang menyebabkan anak terjerumus kedalam prostitusi, yakni: brokenhome, atau mungkin ada orang yang sengaja merusak kehormatannya, yang membuat ia sengaja merusak dirinya sendiri, dalam kasus ini memanglah sulit jika tidak ada orang-orang disekitar yang akan merangkulnya.

Tidak ter-elakan bahwa kemajuan teknologi semakin memuluskan usaha mereka melalui media online' apa-lagi sekarang tengah maraknya modus baru dalam transaksi seks, yakni phone seks: merupakan sebuah aktivitas seks yang di dukung oleh prangkat seluler, modus ini hanya dapat melakukan aktivitas seks jarak jauh melalui telpon ataupun vidiocoll. Tidak hanya itu, para customer juga dapat membukingnya bila mereka merasa cocok.

Entah apa yang terjadi pada anak-anak sekarang, kini kehormatan tidaklah menjadi prioritas utama, anak sekarang rela merusak tubuhnya hanya untuk kesenangan sesaat' lantas dengan cara apakah tradisi kelam ini dapat terhenti, dan tidak akan terulang lagi dikemudian hari?

Dengan seiring perkembangan jaman, sudah seharusnya para orang tua selangkah lebih maju dari anaknya, agar para orang tua tidak kebablasan dengan pergaulan sang-anak. Tidak diragukan, bahwa seiring melesatnya kemajuan teknologi, para orang tua gaptek, bahkan tidak paham sama-sekali dengan teknologi, sehingga mereka lengah akan kegiatan apa saja yang tengah dilakukan sang-anak. Usahakanlah para orang tua selangkah lebih maju dari anaknya, sehingga kita dapat mengarahkan mereka untuk lebih bijak dalam penggunaan teknologi. Apabila kita, para orang tua kesulitan untuk memahami lebih detail, mintalah bantuan kepada saudara-saudaranya yang lebih paham akan teknologi, sehingga mereka dapat membantu mengawasi tumbuh kembang anak. Jagalah komunikasi antara anak dan orang tua, sehingga kita dapat saling memahami satu-sama-lain, yang membuat anak akan lebih nyaman terhadap orang tuanya, agar mereka terhindar dari masukan-masukan dari dunia luar. Pembentukan karakter, pentingnya kita, sebagai orang tua untuk membentuk karakter anak sedari dini, yang akan membuat anak menjadi karakter yang baik, menjadi diri sendiri yang tidak akan ter-obsesi dan terpengaruh, untuk mengikuti gaya hidup orang lain. Namun bila anak yang mulai menginjak usia remaja, tentu para orang tua perlu ekstra waspada, karena pada pase ini sang-anak sudah mulai terbentuknya karakter yang masih labil, sehingga mereka rentan terpengaruh oleh sekitar. Arahkan dan batasi pergaulan mereka, sehingga mereka tidak akan bergaul dengan orang yang salah, karena bila mereka telah terpengaruh, maka sulit untuk dapat mengubahnya' kemungkinan terbesar mereka akan menentang dan memberontak, dengan sesuatu hal yang berlawanan dengan dirinya. Buatlah merka paham dengan kondisi perekonomian keluarga, yang akan membuatnya menimbang-nimbang, bagaimana, dan seperti apa, ia akan memenuhi gaya hidupnya yang sesuai dengan kemampuhannya.

Memang tak mudah untuk menjadi orang tua yang berhasil dalam  mendidik anak-anaknya, ada Kesulitan tersendiri yang setiap  orang tua jumpai pada anak-anaknya, namun apabila orang tua berhasil dalam mendidik dan membesarkannya, tentu kita akan  bangga' ada kepuasan batin yang terpenuhi, karena orang tua yang sukses, adalah orang tua yang berhasil dalam mendidik anak-anaknya dengan baik.

Minggu, 30 April 2017

Kayanya bangsa indonesia dengan keberagaman

Alangkah kayanya negeri ini dengan keberagaman: suku, seni, budaya, bahasa, ras, agama, disamping itu  negeri ini memiliki sikap toleransi yang melekat pada setiap masyarakatnya yang dapat hidup saling berdampingan dalam setiap perbedaan, namun banyaknya  segelintir orang yang ingin mencoba memecah-belah ke aneka ragaman bangsa ini' membuat keadaan bersi-tegang, akibat dipicu orang-orang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan kepentingan sepihak.

Seberapa terfuzikah mereka orang-orang yang ingin memecah-belah keharmonisan bangsa ini' yang telah terjalin sejak lama. Sebegitu mudahkah kita dihasut, diperdaya dan digonjang-ganjing. Indahnya karunia yang tuhan berikan untuk negeri kita tercinta, apa yang tuhan tidak berikan pada bangsa dan tanah air mereka' tapi tuhan memberikannya pada bangsa dan tanah air kita.

Terbentang luas dari sabang sampai merauke, keselarasan yang tercipta saling beralunan, dari masing-masing daerah, pasti memiliki ciri khas yang menjadi sebuah identitas, diantaranya: bahasa, kesenian, kuliner dan etnik lainnya.

Sudah sepatutnya kita berbangga dengan berbagai keragaman yang dimiliki' serta turut menjaga, agar kita tetap saling beralunan dalam iringan harmonisasi, karena bila diibaratkan; negeri kita ini seperti delapan buah nada dasar yang akan menjadi sebuah alunan melodi yang indah, namun sebaliknya, bila satu nada saaja hilang' maka tidak akan bisa kembali ber-iringan lagi.

Kini sudah saatnya kita untuk tetap memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal, dewasa dalam menyikapi orang-orang yang ingin memecah-belah bangsa ini dengan mengatas namakan: agama, ras, bahasa dan lain sebagainya. Perbedaan inilah yang melekat kuat pada negeri kita, karena bila sudah dalam keseragaman' bukanlah indonesia lagi.

Selasa, 25 April 2017

Menanggulangi korupsi

   Maraknya kasus penyalahgunaan anggaran di dalam sebuah insitusi negara ataupun lembaga swasta dapat dikategorikan sebagai salah satu perbuatan tindak pidana korupsi, besar kemungkinan kasus ini dapat menjerat semua kalangan, dari mulai para elit politik yang memegang penuh kekuasaan, para pegawai sipil, perusahaan swasta, dan yang lainnya. Bila dalam jumlah sedikit, mungkin kejahatan ini masih bisa kita jamak, namun apabila koripsi dalam skala besar dan merugikan banyak pihak, pelak menimbulkan tanya, apakah para penguasa memanfaatkan jabatannya hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan semata, dengan dalil mengatasnamakan rakyat.

     Mencuatnya isu yang ingin melemahkan lembaga anti rasuah semakin memperkuat dugaan bahwa para pelaku ingin lebih leluasa dalam menjalankan aksinya tanpa terendus atau terbongkar. Lantas benarkah niatan yang selama ini digaum-gaumkan pemerintah untuk memberantas korupsi akan terealisasi, atau justru itu hanya isapan jempol belaka untuk meredam laungan rakyatnyat.

     Korupsi kini bisa dibilang sudah menjadi budaya yang teramat sulit untuk dihindari, tak jarang orang-orang yang berkecimpung di dunia politik harus tersandung kasus serupa. Korupsi tak bisa lepas dari suap-menyuap dan juga gratifikasi yang menjadi modus lain dari korupsi, bahkan para pelaku pun berkomplot membentuk sebuah kelompok demi memuluskan upayanya, niscaya para koruptor disinyalir masih bisa berkeliaran bebas karena lemahnya pengawasan serta regulasi yang kurang efektif untuk membuat mereka jera. Tingginya angka korupsi didalam suatu negara akan menurunkan kepercayaan rakyatnya terhadap pemerintahan di negaranya yang berpengaruh terhadap turunnya minat masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui sistem pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan kepala negara. Lantas langkah apakah yang mampu mencegah korupsi serta dapat kita tanggulangi, mari kita simak saja hal-hal berikut:

• Revolusi mental
   Revolusi mental ini bertujuan untuk mencegah korupsi sejak
   dari usia dini, agar anak dapat belajar tentang bahayanya
   perilaku korupsi.

• Melipat gandakan jumblah yang dikorupsi
   Dalam kasus suap, gratifikasi, atau korupsi, pemerintah perlu
   menerapkan peraturan ini sebagai cara yang cukup efektif untuk
   menekan angka kasus pidana korupsi. Apabila selama ini
   korupsi dapat menyebabkan sebuah kerugian yang cukup
   signifikan, namun dengan dibuatnya sistem dan peraturan seperti
   ini, korupsi justru akan menimbulkan keuntungan bagi pihak
   yang dikorupsi, karena para pelakunya wajib mengganti
  dua kali lipat dari jumblah nilai yang dikorupsi.

• Menerapkan kurungan penjara selama nilai kerugian belum   l
   dikembalikan
   Peraturan ini dibuat untuk memperkuat peraturan diatas, agar
   tidak adanya sikap toleransi bagi para koruptor.

• Memperkuat lembaga anti rasuah
   Dengan adanya lembaga anti rasuah yang kredibel dan
   independen yang jauh akan syarat politik akan membut suatu
   negara lepas dari ancaman korupsi.

• Memiskinkan pelaku korupsi
  Bila tujuan dari korupsi adalah untuk memperkaya diri sendiri
  maupun golongan, maka dengan korupsi justru malah akan
  membuat mereka miskin.

• Membangun sistem peradilan
  Selain memperkuat lembaga anti rasuah yang jauh dari intervensi
  politik, pentingnya membangun tatanan peradilan nan jujur, adil,
  dan akuntabel, sebab sehebat apapun regulasi jika tidak dibarengi
  kepastian hukum yang konsekuen, niscaya semua semua akan
  sia-sia.

Minggu, 23 April 2017

Cara memprediksi kelahiran anak

Bagi pasangan yang baru menikah, apalagi sedang mengandung anak pertama' tentu ingin mengetahui kapan sibuah hati lahir kedunia, karena pastinya kita ingin mempersiapkan segala sesuatunya untuk anak tercinta.
Kita dapat memprediksi kapan buah hati kita lahir ke dunia dengan mengetahui kapan sang ibu mulai telat haid, dan mulai menghitungnya dengan memperhatikan rumus sebagai berikut:

Rumus: Tanggal mulai telat haid + 7
               Bulan mulai telat haid - 3
               Tahun mulai telat haid + 1

Contoh:  mulai telat haid pada:
                07/07/2007
                (07 + 7) (07 - 3) (2007 + 1)

Jawab:   Tanggal 07 + 7 = 14
                Bulan 07 - 3 = 04
                Tahun 2007 + 1 = 2008

Jadi sibuah hati lahir pada: 14/04/2008

Senin, 10 April 2017

Cara unreg layanan smartfren

Bagi anda pengguna oprator smartfren yang sering mengalami kendala pemotongan pulsa tanpa tau penyebabnya apalagi pemotongan pulsa tanpa ada konpirmasi apapun' meski kita tidak melakukan aktivasi berlangganan apapun.   Saya sendiri pernah mengalami kondisi seperti itu, berapapun nominal pengisian pulsa yang kita lakukan pasti akan terus terpotong secara misterius dan lama kelamaan pulsa akan habis tanpa terpakai.   Adapun cara yang perlu kita lakukan adalah meng-unnreg layanan tersebut dengan format sms sebagai berikut:

Ketik (UREG BIJAK) kirim ke (3323).
pengiriman format sms tidak akan ada balasan dari penyedia layanan, namun anda secara otomatis berhenti berlangganan.
Bila setelah meng- unreg pulsa utama masih tetap te4potong, anda dapat menghubungi collcenter: 888 untuk keluhan anda. Anda juga bisa datang ke galery smartfren terdekat.

Jumat, 31 Maret 2017

Pupuh penghayat aliran kebatinan perjalanan

                  Asmaran dana

1.   Matak kasamaran pikir
      Lamun teu, sabar taweukal
       Dibareungan geude hate
       Ngalakonan perjalanan
       Ku, lobana halangan
       Pikeun ngangkat jeung nga jung-jung
       Darajat bangsa sorangan

2.   Tapi mungguh maha suci
       Dina masihan lantaran
       Sakitu kuring teh bodo
       Asa gampang ngahartina
       Ma' lum kabeh geus aya
       Aya di badan sakujur
       Teurang nyata ku wujudna

3.  Tanggal hiji bulan mei
      Poens dina juma' ah 
      Ninggang pasaran kaliwon
      Ngitung masehi tahuna
      Sarebu jeung dalapan
      Sarebu jeung salapan puluh
      Tujuh lalangkungan nana

4.    Simkuring ka dunya lahir
       Kitu saur indung bapa
       Nu nyaksian lahir batos
       Nu wajib di dipercaya
       Ku sikuring sorangan
       Tur wajib di panjang-punjung
       Di dunya tug ka aherat

6.    Mei teh pangeling-ngeling
       Tanggal bulan kahirupan
       Ari tugas anu tangtos
       Nya eta karta winata
       Ngartakeun ka winata
       Neupikeun hasil maksud
       Hasil tina perjalanan

6.   Ti purwa karta mimiti
       Karta di jaman baheula
       Bandung anu jadi hate
       Nga bandungan nu kawasa
       Rasa anu nyaksian
       Aya na gusti nu wujud
       Nu wajib di pangeranan

7.   Kebon jatina pamanggih
       Nu aya di perjalanan
       Meulak hade buah hade
       Ku-maha asal purwana
       Nya temen tinemenan
       Buktina ari geus jadi
       Kusimkuring kalakonan

8.   Tanggal hiji bulan mei
       Kaliwon pasaran-nana
       Tanggal timbul aya hate
       Tujuh welas ka-sasama
       September sasih salapan
       Tedak wali maha agung
       Salapan etangan-nana

9.   Taun anu kapieling
       Sarebu sareng salapan
       Ratus punjulna sayaktos
       Duwa puluh tujuh nyata
       Di subang purwa karta
       Cimerta nya ngaran kampung
       Cileuleuy ngaran walungan

10.  Tengah poe sisi cai
       Ca' ang padang narawangan
       Kaget make aya hate
       Cai ka itung lobana
       Di barung ku kaheranan
       Mikiran cai ti gunung
       Asalna ngan cing kareclak

11.  Tapi palidna ka hilir
       Sakur anu ka liwatan
       Boh sawah atawa kebon
       Walatra ka bagian
       Tapi teu saat-saat
       Malah sa memeh ka laut
       Cai anggur ngagedean

12.  Keresana maha suci
       Ku simkuring dipikiran
       Ka pikir asa nu gelo
       Ka denge aya suwara
       Tapi taya jalmana
       Ka kuring mere pitutur
       Purwakarta nusa nyata

13.  Kerta tengtrem hate kuring
       Ulah sok make itungan
       Lamun erek mere maweh
       Cileleuy kudu turutan
       Ci cai kahirupan
       Teu eureun-ereun tutulung
       Sapanjangna perjslanan

14.  Kamurahan maha suci
       Saestu taya surudna
       Kanu goreng jeung nu hade
       Tanggungan sewang-sewangan
       Sing leleuy migawena
       Ulah ka buru ku nafsu
       Matak goreng balukarna

15.  Ci merta mertakeun diri
       Kahirupan ka tengtreman
       Subang-ge nya kitu keneh
       Ngandung harti teu lumayan
       Su teh hade maksudna
       Bang nurut galur karuhun
       Bangsa pihartieun-nana

16.  Ari tahun ngandung harti
       Pranatan atawa tata
       Hiji nya gusti hyang manon
       Salapan wali alah-na
       Duwa keucap tandingan
       Goreng hade handap luhur
       Nu lumbrah di alam dunya

17.  Tujuh tujuan sing pasti
       Kitu harti eta angka
        1, 9 2, teh
       Angka 7 panutupna
       Nga jadi perjalanan      1
       Sapanjangna aya umur
       Perjalanan acan tamat

  
    

Senin, 23 Januari 2017

NOVEL FIKSI KARTINI METROFOLTAN

              Kartini metrofolitan

Cerita ini mengisahkan tentang seorang kartini dijaman moderen. Tentang kehidupan wanita metropolitan, yang tidak ingin jika wanita dianggap lemah, dipandang sebelah mata dan diremehkan. Namun ia ingin membuktikan, jika sosok perempuan, memiliki peran penting, dalam sisi kehidupan.


Hari ini 'alea' ada interpiu disalah satu perusahaan ternama.   "Kring...!" Alarm berbunyi, waktu menunjukan pukul 6 pagi.   "Aku akan terlambat!" Alea yang terbangun mendengar bunyi alarm, iapun terpontang-panting bersiap-siap karena takut terlambat.
Aleapun masuk kekamar mandi.   "Wus..." suara keran dikamar mandi. 5 menit berlalu, alea telah selesai mandi, iapun bergegas berdandan dan mengganti pakayan.   "Dug" alea membuka pintu lemari dan mengambil baju yang akan dikenakannya hari ini.   "Pokoknya aku harus keterima kerja dikantor itu! Alea yang bersemangat. Iapun memakai pakayanya dan merias wajahnya dengan cepat.
Setelah alea selesai bersiap aleapun pergi kedapur untuk membuat sarapan. Alea membuka kulkas untuk melihat apa yang bisa ia mawarga ari ini..   "telur! Baiklah aku akan sarapan dengan telur dadar! Aleapun mengambil telurnya lalu menggorengnya.
Alea melakukan semua pekerjaan sendiri, karena ia merasa mampu melakukan semuanya sendiri, tanpa harus merepotkan orang lain.
Setelah ia selesai memasak, aleapun memakan masakannya dengan agak terburu-buru. Alea melihat jam ditanganya, lalu ia berdiri dan meminum air lalu bergegas pergi.
Alea pergi keluar, lalu pergi mengunakan mobil. Iapun sampai dikantor tempat ia akan interviu. Aleapun turun dari mobil, lalu ia berjalan masuk. Saat alea berjalan, 2 orang laki-laki memperhatikannya dengan terperanga, karena tidak bisa dipungkiri kecantikannya menarik para kaum adam.
Saat alea hendak masuk, ia berhenti dihadapan 2 orang laki-laki itu, "mas, mas! Ruangan pak menager, dimana yah? Tanya alea. Iyan yang kaget karena cewek cantik tadi menghampirinya.   "Wahh! Iyan terus memperhatikan alea dari ujung kaki keujung kepala.   "Ruangannya disana! Embak tinggal lurus aja! Jawab bimbim.   "Alea!" Sambil menyodorkan tangannya, alea memperkenalkan diri.   "Bimbim!"    "Iyan!" Merekapun berjabatangan saling berkenalan.   "Kalo begitu saya masukdulu, saya ada interviu!" Pinta alea.   "Oh! Silahkan! Goodluck interviunya! Sahut bimbim mempersilahkan sambil menyemangatinya.
Aleapun berjalan ke ruang manager.   "Dadah cantik!" Sahut iyan saat alea lekas berjalan.   "Tuk! Tuk! Tuk!" Alea yang mengetuk pintu.   "Masuk!" Sahut pak ronal dari dalam ruangannya.   "Selamat pagi pak! Sapa alea.   "Silahkan duduk!" Pak ronal yang mempersilahkan duduk.
Aleapun lekas duduk, sementara pak ronal melihat sipi alea.   "Alea!" Pak ronal yang membaca nama alea disipi lamaran kerja milik alea.   "Iya pak!" Sahut alea sambil mengangguk.    "Jika kamu diterima diperusahan ini, kontribusi apa yang akan kamu berikan untuk perusahaan ini?" Tanya pak ronal dengan serius.   "Saya akan mendedikasikan seluruh kemampuan saya untuk perusahan ini dalam bidang pembangunan!" Jawab alea dengan lantang.   "Saya terkesan dengan semangat kerja kamu! Jadi mulai hari ini kamu menjadi bagian dari perusahan ini." Jawab pak ronal menerima alea sebagai kariawanya.   "Terimakasih pak! Karena bapak bersedia menerima saya!" Sahut alea dengan raut wajah senang.   "Untuk tugas pertama kamu, saya akan mengirim kamu kesebuah desa! Akses jalan disana sangat sulit. Jadi saya akan menugaskan kamu untuk mengarsiteki, agar akses dari desa kekota lebih mudah dilalui, sehingga perekonomian warga akan terbantu!" Perintah pak ronal    "Saya bersedia!" Jawab alea.   "Bagus! Nanti saya akan mengirimkan alamat lengkapnya dan akan mengirim 2 orang lainnya untuk membantu kamu!" Jawab pak ronal.
Haripun berganti, saat pagi hari alea mendapatkan pesan dari pak ronal yang berisi alamat lengkap  tempat ia akan ditugaskan. Aleapun bersiap untuk segera pergi bersama iyan dan bimbim yang sudah janjian.
Aleapun membawa koper yang berisi perlengkapan selama disana kedalam mobil.
Aleapun masuk kedalam mobil dengan mengenakan dres berwarna hitam, dengan rambut teruray. Aleapun mengemudikan mobilnyah ketempat iyan dan bimbim.
Sesampainya disana alea membunyikan klakson.   "Did" bimbim yang mendengar suara klakson, bimbim lekas keluar menghampiri alea sambil berteriak memanggil iyan.   "Yan! Buruan!"   Lalu tak selang lama iyanpun keluar sambil menggerutu, "iya bentar kali!" Iyan keluar menghampiri bimbim yang sudah menunggu diluar. Aleapun keluar dari mobil, "hay! Sapa alea dengan tersenyum manis.   "Wahh, lo cantik banget!" Sahut iyan memuji.   "Kalo lihat cewek cantik aja' langsung semangat! Sahut bimbim menyinggung.    "Bisa aja lo yan!" Jawab alea sambil tersenyum.
Aleapun mengajak mengajak iyan dan bimbim untuk segera berangkat.   "Yaudah kita berangkat sekarang!" Ajak alea.   "Pak ronal udah ngirimin alamatnya kan?" Tanya bimbim.   "Tadi pagi pak ronal udah ngirimin alamatnya!" Jawab alea   "oh yaudah, kita berangkat sekarang!" Pinta bimbim.   "Lo yang nyetir yah!" Pinta iyan pada bimbim.   "Ya lo yan!" Sahut bimbim yang perotes.   "Lo kan jago nyetir!" Puji iyan membujuk sambil masuk kemobil dikursi belakang, sedangkan alea duduk disamping bimbim.
Merekapun lekas berangkat, saat ditengah perjalanan alea menawarkan diri untuk bergantian menyetir.   "Loe kalo pegel, gantian nyetirnya sama gue! Tanya alea menawarkan.   "Gapapah gue kuat kok!" Jawab bimbim dengan jaim menolak.   "Perjalanan kita masih jauh loh! Takutnya loe kelelahan, dari tadi nyetir mobil!" Jawab alea.   "Gapapah, lagian loekan cewek! Masa harus nyetir sejauh ini!" Jawab bimbim mentoleransi alea.   "Sibimbim bener tuh! Loe duduk manis aja, nyetir mobil capek loh!" Sahut iyan membenarkan perkataan bimbim.   "Ohh jadi karna gue cewek! Kalian ngeremehin gue?" Jawab alea yang kesal.   "Kok loe marah sih?" Tanya bimbim menoleh ke kaca sepion yang ada didasbor mobil dengan terheran-heran melihat ekspresi kesal alea.   Sekarang loe hentiin mobilnyah!" Pinta alea yang masih marah.
Bimbimpun sontak saja menginjak rem sekaligus.   "Citt" iyan yang duduk dibelakang, kaget karena bimbim ngerem mendadak, yang membuat tubuhnya terpental.   "Biar gue yang nyetir mobilnyah!" Pinta alea dengan nada bicara sedikit tinggi.   "Loe jangan marah gitu donk! Kita gak bermaksud menyinggung loe!" Sahut iyan membujuk.   "Asal kalian tau, gue bukan cewek lemah dan manja seperti yang kalian pikirkan! Jawab alea menekankan.    "Okeh! Kita minta maaf kalau perkataan kita menyinggung perasaan loe!" Bimbim yang meminta maaf pada alea.   "Iya, kita gak ada maksud menyinggung perasaan loe! Lagipula kita gak tau, kalau loe itu tipe cewek strong dan mandiri!" Jawab iyan menjelaskan.    "Yaudahlah!" Alea melupakan perkataan mereka.
Bimbimpun kembali mengemudikan mobilnya. Saat diperjalanan bimbim membuka pembicaraan.   "Ngomong-ngomong, loe tinggal sama siapa?" Tanya bimbim.   "Gue tinggal sendiri!"   "Alasannya?" Tanya bimbim.   "Yaa, gue pengen hidup mandiri ajah! Sambil menggerakan kedua pundaknya keatas, "gue juga gakmau nyusahin orangtua gue!" Jawab alea.   "Waw!" Sahut bimbim sambil menoleh kearah alea.   "Jangan khawatir! Kkalau kamu kesepian, koling-koling! Iyan siap kapan aja!" Celoteh iyan menggoda.   "Sejak kapan loe yan, jadi pria panggilan?" Tanya bimbim sambil bercanda.   "Gapapah itu cuma sambilan aja!"   "A...,! Cewek gak nafsu sama loe yan!" Jawab bimbim terus mengolok-olok iyan. Aleapun tertawa kecil melihat tingkah mereka.
Saat mereka mulai masuk keperkampungan, mobil yang mereka tunggangi terguncang hebat karena kondisi jalan yang berbatu.   "Jegjegjeg" mobil yang berguncang dan mereka bertigapun terombanfg-ambig.   "Bimbim hati-hati!" Teriak alea yang panik.   "Hafi-hati jau!" Teriak iyan yang terombang-ambing. Bimbim yang terus mencoba mengendalikan mobilnyah, akhirnya ia berhasil menghentikan mobilnyah.   "Kalian gapapa?" Tanya bimbim yang syok.   "Kita gapapa!" Jawab alea yang keluar keringat dingin.   "Syukur lah! Sahut bimbim.   "Ini jalan atau kora-kora?" Tanya iyan yang tampak pusing karena terombang-ambing.   "Sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjalanan menggunakan mobil!" Sahut bimbim.   "Lihat, disana ada orang! Coba tanya alea yang melihat seorang bapa-bapa sedang berjalan pulang dari ladang.   "Biar gue tanya dulu!" Sahut bimbim sambil bergegas keluar dari mobil dan menghampiri bapa-bapa tersebut.   "Permisi pak! Saya mau nanya, kalau desa harapan jaya masih jauh gak yah, dari sini!" Tanya bimbim sambil menatap wajah bapak tersebut.   "Kalau darisini tidak jauh lagi, namun akses jalan kesana sangat sulit!" Jawab bapak menjelaskan.   "Kalau kita akses pakai mobil kesananya bisa gak yah pak?"   "Jangankan pakai mobil, jalan kaki saja untuk sampai disana butuh perjuangan!" Jawab bapak menjelaskan kondisi disana. Bimbimpun sejenak terdiam, lalu mengucapkan terimakasih kepada bapak itu.   "Terimakasih atas informasinya! Maaf kalau saya menyita waktu bapak!"  "Sama-sama!" Jawab bapak itu sambil bergegas pergi. Bimbimpun kembali kemobil.   "Clek" bimbim membuka pintu mobil memberitahu alea dann iyan.   "Kata bapak itu kita gak bisa kesana pakai mobil!" Kata bimbim menjelaskan sambil lekas duduk.   "Terus gimana donk?" Tanya alea dengan raut wajah bingung.    "Ya, mau gak mau kita kesana jalan kaki!" Jawab bimbim menawarkan winwin solutation.   "Kita balik lagi ajah deh!" Sahut iyan yang mengajak pulang lagi.   "Terserah sih! Jawab bimbim.   "Gak! Gue akan tetap kesana! Lagipula ini pekerjaan mulia, kita bisa membantu banyak orang!" Jawab alea yang kukuh dengan niatnya.   "Iya yan, amal dikit napa! Loe amal cuma ngisi kencleng masjid ajah, mana cuman gope lagi!" Jawab bimbim yang kembali ngejek iyan dengan candaan.   "Ya itu juga amal! Sebenarnya loe temen gue atau bukan? Wibawa gue turunnih, loe jatuhin harga diri gue didepan cewek!" Jawab iyan membalas candaan bimbim sambil lekas keluar dari mobil. Bimbim dan aleapun ikut turun.   "Gak kok yan, loe tetap berwibawa!" Jawab alea sambil menggandeng iyan.   "Yan, yan! Sahut bimbim sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil berjalan mengikuti iyan dan alea yang berjalan didepannyah.
Merekapun berjalan kaki untuk melanjutkan perjalanan. Saat diperjalanan iyan membuka pembicaraan.   "Ni pak ronal gak salah, ngirim kita ketempat ini? Mana jalannyah berbatu, mana sepi lagi!" Sahut iyan sambil mengeluh.   "Inikan sudah tugas kita, untuk menata desa ini!" Jawab alea.   "Emang loe mau ditugasin kemana?" Tanya bimbim menekankan.   "Kitakan bisa bikin bangunan dikota!" Jawab iyan mengeles.   "Emang kalau dikota, loe mau bangun apaan?" Tanya alea sambil terus berjalan.   "Ya, disana kita bisa bangun rumahtangga kita berdua!" Jawab iyan menggoda alea.   "Apa sih yan!" Jawab alea sambil tersipu malu.   "Yah, nibocah masih usaha aja!" Jawab bimbim menutup pembicaraan.
Saat mereka terus berjalan, mereka menemukan jalan buntu.   "Mana jalannya?" Tanya bimbim yang kebingungan mencari jalannya, karena didepan hanya ada jurang yang membentang.   "Mungkin ada jembatan yang bisa kita lalui!" Jawab alea.   "Mana ada jembatan! Yang ada cuma pijakan dari tanah yang dibikin seperti tangga!" Jawab iyan yang melihat pijakan itu.   "Loe bener yan! Sepertinya mereka menggunakan jalan untuk bisa sampai disana!" Jawab alea.   "Tapi ini sangat berbahaya! Bisa ajah kita terperosok kebawah, karena tangganya terbuat dari tanah!" Jawab bimbim memperingatkan.   "Yaudah! Kita coba ajah!" Sahut alea sambil mulai menuruni tangga itu.
Merekapun mulai menuruni pijakan tanahnya.   "Kalian hati-hati!" Sahut alea yang berjalan lebih dulu. Loe fokus ajah, jangan lengah!" Bimbim yang memperingatkan alea yang berjalan berjarak beberapa anak tangga diatas alea.
Saat alea menginjak anak tangga berikutnya, alea terperosok kebawah karena anak tangga yang longsor, karena musim panas yang menyebabkan tanah meluru.   "Aa...,! Teriak alea terperosok kebawah. Bimbim dan iyan yang panik, langsung meluncurr melewati longsoran tanah.   "Alea! Teriak iyan, memanggil alea.    "Buruan yan!" Pinta bimbim meminta agar lebih cepat.
Bimbim dan iyanpun sampai dibawah. Mereka langsung menghampiri alea.   "Loe gapapa?" Tanya iyan kepada alea yang terkapar.   "Kaki gue sakit banget! Kayaknya kaki gue terkilir, garagara terperosok dari atas!" Keluh alea yang kesakitan.   "Biar gue urut yah, kaki loe?" Sahut bimbim yang menawarkan diri.   "Boleh deh!" Sahut alea yang mengizinkan bimbim untuk mengurut kakinya.
Bimbimpun berjalan kehadapan alea, ia membuka sepatu alea dan mulai mengurut kakinya.   " aww!" Alea yang mengerang kesakitan.   "Sakit?" Tannya bimbim sambil menatap mata alea.    "Pelan-pelan donk loe ngurutnya!" Sahut iyan dengan nada bicara menekan.   "Ini juga pelan!" Jawab bimbim meyakinkan iyan.   "Dah!" Sahut bimbim menyudahi.   "Makasih bimbim!" Alea yang mengucapkan terimakasih.  "Yah, sama-sama sahut bimbim sambil lekas berdiri.   "Loe kuat gak, jalannya?" Tanya iyan yang masih jongkok.   "Kayaknya gue gak kuat buat jalan!" Jawab alea yang mengisaratkan jika ia tidak kuat untuk berjalan.   "Jau! Loe bawa tas gue sama punya dia! Biar alea gue yang gendong!" Sahut iyan sambil melemparkan tasnya pada bimbim.   "Okeh!" Jawab bimbim. Iyanpun membangunkan alea, "yuk! Sahut iyan sambil membangunkan alea. Lalu aleapun berdiri dengan tertatih-tatih.   "Yuk! Pinta iyan agar naik ke gendongngannya sambil membungkukan badannya. Lalu aleapun merangkul pundak iyan dan menaiki pungggungnyah.   "Heu!" Iyan yang mengangkat badan alea dan menggendongnya.
Lalu merekapun kembali berjalan.   "Makasih yah yan! Ternyata loe cowok bertanggung jawab!" Sahut alea yang mengucapkan terimakasih sambil memujinyah.   "Yah masa gue ninggalin loe!" Jawab iyan yang menunjukan rasa empatiknya.
Bimbim yang membawa tas iyan dan alea berjalan dibelakang iyan.   "Yan, yan! Kayaknya kita harus mnaiki anak tangga kayak gini lagi deh!" Sahut bimbim yang menemukan anak tangga untuk pijakan keatas diiujung tepian jurang. Iyan yang kelelahan karena berjalan lumayan jauh sambil menggendong alea, iapun menurunkan alea. Aleapun mengambil air ditasnya, lalu memberikannya pada iyan yang sedang duduk beristirahat.    "Nih yan, minumnya!" Sahut alea sambil menyodorkan botol minum yang sudah dibukakan tutupnyah oleh alea. Iyanpun mengambil botol minum dari tangan alea dan meminumnya. "Lak laklaklak" iyan meminum airnya tampak kelelahan.
Bimbimpun mengambil botol minum ditasnya lalu menghampiri iyan dan alea, lalu ia meminum minumanyah sambil lekas duduk disamping iyan.   "Laklaklak" bimbim yang meminum air mineral.   "Bagaimana cara kita naik keatas?" Tanya bimbim.   "Kayaknya loe harus naik keatas duluan, lalu dari atas loe sodorin tali dari atas lalu gue iketin ke badan gue dan kebadan alea, agar kita bisa naik keatas dengan selamat!" Jawab iyan memberi saran.   "Maaf yah! Kalau gue bikin kalian susah!" Sahut alea meminta maaf dengan raut wajah penuh rasa bersalah.   "Santay ajah kali! Loe kayak sama siapa ajah!" Jawab bimbim dengan ekspresi soladeritasnya.   "Baiklah! Kalau gitu gue naik duluan!" Sahut bimbim berpamitan sambil lekas berdiri dan menggendong tas miliknya.
Bimbimpun lekas berjalan untuk naik keatas.   "Hati-hati jau!" Sahut iyan memperingatkan bimbim.   "Okeh!" Jawab bimbim sambil mulai menaiki pijakan tangganya, dengan nada bicara terenga-enga. Bimbimpun terus menaiki anak tangganya dengan konsenterasi dan perjuangan.
Saat ditengah perjalanan, alea meneriaki bimbim.   "Hati-hati bimbim!" Teriak alea yang khawatir.   "Hati-hati jau!" Teriak iyan. Bimbimpun terus menaiki anak tangga itu, sampai akhirnya ia sampai diatas.
Setelah sampai diatas, bimbim mencari balabantuan, bimbimpun berjalan tidak jauh dari tepian jurang dan iapun melihat seorang perempuan yang sedang berjalan.   "Bak! Bak!" Panggil bimbim menghentikan perempuan itu' lalu perempuan itupun berhenti dan menoleh kearah bimbim.   "Iyah! Ada yang bisa sayah bantu?" Sahut perempuan itu sambil berbalik kearah bimbim.   "Tuktuktuk" bimbim berjalan menghampiri perempuan itu.   "Bak, saya dari kota yang ditugasin kedesa harapan jaya, untuk membuat akses jalan penghubung  dari desa kekota!" Bimbim yang menjelaskan maksud dan tujuannya.   "Ohh! Mas arsitek yang diceritakan pak kades itu!" Sahut perempuan itu yang sudah mengetahui akan kehadirannya.   "Iyah! Tapi 2 teman saya masih ada dibawah!" Sahut bimbim memberitahu.   "Yaudah, kita kesana sekarang!" Sahut perempuan itu yang mengajak untuk menghampiri alea dan iyan yang masih berada dibawah.   "Mari!" Sahut bimbim sambil lekas berjalan.
Sesampai ditempat tadi, "mereka masih berada dibawah sana!" Sahut bimbim menunjuk kearah iyan dan alea berada.   "Yaudah, kita turun!" Sahut perempuan itu yang hendak akan turun kebawah.   "Eh, bak! Jangan kebawah!" Sahut bimbim sambil menarik tangan perempuan itu,, melarang untuk turun.   "Kita pakai tali untuk menarik mereka!" Pinta bimbim memberikan saranya sambil mengambil tali dari dalam tasnya.
Bimbimpun mengulurkan talinya kebawah sambil memanggil iyan.   "Yan!" Teriak bimbim dengan nada panjang.   "Iyan yang masih terdudukpun langsung berdiri dan membalikan badanya kebelakang lalu menoleh ke atas.   "Loe ikat dulu tas punya loe dan punyanyah alea!" Pinta bimbim sambil berteriak dan menurunkan talinya. Lalu iyanpun mengikatkan tas punyanyah dan punya alea.   "Okeh! Tarik!" Teriak iyan. Bimbimpun menarik talinya keatas.
Sesampainya diatas. "Tarik!" Pinta bimbim pada wanita itu.   "Iyah" sahut bimbim yang terus menarik talinya. Setelah tas itu sudah sampai diatas, perempuan itupun mengambil tasnya dan melepaskan ikatanya. Bimbimpun mengambil tali satunya lagi dari tasnya, lalu ia mengulurkan tali itu kebawah.   "Ayo ulurkan tali itu kebawah!" Pinta bimbim untuk mengulurkan tali yang berada ditangan perempuan itu juga.
Bimbimpun kembali menunduk kebawah lalu meneriaki iyan.   "Yan! Ikat talinya kebadan loe dan ikatkan tali yang satunya ke badan alea!" Pinta bimbim sambil terus menurunkan talinya. Lalu iyanpun mengikat tubuh alea terlebih dahulu.   "Ayo ikat dulu badan loe!" Pinta iyan sambil lekas mengikatkanya pada badan alea sambil duduk karena kaki alea yang masih sakit yang membuatnya belum bisa berdiri.
Setelah iyan mengikat badan alea dengan kuat, lalu iya mengikatkan tali kebadannya. Sedangkan bimbim diatas mengikatkan kedua tali itu menjadi satu.   "Biar aku satukan talinya! Agar lebih mudah menarik mereka!" Pinta bimbim.   "Baiklah! Inih!" Sahut perempuan itu sambil memberikan tali itu kepada bimbim. Lalu bimbimpun mengikatkan kedua tali itu menjadi satu.
Setelah bimbim selesai' iapun kembali berteriak kepada iyan.   "Yan! Udah siap, belum?" Tanya bimbim. Iyanpun mengajak alea agar segera naik kepunggungnya     "ayoh naik!" Pinta iyan sambil merrundukan badanya. Lalu aleapun berdiri dan naik ke punggung iyan.   "Hep" iyan menggendong alea.   "Pegang pungung       "pegang punggung gue erat-erat!" Pinta iyan.   "Iyah!" Jawab alea sambil merangkul iyan dengan erat.
Iyanpun meneriaki bimbim.    "Kita sudah siap!" Teriak iyan.   "Okeh!" Sahut bimbim menarik talinya sambil berjalan kebelakang, agar tidak kewalahan.   "Tarik talinya!" Pinta bimbim dengan napas terputus-putus, karena menarik beban yang berat.
Sementara iyan dibawah berusaha keras untuk naik keatas sambil menggendong alea.    "Iyah!" Sahut iyan menaiki satu demi satu anak tangga.   "Pegangan yang kuat!" Pinta iyan pada alea dengan terenga-enga. Lalu aleapun melingkarkan tanganya kepundak iyan dengan kuat' sementara bimbim terus menarik talinya bersama perempuan itu.
Iyanpun hampir sampai diatas.   "Sedikit lagi kita sampai!" Sahut iyan sambil berhenti sejenak untuk mengumpulkan tenaga.   "Ayo iyan, loe pasti bisa!" Sahut alea menyemangati iyan.   "Okeh!" Sahut iyan sambil kembali melangkahkan kakinya. Iyanpun sudah berada di lima tangga terakhir.   "Ayo sedikit lagi yan!" Sahut bimbim yang melihat kalau iyan sudah diatas.    "Bantuin dia!" Pinta bimbim pada perempuan itu' sambil terus menarik talinya.
Perempuan itupun menghampiri iyan.   "Ayo pegang tangan saya!" Sahut perempuan itu sambil mengulurkan tanganya. Lalu iyanpun meraih tangan perempuan itu.   "Iyah" iyan berpegangan padanya, lalu perempuan itu menarik tangan iyan.
Iyan dan aleapun telah sampai diatas, lalu ia menurunkan alea.   "Akhirnya sampai juga kita disini!" Sahut iyan sambil melepaskan tali dibadannya. Lalu iyanpun meminum air mineral sisa tadi.   "Syukurlah! Kalian sampai disini dengan selamat!" Sahut perempuan itu.   "Terimakasih, embak sudah menolong kami!" Sahut bimbim mengucapkan terimakasih.   "Iyah, sama-sama! Kaliankan datang kesini untuk kepentingan desa ini. Jadi sudah sewajarnya saya membantu kalian!" Sahut perempuan itu dengan ekspresi wajah polos, karena ia seorang gadis desa.   "Ngomong-ngomong, kita belum kenalan!" Sahut bimbim mengajak kenalan.   "Saya pertiwi, kalian panggil saja saya tiwi!" Sahutnya memperkenalkan diri   "bimbim!" Sahut bimbim sambil mengulurkan tangannya mengajak berjaba tangan.   "Iyan!" Sambil lekas berdiri untuk berjaba tangan. Lalu tiwi menghampiri alea yang sedang duduk.   "Tiwi!" Sahut tiwi sambil mengulurkan tangannya.   "Alea! Maaf kaki saya sakit" jawab alea meminta maaf, karena berjaba tangan sambil duduk.   "Kaki kamu kenapa?" Tanya tiwi berempatik.    "Tadi saya terperosok' saat hendak turun kebawah!" Jawab alea menjelaskan sambil menatap wajah tiwi yang sedang berdiri.   "Coba saya lihat!" Sahut tiwi sambil lekas duduk dan memeriksa kaki alea.   "Yasudah kita temui pak kades sekarang! Biar nanti disana kamu bisa diobati!" Sahut tiwi mengajak mereka bertemu dengan pak kades.   "Yaudah, kita kesana sekarang!" Pinta iyan yang bersemangat.   "Mari!" Sahut tiwi mempersilahkan.   "Iyan! Jangan tinggalin gue!" Sahut alea dengan nada bicara sedikit tinggi.
Iyanpun menghampiri alea dan lekas menggendongnya.   "Ayoh!" Sahut iyan sambil membungkukan badannya. Tiwipun membantu alea untuk berdiri. "Heup" alea naik kepunggung iyan.
Merekapun lekas berjalan, saat diperjalanan tiwi membuka pembicaran.   "O. Yah! Jadi yang akan mengarsiteki untuk membangun jalan didesa in, adalah kalian bertiga?" Tanya alea.   "Sebenarnya arsiteknya dia! Kita hanya mendampingi!" Jawab bimbim menjelaskan sambil menunjuk alea.   "Oh, jadi yang arsitek itu embak!" Sahut tiwi dengan ekspresi kagum terhadap alea.   "Iyah saya arsiteknya!" Jawab alea.   "Hebat! Embak bisa menjadi seorang arsitek, padahal embak seorang perempuan!" Sahut tiwi memberikan pendapatnya pada alea.   "Kamu taukan, bahwa kartini telah memberikan kedudukan yang sama anrara lakilaki dan perempuan! Jadi tidak ada lagi garis yang menjadi pembatas antara status sosial lakilaki dan perempuan!" Jawab alea memberikan pendapatnya.   "Saya pernah membaca tentang raden ajeng kartini, tapi didesa ini perempuan dianggap sebelah mata. Bahkan perempuan didesa ini tidak boleh mengenyam pendidikan yang lebih tinggi!" Tiwipun menjelaskan keadaan didesanya.   "bukanya semua warga berhak mendapatkan pendidikan yang layak? Bukan hanya pada lakilaki saja' tapi perempuanpun berhak mendapatkanya!" Jawab bimbim berpendapat.   "Tapi warga disinih hanya berpedoman pada orang-orang terdahulu, jadi sulit untuk merubah tradisi yang sudah berlangsung sejak dari dulu!" Jawab tiwi.
Merekapun telah sampai dikantor desa.   "Kalian tunggu disini! Biar saya panggil pak kades!" Pinta tiwi agar menunggu di lobi.   "Baik, kita akan menunggu disini!" Sahut bimbim sambil lekas duduk, diikuti iyan yang mennurunkan alea untuk beristirahat sejenak
Tiwipun bergegas masuk untuk memanggil pak kades yang merupakan ayahnya sendiri.   "Tuktuktuk" tiwi yang mengetuk pintu.   "Pa! Orang-orang kota itu sudah sampai disini. Mereka ada didepan!" Sahut tiwi memberitahukan ayahnya.   "Baiklah bapa akan menemui mereka sekarang!" Jawab pak kades yang bergegas menemui mereka.
Tiwipun kembali menghampiri mereka bersama pak kades.   "Mereka orang-orang dari kota itu!" Sahut tiwi memberi tahu pak kades saat didepan mereka.    "Oh, ini arsitek yang akan membangun desa ini!" Sahut pak kades menyambut mereka dengan ramah. Lalu bimbim dan iyanpun lekas berdiri dan berjaba tangan dengan pak kades.   "Bimbim!" Sahut bimbim memperkenalkan diri sambil berjaba tangan.   "Hardi!" Jawab pak kades memperkenalkan diri.   "Iyan!" Sahut iyan. "Hardi!" Jawab pak kades.    "Dan ini embak aleaa, arsiteknya!" Sahut tiwi memperkenalkan alea pada ayahnya.   "Oh, arsiteknya perempuan toh!" Jawab pak kades terheran-heran.   "Bapak jangan khawatir! Walapun saya seorang perempuan, tapi saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya agar bermanfaat untuk desa ini!" Jawab alea dengan rasa penuh percaya diri.   "Baiklah saya tidak akan meremehkan kemampuan kalian! Saya yakin kalian tidak akan mengecewakan warga kami!" Sahut pak kades yang mempercayai mereka bertiga.   "Terimakasih, karna bapak telah mempercayai kami untuk mengemban tugas inih!" Sahut bimbim.   "Yah, sama-sama!" Sahut pak kades.   "Tiwi! Kamu antarkan mereka, agar mereka bisa beristirahat!" Sahut pak kades meminta pada tiwi.   "Mari!" Sahut tiwi mempersilahkan mereka untukk pergi kerumah yang telah disediakan.
Aleapun lekas berdiri, "biar gue coba jalan! Loe pasti capek, karna udah ngegendong gue terus!" Pinta alea.   "Loe yakin?" Tanya iyan.   "Yah, gue bisa kok!" Jawab alea meyakinkan iyan.   "Baiklah, kalau itu mau loe!" Jawab iyan membiarkan alea untuk berjalan sambil menuntun alea.   "Ayoh!" Ajak iyan sambil lekas berjalan.
Merekapun sampai dirumah yang telah disediakan, karena jarak dari kantor desa dan rumah itu tidak terlalu jauh.   "Ini rumahnya! Kalian bisa tinggal disini, selama kalian bertugas didesa kami!" Sahut tiwi sesampainya disana. Tiwipun berjalan lalu membukakan pintu untuk mereka.   "Ceklek" pintu dibuka "silahkan masuk!" Sahut tiwi mempersilahkan.
Merekapun bergegas masuk ke dalam.   "Kalian beristirahatlah!" Pinta tiwi.   "Tiwi!" Makasih karena kami telah diterima dengann baik!" SAHUT alea mengucapkan terimakasih.   "Sama-sama, kalau begitu' saya pamit!" Jawab tiwi sambil berpamitan. Tiwipun bergegas pergi dari tempat itu.   "Makasih tiwi!" Sahut bimbim saat tiwi berjalan keluar dengan nada bicara agak keras.
Merekapun melakukan aktivitasnya masing-masing dirumah itu. Bimbim yang tiduran dikursi sambil memainkan ponselnya, iyan yang mengambil handuk di dalam tasnya, "kayaknya kalo mandi seger nih!" Sahut iyan sambil bergegas kekamar mandi. Sedangkan alea berjalan-jalan diteras rumah untuk melatih kakinya.
Haripun menjelang malam' aleapun masuk kedalam,   "kaki loe udah gak sakit lagi?" Tanya iyan yang baru beres mandi, kepada alea yang berjalan masuk dari luar.   "Lumayanlah! Sekarang kaki gue udah bisa pake jalan. Tadi gue coba latihan didepan!" Jawab alea dengan ekspresi yang menunjukan jika ia sudah membaik.   "Syukur deh, kalau kaki loe udah baikan!" Jawab iyan. Saat iyan dan alea sedang berbicara' tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.   "Tuktuktuk" lalu iyanpun menghiraukan suara ketukan pintu itu.   "Siapa yang datang?" Sahut iyan sambil bergegas untuk membuka pintu. "Ceklek" iyan membukakan pintu.   "Tiwi!" Sahut iyan menyapa.   "Saya membawakan makanan untuk kalian! Kalian pasti lapar!" Sahut tiwi dengan membawa rantang makanan ditanganya.   "Wahh! Tau ajah kalau kita belum makan!" Sahut iyan tersemeringah.   "Hay, tiwi!" Sahutt alea yang datang menghampiri dengan tersenyum.   "Kaki embak sudah membaik?" Tanya tiwi yang melihat alea sudah bisa berjalan.   "Iyah! Kaki gue udah membaik! Eh, loe jangan panggil gue embak donk! Panggil ajah alea, biar enggak canggung!" Pinta alea.   "Baik bak alea! Eh alea! Sahut tiwi yang kembali memanggil alea.   "Yaudah kita masuk ajah!" Sahut alea mengajak untuk masuk.
Merekapun masuk kedalam. Saat mereka sedang masuk' iyan memanggil bimbim yang sedang berada dikursi.   "Jau! Lihat nih, siapa yang datang?" Sahut iyan memberi tahu.   "Siapa? Sahut bimbim bertanya, sambil bergegas menghampirinya.   "Tiwi!" Sahut bimbim yang melihat tiwi, sambil tersemeringah.   "Iyah! Saya kesini membawa makanan untuk kalian!' Jawab tiwi menjelaskan kedatanganya.   "Yaudah, kalian makan dulu! Kalian pasti sudah laparkan?" Sahut tiwi meminta agar memakan makanan yang dibawanya.   "Ayoh kita makan bareng-bareng!" Sahut bimbim mengajak makan malam bersama.   "Yuk!" Sahut alea.   "Kalian ajah yang makan! Saya sudah makan, tadi dirumah!" Sahut tiwi menolak ajakan bimbim.   "Ayolah! Kalau kamu sudah makan. Kamukan bisa nemenin kita makan!" Sahut bimbim membujuk.   "Baik! Tapi saya cuma nemenin kalian aja!" Sahut tiwi mengiyakan permintaan bimbim.   'Yuk!" Sahut alea sambil lekas berjalan.   "
Merekapun bergegas kemeja makan.   "Kalian duduklah! Biar saya menyiapkan piringnya!" Pinta tiwi. Tiwipun bergegas menyiapkan piringnya. Sementara alea, bimbim dan iyan lekas duduk.   "Ngek" mereka menggeserkan kursinya.   "Perut gue udah keroncongannih!" Sahut iyan yang sudah merasa lapar.   "Sabar! Bentar lagi makanannya datang!" Jawab alea meminta iyan agar bersabar.   "Taunih, kayak yang gak makan seminggu ajah!" Sahut bimbim menyindir.   "Wajarlah kalau gue kelaparan. Tenaga gue terkuras habis!" Jawab iyan mencari alasan.   "Oh, jadi loe gak iklas nih, nolongin gue?" Tanya alea   "gak iklas tuh loe yan!" Sahut bimbim kembali menyindir iyan.   "Maksud gue bukan gitu!" Jawab iyan mencoba mengelak. Namun saat iyan ingin menjelaskan, tiba-tiba tiwi datang menghampiri.   "Sudah jangan berantem! Makanannya sudah siap. Kalian bisa makan sekarang!" Sahut tiwi sambil meletakan makanannya diatas meja.    "Makasih tiwi, maaf kalau kita banyak ngerepotin kamu sahut alea    "kalian gak ngerepotin. Justru kami yang harus berterimakasih, karena kalian bersedia membantu kami!" Jawab tiwi sambil menyiapkan minumanya.   "Kamu gak perlu berterimakasih pada kami! Karna itu sudah tugas kami!" Sahut bimbim.   "Silahkan dimakan! Maaf kalau makanan disini tidak seenak makanan dikota!" Jawab tiwi mempersilahkan.   "Gak apa-apa! Ini saja sudah cukup!" Jawab alea.   "Kamu gak ikut makan?" Tanya bimbim pada tiwi sambil menatap kearahnya.   "Iyah, bareng ajah sama kita!" Sahut iyan mengajak tiwi.   "Silahkan, kalian saja makan!" Jawab tiwi kembali menolak, sambil lekas duduk.   "Oh, iyah! Besok kamu bisa mengantar kami keliling desa!" Pinta alea sambil lekas makan.   "Oh, bisa kok! Kebetulan bapak akan mengenalkan kalian pada warga. Jadi kita bisa berjalan-jalan lalu setelah itu' kita bertemu warga!" Jawab tiwi. Aleapun menganggukan kepalanya sambil melanjutkan makannya.
Ditempat lain, pak kades sedang berbincang dengan istrinya yang bernama risma wati.   "Bu! Bapak khawatir kalau warga tidak akan menerima' jika arsitek yang akan membuat akses jalan didesa ini adalah seorang perempuan!" Sahut pak hardi dengan ekspresi khawatir.   "Warga pasti akan mengerti, karena ini untuk kebaikan mereka juga!" Sahut bu risma wati memberi pandangan, sambil memberikan segelas kopi kepada suaminya yang sedang duduk dikursi. Ibu risma watipun meletakan gelas kopinya dimeja di depan pak hardi, lalu ia bergegas duduk disamping pak hardi dan melanjutkan pembicaraan.   "Iyah! Tapi pola pikir warga berbeda dengan kita. Belum tentu apa yang menurut kita benar, benar untuk mereka!" Jawab pak hardi dengan nada bicara sedikit menekan.   "Sudahlah pak! Jangan terlalu dipikirkan, kita lihat sajah nanti apa yang akan terjadi!" Jawab ibu risma wati, meminta suaminya agar tidak memikirkan permasalahan ini. Pak hardipun lalu meminum kopinya dan pembicaranpun terhenti disana.
Ditempat lain, alea, bimbim dan iyan telah selesai makan malam. Tiwipun berpamitan pulang, karena hari sudah malam.   "Kalau begitu, saya pamit pulang! Besok saya kesini lagi, untuk nemenin kalian keliling desa!" Sahut tiwi sambil pamit pulang.   "Mau saya antar, pulangnya?" Sahut bimbim menawarkan untuk mengantar tiwi pulang.   "Iyah bener! Biar bimbim yang mengantar kamu pulang, lagipula ini sudah malam. Gak baik cewek jalan sendirian malam-malam!" Jawab alea yang menyetujui bimbim mengantar tiwi.   "Gak usah! Lagipula dari sini kerumah, deket kok! Jadi gak perlu repot-repot nganterin saya pulang!" Jawab tiwi menolak untuk diantar pulang.   "Kamu yakin, mau pulang sendiri?" Tanya alea.   "Yah! Saya bisa pulang sendiri!" Jawab tiwi.   "Yaudah, kalau begitu kamu hati-hati dijalanya!" Sahut alea memperingatkan.   "Kalau begitu, saya pamit pulang! Asalammualaikum!" Sahut tiwi sambil bergegas pulang.   "Walaikum salam!" Sahut alea.   "Walaikumsalam!" Sahut bimbim menjawab salam.   "Hati-hati tiwi!" Sahut iyan dengan nada bicara sedikit berteriak.
Tiwipu bergegas pulang. Alea, bimbim dan iyanpun masuk kedalam. "Ceklek" alea menutup pintu.   "Kalian istirahat! Agar besok kembali vit!" Sahut alea menyuruh bimbim dan iyan untuk beristirahat.   "Iyah nih, badan gue pegel-pegel!" Sahut bimbim sambil menjamah tangannya.   "Gue juga mau tidur, dah ngantuk!" Sahut alea yang menguap sambil menutup milutnya menggunakan telapak tangannya.   "Tidurnya mau iyan temenin!" Sahut iyan menggoda alea.   "Oh gak perlu repot-repot iyan' gue bisa tidur sendiri!" Sahut alea sambil tertawa tertahan.   "Ayo ahh, loe bahaya kalo dilepas!" Sahut bimbim sambil membawa iyan ke kamar.   "Emangnya gue gigit!" Sahut iyan.   "Loe gak ngigit, tapi loe nerkam' waw!" Sahut bimbim menyontohkan sambil mengaum. Bimbim dan iyanpun masuk kedalam kamar. Aleapun tersenyum melihat kedua temennya, dengan gestur memeluk dadanya' tak selanglama, aleapun pergi kekamar.
Malampun berlalu. Saat pagi menjelang alea, bimbim dan iyan bersiap, untuk pergi jalan-jalan keliling desa.   "Tuktuktuk" suara ada yang mengetuk pintu.   "Bentar!" Sahut bimbim sambil bergegas membukakan pintu. "Ceklek" bimbim membuka pintu.   "Tiwi!" Sahut bimbim sambil tersenyum tersemeringah.   "Kalian sudah siap?" Tanya tiwi dengan dandanan natural namun ia terlihat cantik.   "Alea sama iyan masih didalam. Mungkin masih bersiap!" Jawab bimbim.   "Oh!" Jawab tiwi.   "Kamu hari ini kelihatan cantik!" Sahut bimbim memuji tiwi.   "Makasih!" Jawab tiwi yang salah tingkah sambil tersenyum.   "Woy!" Sahut alea yang datang mengagetkan mereka.   "Mana siiyan?" Tanya bimbim sambil membalikan badanya kearah alea.   "Iyan! Buruan!" Sahut alea memanggil iyan sambil meletakan telapak tangannya disamping bibirnya.   "Iyah ini gue udah siap!" Sahut iyan datang menghampiri mereka.   "Ayo kita berangkat sekarang!" Sahut alea.   "Yuk!" Sahut bimbim.
Merekapun bergegas pergi. Saat diperjalanan alea membuka pembicaraan.   "Kegiatan warga disini' semuanya bertani?" Tanya alea yang melihat para warga yang sedang bekerja diladang.   "Yah! Rata-rata warga disini berpropesi sebagai petani. Namun kami tidak bisa mendistribusikan hasil panen kami, karena terkendala oleh inspratuktur jalan yang memadai!" Jawab tiwi menyampaikan keluh kesahnya  sedangkan iyan yang memisahkan diri untuk bermain-main.   "Sepertinya dari tadi gue tidak melihat ibu-ibu dan para perempuanya?" Tanya bimbim.   "Itu dia! Perempuan disini setelah mereka menikah, mereka hanya sibuk mengurus anak dan suami saja' meskipun mereka punya kemampuan lebih, tetapi mereka dilarang untuk berkembang!" Jawab tiwi.   "Sayang banget kalau kemampuan mereka tidak dikembangkan! Padahal seorang perempuan bisa berkalir tanpa harus mengabaikan kewajibannya sebagai seorang istri untuk suaminya dan seorang ibu untuk anaknya!" Sahut alea memberikan pandanganya.   "Yah, tapi kita tidak bisa merubah cara pandang mereka!" Jawab tiwi.   "Gue yakin' kalau cara pandang mereka bisa berubah terhadap perempuan, jika kita yakin dan bisa membuktikan jika perempuan bisa setara dengan laki-laki' walawpun derajat seorang laki-laki diciptakan lebih tinggi dibanding perempuan, setidanya perempuan tidak dianggap sebelah mata!" Jawab alea memberikan pandangannya.   "Yah, semoga semua berjalan dengan lancar' seperti yang kita harapkan!" Sahut tiwi berharap.   "Amin!" Sahut alea.   "Amin! Semoga tuhan mendengar do'a kita!" Sahut bimbim.
Merekapun terus berjalan.   "Ngapain tuh siiyan?" sahut bimbim melihat iyan yang sedang menangkap kupukupu.   "Yan! Loe lagi ngapain?" Teriak bimbim memanggil iyan. Lalu iyan menolehnya dan menghampiri mereka dengan membawa wadah yang berisi kupukupu tangkapanya.   "Loe lagi ngapain disana, anteng banget loe disana?" Tanya alea saat iyan datang menghampiri mereka.   "Lihat nih, apa yang gue bawa!" Sahut iyan sambil memberikan wadah yang berisi kupukupu kepada alea.   "Apah ini?" Tanya alea menanyakan wadah ditanganya, yang diberikan iyan kepadanya.   "Buka ajah!" Pinta iyan. Lalu aleapun membuka tutup dari wadah itu, lalu keluarlah kerumunan kupukupu dari wadah tersebut.   "Wahh!" Sahut alea dengan ekspresi terperangah melihat keindahan kerumunan kupukupu yang berterbangan keatas.   "Wahh! Kak iyan romantis banget!" Sahut tiwi yang memuji iyan dengan ekspresi tersemeringah.   "Loe suka?" Tanya iyan kepada alea    "ihh, kenapa loe tangkap kupukupunya?" Sahut alea sambil mendorong iyan kebelakang, lalu alea bergegas pergi dengan ekspresi salah tingkah.   "Loh kok loe marah sih?" Sahut iyan meneriaki alea yang beranjak pergi.   "Apa semua cewek kayak gitu yah? Tanya iyan yang heran.   'Mending loe kejar dia! Dia sebenernya suka dikasih kejutan" cuma dia gengsi buat ngakuinnya, maklumlah cewek emang gitu!" Sahut bimbim memberikan saran dan masukan kepada iyan.   "Kalo gitu gue cabut' gue mau ngejar dia!" Sahut iyan dan bergegas pergi.   "Goodluck bro!" Sahut bimbim meneriaki iyan memberikan semangat' saat iyan lekas pergi mengejar alea.
Tiwipun menggelitikin bimbim dengan candaanya.   "Ohh, jadi perempuan kayak gitu yah!" Sahut tiwi sambil menggelitiki bimbim.   "Ehh!" Sahut bimbim yang kegelian' sambil lekas berlari.   "Hey, jangan lari!" Sahut tiwi sambil mengejar bimbim. Merekapun asik bercanda bersama.
Ditempat lain, iyan menghampiri alea yang sedang duduk sendiri melihat pemandangan desa. Lalu iyanpun duduk disamping alea.   "Loe gak suka yah, apa yang gue lakuin ke loe barusan!" Tanya iyan dengan serius.   "  "bukannya gitu yan! Gue bingung harus bersikap kayak gimana ke loe!" Jawab alea sambil menyingkapkan rambutnya ke sela kupingnya. Lalu bimbim dan tiwi yang sedang kejar-kejaran' datang menghampiri iyan dan alea yang sedang berduaan.   "Kamu jangan kabur!" Sahut tiwi yang terus menggelitik bimbim.   "Haha! Ampun!" Sahut bimbim yang kegelian, sambil terus bercanda.
Lalu aleapun lekas berdiri,   "guys! Kayaknya pak kades udah nunggu kita deh!" Sahut alea.   "Yaudah kita kesana sekarang!" Sahut iyan sambil lekas berdiri.   "Yo!" Sahut bimbim.   Merekapun bergegas pergi, untuk menemui pak kades yang akan mengenalkan mereka kepada warga.
Merekapun sampai dikantor desa' yang kebetulan pak kades sedang berdiskusi dengan warga, lalu mereka datang dan menghampiri.   "Ini dia orang yang kita tunggu-tunggu! Yang akan membangun akses jalan penghubung dari desa kita kekota. Sehingga perekonomian warga desa harapan jaya akan terbantu, jika proyek pembangunan jalan ini segera terrealisasi! Jadi para warga sekalian saya berharap kalian bisa membantu agar pembangunan peroyek berjalan dengan lancar!" Pak kades yang panjang lebar berpidato didepan warganya serta memberi himbawan.   "Kami pasti akan mendukung progam pak kades, karna ini harapan semua warga desa sini untuk mendapatkan akses jalan yang mudah untuk warga!" Sahut reno perwakilan warga mengemukakan suaranya.   "Pak kaddes! Yang mana yang akan mengarsiteki proyek pembangunan jalan didesa kita ini?" Tanya pak daman' salah satu warga desa.   "Yang pasti dua laki-laki hebat ini pak daman memang siapa lagi?" Sahut reno.   "Tapi mereka datang bertiga' lalu perempuan itu siapa?" Tanya pak daman.   "Mungkin dia adalah salah satu istri mereka!" Jawab reno berspekulasi.   "Sudah-sudah, jangan ribut! Biar saya kenalkan dulu mereka' yang ini namanya bimbim, yang ini adalah iyan dan yang perempuan ini adalah alea dan alea inilah yang akan mengarsiteki proyek pembangunan jalan didesa ini' dan mereka berdua ini yang akan membantu dalam mengemban tugasnya!" Jawab pak kades menjelaskan. Namun reno sontak menolak dan memancing kemarahan warga lainya.   "Tidak mungkin seorang perempuan akan membangun jalan didesa ini!' Sahut reno dengan nada bicara tinggi.   "Kami tidak setuju jika dia yang akan mengarsiteki proyek jalan didesa ini! Ini sama saja, dia telah menginjak-injak harga diri para laki-laki didesa ini!" Sahut pak daman yang marah tida menerima. Begitupun dengan warga lainya yang tidak menerima dengan keputusan pak kades yang menunjuk alea sebagai arsiteknya' hanya karna alea seorang perempuan.   "Semuanya harap tenang! Kita bisa menyelesaikan masalah ini dengan tenang' tanpa ada kekerasan!" Sahut pak kades menenagngkan warganya   "pak kades! Bagaimana kita bisa tenang' jika ada orang yang akan menginjak-injak martabat dan kehormatan warga desa harapan jaya, khususnya para peria!" Jawab reno menyampaikan kekhawatirannya.   " ya, kami tidak setuju jika dia mengerjakan proyek pembangunan desa ini!" Sahut pak .   "Begini bapak-bapak, ibu-ibu: beri saya waktu untuk membuktikan jika saya mampu untuk membangun akses jalan bagi warga desa ini, walaupun saya seorang perempuan' tapi itu bukanlah menjadi sebuah pagar penghalang niat saya untuk menolong warga desa!" Sahut alea menjelaskan dann memberikan pengertian kepada warga desa jika niatnya tidaklah buruk seperti yang dituduhkan para warga.   "Yang dikatakan alea ini benar! Berikanlah dia kesempatan untuk membuktikan jika dirinya layak mendapatkan tanggung jawab ini!' Sahut pak kades memberikan pengertian pada warganya. Namun para warga tetap menolaknya.   "Pokoknya kami tidak setuju- walaupun niatnya itu baik!" Sahut pak daman dengan nada bicara keras, menolak alea.   "Ya! Kami tidak setuju!" Sahut warga yang lainnya dengan kompak menolak alea.   "Bapak-bapak, ibu-ibu! Beri saya waktu 1 bulan untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Jika ssaya gagal, saya akan menyerah dan pergi dari desa ini!" Sahut alea dengan keberanianya menantang warga dessa.   "Baiklah! Kami akan memberi kesempatan' tapi hanya dalam waktu 2 minggu saja untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Jika dia gagal maka dia akan kami usir secara paksa dari desa ini!" sahut reno memberikan kesempatan serta ancamannya.    "Baik!! Saya terima tantangan kalian! Dalam waktu 2 minggu saya akan mbangun akses jalan bagi wwarga desa dan akan saya akan menyelesaikannya! Sahut alea dengan tekatnya, ia menerima tantangan dari warga.   Pembicaraanpun berhenti disana wargapun membubarkan diri.
Pak kadespun menanyakan keputussan alea yang berani.   "Apa kamu yakin dengan keputusan kamu itu? Hanya 2 minggu kamu harus menyelesaikan pekerjaan ini!' Tanya pak kades.   "Yah! Saya akan menyelesaikan pekerjaan ini! Para warga telah memberikan kesempatan, jadi saya tidak boleh menyia-,nyiakannya!" Jawab alea dengan optimis.   "Tapi hanya waktu 2 minggu' bagaimana kita bissa menyelesaikannya? Belum lagi terkendala oleh pendistribusian bahan bangunanya. Loe tau sendiri untuk bisa sampai disini sangat sulit!" Sahut bimbim yang ragu.   "Kalian jangan khawwatir! Jika kita yakin, kita pasti bissa!" Jawab alea meyakinkan mereka   "kalian jangan khawatir! Saya akan membantu sebisa saya!" Sahut pak kades yang siap membantu.   "Terimakasih, pak! Saya berjanji tidak akan mengecewakan kalian!" Jawab alea, berjanji pada dirinya sendiri.
Pembicaraanpun berakhir disana' merekapun kerumah. Saat dirumah, aleapun menghubungi pak ronal.   "Tut...," alea menelpon pak ronal.   "Halau!" Jawab pak ronal ditelpon.   "Halau pak! Ini alea!" Sahut alea.   "Iya alea! Bagaimana kabar kamu disana, apa semuanya lancar?" Sahut pak ronal yang bertanya keadaan disana.   "Begini pak! Saya minta bapak segera mengirim semua bahan bangunan kesini! Saya minta cepat, karena saya tidak punya banyak waktu!" Sahut alea meminta dengan sangat' agar pak ronal segera mengirim bahan keperluan untuk membuat akses jalan.   "Baik! Saya akan segera mengirimnya kesana!" Jawab pak ronal. Pembicaraanpun berakhir. Aleapun segera menggambar rancangan konstruksi jalannya.
Sedangkan ditempat lain. Pak kades sedang berunding bersama bu rismawati dan anaknya tiwi.   "Akhirnya yang bapak takutkan terjadi juga! Para warga menolak keras niat baik kita!" Sahut pak kades yang gelisah tidak karuan, sambil terduduk dimeja makan. Blalu bu risma watipun berjalan menghampiri sambil membawa cemilan dan secangkir kopi.   "Lalu kita harus bagaimana, apa kita turutin saja kemauan warga, bagaimanapun bapak mengabdi untuk warga!" Sahut bu rismawati sambil lekas duduk.   "Tiwi tidak setuju jika bapak berpihak pada warga! Justru karena bapak seorang pemimpin. Bapak harus bisa membimbing rakyat bapak untuk menjadikan mereka sebagai warga yang cerdas dan berbudi luhur!" Jawab tiwi memberikan saran.   "Wahh, ternyata anak bapak sudah dewasa. Cara berpikir kamu luar biasa!" Sahut pak kades memuji anaknya dengan menatap tiwi dan menjamah pundaknya sambil tersenyum bangga. Tiwipun kembali tersenyum, sedangkan bu rismawati menyampaikan kegelisahannya.   "Tapi bapak tidak kkhawatir, jika alea gagal. Maka bapak akan kehilangan kedudukan dan kepercayaan warga yang susah payah bapak bangun?" Sahut bu rismawati.   "Bapak siap menanggung semua konssekwensinya. Sahut pak kades.   "Tiwi bangga pada bapak!" Sahut tiwi memuji ayahnya. Sedangkan bu rismawati hanya pasrah dengan keputusan suaminya.
Alea, bimbim, iyan dan tiwipun: pergi ke lokasi untuk memulai mengerjakan konstruksi jalan.   Aleapun membuka pembicaraan saat dilokasi konstruksi'   "teman-teman! Sebelum kita turun kebawah, untuk memulai pekerjaan ini' alangkah baiknya kita berdoa terlebih dahulu, terhadap agama dan kepercayaannya masing-masing, agar kita senantiasa diberikan kemudahan dan keselamatan dalam mengerjakan pekerjaan ini!" Pinta alea agar berdoa terlebih dahulu.   "Baiklah kalau begitu kak bimbim saja yang memimpin doa!" Sahut tiwi memberi usul. Bimbimpun bergegas berjalan kedepan ddan membalikan badan kearah alea, tiwi dan iyan.   "Baiklah, kita mulai saja doanya!" Ssahut bimbim memimpin doa. Merekapun menundukan kepala, lalu memulai doa dengan husu.   "Berdoa selesai!" Sahut bimbim menyelesaikan doa.   "Yo! Kita mulai pekerjaan kita, tapi ingat! Kalian harus hati-hati!" Sahut alea dengan ekspresi semangat.   "Ayo kita turun sekarang!" Sahut iyan sambil bergegas turun kebawah; dengan tali pengaman yang telah diikatkan dan helem yang telah dipakainya.   "Hati-hati yan!" Sahut bimbim. Lalu iyanpun mulai turun kebawah, lalu disusul alea, tiwi dan bimbim secara bergantian.
Merekapun sampai dibawah jurang tersebut.   "Baik! Sesuai rencana, hari ini kita akan menggali tanah terlebih dulu. Untuk pondasinya!" Sahut alea memberi komando. Lalu merekapun mengambil cangkul dan mulai menggali.   "Kita gali! Satu orang bertugas menggali satu sudut!" Sahut alea memberi perintah. Merekapun bergegas menggali sudut yang sudah ditentukan.   Mereka bekerja begitu keras. Walaupun keringat membasahi tubuh mereka.   "Ayo teman-teman! Semangat! Sahut alea menyemangati teman-temannya sambil terus menggali.   "Semangat!"" Jawab iyan.   "Kita pasti bisa!" Sahut tiwi dengan terbata-bata yang mulai kelelahan.
Haripun menjelang sore' merekapunn menghentikan pekerjaan mereka.   "Sepertinya hari mulai sore! Sebaiknya kita lanjutkan lagi besok!" Sahur alea meminta mereka untuk menghentikan pekerjaannya. Lalu merekapun berhenti dan beristirahat sejenak untuk minum.   "Ayo kita naik sekarang@" sahut bimbim.   "Ayo!" Jawab iyan. Lalu merekapun bergegas naik ke atas untuk kembali pulang.

Dihari  kedua alea Dan Yang lainnya kembali mengerjakan pekerjaannya' Kali ini mereka merangkai besi-besi untuk tiang jembatan.  Lalu mereka bahu membshu mendirikan tiang jembatan itu'   "iyan tahan tiangnya!  Biar gue satuin tiang kepondasinya!" Pinta alea Yang mengambil kawat beton , lalu mengikatnya.    "Okeh!  Gue pegang ini! " sahut iyan,  sambil menahan tiangnya.    "Udah, belum?  Tanya iyan sambil menoleh kebwah.    "Sedikit lagi! " jawab alea sambil terus mengikatkan kawatnya menggunakan gegep.    "Sudah selesai! " sahut alea,  sambil lekas berdiri sambil memukul- mukul tangannya membersihkan debu ditangannya.   "Bimbim,  tiwi!  Kalian Sudan selesai! " Tanya alea sambil berteriak' karena jarak dark satu tiang me tiang lainnya cukup jauh.    "Belum! " jawab bimbim sambil menoleh kearah iyan Dan alea.    "Kalau kalian gimana? " Tanya bimbim sambil terus mengerjakan pekerjaannya.    "Kuta juga belum selesai! " jawab alea.    "Kalian semangat terus kerjanya!" Sahut bimbim,  menyemangati iyan Dan alea.    "Semangat!  Kita pasti bisa!" Ujar alea dengan semangat.    "Semangat terus teman-teman!" Ujar iyan,  sambil mengusap keringat diwajahnya.    "Semangat!" Ujar tiwi.    Pekerjaanpun terhenti' tiang-tiang jembatan telah berdiri Dan melanjutkan kembali melanjutkan lagi esok hari.

Disaat malam hari tuba,  Reno Dan oak daman mengajak sejumlah warga untuk membuat konspirasi terhadap alea Dan Yang lainnya.    "Bapak-bapak kits tidak mungkin membiarkan anak perempuan itu menyelesaikan pekerjaannya! Kalau tidak' pasti para wanita Dan istri-istri kita Alan semakin besar kepala Dan membangkang terhadap suaminya!" Sahut oak daman mempropokasi warga.    "Benar!  Bagaimanapun caranya, kita harus menggagalkan usaha mereka! Jika tidak' martabat para peria didesa ini akan hancur!" Sahut Reno menambah panas warga.    "Kalau begitu,  kita hancurkan saja pekerjaan mereka!" Sahut salah satu warga dengan emosi Yang meluap-luap.    "Yah! Kita hancurkan saja!" Sahut warga Yang lainnya.    "Ayoh kita berangkat Semarang!" Sahut Reno mengajak until segera berangkat ketempat lokasi.    "Ayoh!" Ujar pan daman.  Merekapun bergegas peegi ketempat lokasi.

Sesampainnya disa ana' pak daman, reno dan warga menghancurkan kerangka pilar yang susah payah dibuat oleh  alea dan yang lainnya.    "Ayoh hancurkan?" ujar reno,  yang membabi buta' mencabut kerangka pilar jembatan.     "Robohkanan semuanya!" sahut pak daman sambil terus meroboh-robohkan tiang-tiang pilar pada jembatan.   "Hancurkan juga yang ini!" "yah hsncurka  hancurkan!" ujar warga satu dam yang lainnya'  sambil terus membabi buta.   Setelah tiang-tiang pilar itu hancur' merekapun bergegas pergi.     "Ayo kita pergi!" ujar pak daman,  mengajak mereka untuk segera meninggalkan tempat itu.    'Yah! Sebelum nanti ada yang melihat kita!" ujar reno sedikit cemas.  "Merekapun bubar meninggalkan tempat itu.

Malampun berlalu.  Alea, bimbim, iyan Dan tiwipun bergegas pergi' untuk mengerjakan pekerjaannya. Namun apa yang terjadi sesampainya mereka disana(?) tiang-tiang yang dengn zusah payab mereka buat' kini hancur berantakan.    "Apa yang terjadi? Kenapa semuanya  hancur seperti ini?" ujar alea yang bertanya-tanya dengan ekspresi sedih, sambil memunguti serpiban-serpihan pilar jembatan yamg berserakan ditanah.    "Pasti ada yang mensabotase kita! Mereka tidak ingin jika  kita menyelesaikan pekerjaan ini!" ujar bimbim' menebak.    "Pasti ini perbuatan warga desa yang terpropokssi!" ujar tiwi yang menuduh pelakunya.    "Jahat banget sih mereka! Padahal ini semua untuk mereka!" jawab alea sambil menangis.  Iyanpun bergegas menghampiri alea, "Alea! Loe jangan nyerah! Karna ini tujuan mereka' agar kita menyerah!" ujar iyan' menguatkan alea,  agar kembali bangkit.    "Kak iyan benar! Kita gak boleh nyerah, kita harus bangkit!" ujar tiwi' mensuport alea.    "Kalian bener! Kita gak boleh nyerah! Kita harus buktikan ke mereka semua' Kalau kita mampu membuat jalan yang membentang inih!" ujar alea yang kembali bangkit dan oktimis, sambil mengelap air matanya.    "Okeh kita tos dulu!" pi ta iyan'sam il msngulurkan tangannya.  Lalu bimbim dan tiwipun menghampiri untuk tos terlebih dahulu.  "Sukses" seruan mereka berempat.

Merekapun kembali mendirikan pilar-pilar yang rubuh' lalu mencornya, agar berdiri dengan kokoh.  Haripun menjelang sore' bimbim, iyan dan tiwipun mulai kelelahan.    "Hari sudah sore' kita lanjutkan sajah besok!" sahut bimbim sambil menghela napas, karena kelelahan,  ia meminta melanjutkan pekerjaannya besok.   "Kalian kalau kelelahan, istirahat saja duluan!  Biar gue yang selesaiin ini!" ujar alea' yang kukuh untuk menyelesaikan pekerjaannya, sambil terus memasukan aduk ke dalam kolom-kolom pilar.     "Tapi seengganya loe istirahat dulu' jangan siksa tubuh loe!" bujuk iyan.    "Iyah! Kita istirahat dulu, nanti kits lanjutkan lagi" bujuk tiwi.  "Kalian duluan ajah! tanggung nyelesaiin inih hampir mau selesai!" jawab alea yang berkeras hati. Lalu bimbim, iyan dan tiwipun rehat sejenak untuk melepas lelah.  Beberapa saat kemudian aleapun menghampiri mereka bertiga yang sedang duduk'   "akhirnya pilar-pilarnya sudah selesai dicor' kita tinggal membuat jembatannya!" ujar alea sambil meminum air, lalu ia lekas duduk.   "Makan inih!" ujar tiwi' sambil memberikan cemilan pada alea.  Lalu alea membuka bungkus makanannya, lalu memakannya.   "Sebaiknya kita tidur ditempat ini' agar perjuangan kita tidak sia-sia!" ujar alea' meberi usul, sambil menyantap makanannya.   "Sepertinya itu bukan hal yang buruk! Kita bisa mwmbut tenda, untuk kita tidur!" jawab tiwi, yang menyetujui usul dari alea.   "Kalau itu yang terbaik' kenapa engga!" ujar bimbim' mensetujui, dengan  gestur duduk bersila dengan gerakan tangan kanannya dan tangan kirinya menekuk paha.   "Kalau gue sih setuju ajah,  gimana baiknya!" sahut iyan' yang setuju.    "Baiklah! Ayoh kita buat tendanya sekarang! Sebelum hari keburu malam!" ujar alea' sambil lekas berdiri. Lalu bimbimpun lekas berdiri, dengan sisa tdnaganya.    "Ayoh!" ujar tiwi' yang lekas berdiri dengan raza lelahnyah, lalu iyanpun segera berdiri dan merekapun bergegas menyiapkan perlengkapannya. Bimbim dan iyan mengambil kayu untuk tiangnya, lalu alea dan tiwi mengambil terpal untuk penutupnya.  Lalu bimbim dan iyan menancapkan tiang-tuangnya, sementara alea dan  tiwi memasangkan tali terlebih dahulu, pada terpalnya. Setelah tiang-tiangnya terpasang' alea dan tiwipun membentangkan terpalnya.    "Kalian ambil ujungnnya, lalu ikatkan ke tiang-tiangnya!" pinta bimbim' lalu merekapun mengambil keempat ujung terpalnya, lalu memasangkannya ketianya' hingga tiang-tiangnya tertutup, lalu mengikatnya agar kuat.   "Akhirnya selesai juga tendanya!" ujar bimbim.    "Yee! Kita bisa beristirahat sekarang!" ujar tiwi yang tersemeringah.    "Kalau begitu kalian beristirahatlah! kalian pasti sangat lelah, karena bekerja seharian!" ujar alea' pada teman-temannya.   "Ayo kita masuk!" ajak iyan' untuk masuk kedalam tenda.    "Ayoh!" ujR tiwi. Merekapuun bergegas masuk kedalam tenda.    "Akhirnya' kita bisa istirahat juga!" ujar iyan sambil membaringkan tubuhnya.    "Alea! Ayo!" ujar tiwi' mengajak alea.   "Kalian istirahat duluan' nanti gue nyusul!" ujar alea yang masih duduk    "ya sudah kalau kamu kamu belum ngantuk' aku tidur duluan!" ujar tiwi' lalu iapun lekas tidur.

Aleapun masih duduk terdiam' ia  gelisah, karena ia hanya punya waktu 2 hari lagi untuk menyelesaikan pekerjaannya' sedangkan jembatan yang ia buat,  hanya baru pilarnya sajah. Lalu  aleapun lekas berdiri' ia tak menghiraukan rasa letihnya, lalu ia lekas berjalan keluar dan kembali mengerjakan pekerjaannya' meski dimalam hari. Alea mulai menggergaji kayu -kayu untuk dijadikan tiang-tiang penyangga jembatan atau blandar.   "Srek, gesrekgesrekgesrek" alea menggergaji satu persatu kayu-kayunya. Lalu ia menyusunnya, lalu memakunya agar tiang-tiang penyangga dapat menahan bobot coran jembatan dengan kuat.    "Dug dug dug" alea memaku satu per satu tiang-tiangnya.

Waktupun terus berjalan' alea tak kenal lelah' ia teru bekerja tanpa henti.

Malampun berlalu.  Alea terus mengerjakan pekerjaannyah' tiwipun sudah bangun, namun ia terkejut melihat alea yang tidak ada didalam tenda'.  "Dimana, dia?" ujar tiwi' yang menoleh kekiri dan kekanan' dan iapun tidak melihat alea.    "Hey, bangun!" sahut tiwi' membangunkan bimbim dan jyan.   "Ada apah?" ujar bimbim terbangun, lalu ia duduk' dengan ekspresi masih mengantuk.   "Alea tidak ada!" ujar tiwi' memberitahu bimbim.    "Kemana dia?" ujar bimbim.    "Entahlah! Sejak aku bangun dia sudah tidak ada!" jawab tiwi' sambil menatap wajah bimbim.    "Yan, bangun!" ujar bimbim' membangunkan iyan. Lalu iyanpun terbangun'   "Ini sudah pagi yah!" ujar iyan' yang masih mengantuk. Lalu bimbimpun bergegas pdrgi.    "Ayoh kita lihiat diluar!" sahut bimbim' sambil lekaz. Erxiri, lalu berajalan keluar dengan sedikit terburu-buru' lalu tiwipun ikut keluar.

Sesampainya di luar tenda'   "ya, ampun alea! Dia masih terus bekerja!" Ujar tiwi kepada bimbim' dengan terheran-heran, sambil melibst ke arah alea' Yang terus mengerjakan pekerjaannya.    "Anak itu, pazti tidK tidu' dia terus mengerjakan jembatannya!" Ujar bimbim' kaget, Dan terheran-heran. Lalu iyanpun menghampiri bimbim Dan tiwi'   "alea! Dia Yang menyelesaikan semuanya?" Ujar iyan' kaget, Dan terperanga ' melihat tiang-tiang penyangga jembatan sudah terpasang.   "Iyah! Dia juga  semalaman tidak tidur' hanya untuk mengerjakan ini!" Ujar tiwi' sambil terus melihat kearah tiwi.   "Hidupnya seperti robot' bisa nonstop seperti itu!" Ujar bimbim' terheran-heran.   "Ayoh kita kesana!" Ujar iyan, mengajak bimbim dan Tiwi' untuk menghampiri alea. Lalu iyan, bimbim Dan tiwipu  berlari menghampiri alea.

Sesampainyanya Dini dekat jembatan  yang sedang dibangun.   "Alea! Semalaman suntuk, loe ngerjain ini?* ujar iyan' bertanya pada alea.   " waktu kita mepet banget' kita harus membuat tiang-tiang penyangga dan menganyam besi-besi untuk lantai jembatannyah! Jadi besok, kita bisa mengecornya' kita hanya punya waktu hari ini dan besok, untuk menyelesaikan pekerjaan ini!" Ujar alea' memberikan no. Komando, denva.  ekspresi was-was.    "Tapi loe gak cape? loe semalaman gak tidur' hanya untuk ngerjain ini!" Toh semuanya berjalan dengan lancar' wargapun akan nerima ini' may jembatannya selesai hari ini ataupun sebulan lagi! Jadi untuk apa loe menghiraukan itu semua, dengan nyiksa diri loe sendiri?" Ujar iyan' dengan sinis.    "Ini bukan soal kita bisa menyslesaikan in I dengan tepat waktu, atau tidak' tapi ini tentang komitmen Yang udah gue sanggupi!" Jawab alea menekankan' menyangkal pernyataan iyan.   "Sudah, sudah! Kalian jangan berdebat lagi' kita masih punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini! Jadi jangan bus g waktu lagi' gow, gow gow! ayo kita kerjakan sekarang" ujar bimbim menyemangati teman-temannya' dengan semangat.   "Ayoh!" Ujar tiwi' berlari untuk mengerjakan pekerjaannya, dengan semangat' diikuti alea, iyan Dan bimbim, berlarian dengan semangat' untuk kembali mengerjakan pekerjaannya. Bimbim Dan alea bertugas menyelesaikan tiang-tiang penya ngga jembatan' sedangkan iyan Dan tiwi memotong besi-besi untuk krangka jembatannya.    "Kamu ukur besinya! Biar gue Yang memotongnya!" Ujar iyan' menyuruh tiwi.   "Baik! Aku Alan menguku besinya!" Ujar tiwi' lalu ia segera bergegas mengukur besi-besinya Dan menandainyah. Lalu iyanpun memotong batang-batang besi menggunakan gunting besi,    "treng" iyan menggunting atang besi, satu per satu.   "Biar aku Yang mengakut besi-besi ini!" Ujar tiwi'.  "Baiklah! Bawanya sedikit-sedikit saja' besi-besi ini panjang dan berat!" Ujar iyan' sambil mengingatkan tiwi.   "Gapapah' aku bisa!" Ujar tiwi' lalu ia mengambil batang-batang besi yang telah dipotong, lalu menggusurnya ke tepi jembatan Yang sedang di but.  Karena letak besi-besi itu berada di atas' disebrang jembatan ysng sedang di bangun.

Ditempat terpisah' alea dan bimbim sedang sibuk memasangkan teriplek untuk tatakan corannya.   "Hati-hati! Jangan lengah!" Sahut alea pada bimbim Yang sedang diatas' sambil melihat keatas. Ia memperhatikan bimbim yang sedang sibuk memasangkan tripleknya.   "Loe jangan kawatir! Gue akan hati-hati!" Sahut bimbim diatas. Namun saat bimbim sedang memasangkan tripleknya' ia menginjak kayu untuk pijakannya' namun kayu yang ia injak patah, dan bimbimpun jatuh kebawah.    "Aaa!" teriak bimbim Yang terjatuh kebawah.   "Bimbim!" Teriak alea Yang panik' lalu ia berlari menghampiri bimbim.    "Bimbim! Lie gapapa?" Tanya alea pads bimbim'  Yang terkapar do bawah. Lalu karena panik' alea berteriak minta tolong'   "tolong...,! Tolong...,!" Teriak alea. Tiwi Yang sedang menggusur batang-batang besipun medengar teriakan alea'    "alea!" Ujar tiwi' lalu ia berhenti sejenak' lalu tiwipun kembali mendengar  teriakan alea,    "tolong...,!" Teriak an alea. Tiwi Yang panik, mendengar teriakan alea' lalu tiwipun sontak saja melepaskan genggaman batang besinya, lalu ia langsung bergegas untuk menghampiri alea.   "Alea! Ada apah?" teriak tiwi dari atas' yang panik dan cemas.   "Tiwi tolong  gue' bimbim kecelakaan, dia jatuh dari atas!" sahut alea, dari bawah.   "Kamu tunggu disana! Biar aku panggil kak iyan!" ujar tiwi' dengan ekspresi panik.    "Buruan!" ujar alea dari bawah' dengan ekspresi cemas, dengan keadaan bimbim.    "Baik' kamu tunggu disana!" sahut tiwi' lalu ia segera bergegas  menghampiri iyan.   'Kak iyan! Kak bimbim kecelakaan' dia terjatuh dari atas!" ujar tiwi, yang tergesa-gesa memberitahu iyan.    "Ayoh kita kesanah!" ujar iyan, yang panik medengar ' kalau bibim kecelakaan' lalu iyan dan tiwipun segera bergegas menghampiri alea'dengan tergesa-gesa.

Iyan dan tiwipun segera turun kebawah, dengan tergesa-gesa'.  "Alea! Bimbim kenapa?" tanya iyan' sesampainya ia dibawah.    "Iyan!  Bimbim jatuh dari atas' saat ia sedang memasang triplek, diatas!" ujar alea' yang menjelaskan kejadiannya' dengan ekspresi merengek.    "Bimbim! Bimbim!" ujar iyan' sambil menggoyah-goyahkan wajahnya. Lalu iyan menempelkan kupingnyah ke dada bimbim, untuk mendengarkan detak jantungnya.   "Bimbim, bangun!" ujar alea' yang terus memanggil-manggil bimbim yang belum sadarkan diri.   "Yam, ayo lakuin sesuatu!" pinta alea' dengan nada bicara tinggi dan menekan.    "Bimbim, loe gaboleh mati!" ujar iyan' lalu iapun lekas mencoba menekan-nekan dada bimbim' untuk memacu jantungnya.    'Uhh! Uhh!  Ayo bangun!" ujar iyan' sambil terus menekan-nekan dada bimbim, dengan kedua tangannya. Iyanpun berhenti menekan-nekan dada bimbim,   "ini tidak berhasil! Dia telah pergi!" ujar iyan' yang pasrah dan menganggap, jika bimbim telah meninggal.   "Gamungkin! Bimbim gamungkin pergi secepat ini!" ujar alea' sambil menangis, seolah tidak percaya' jika bimbim telah tiada. Lalu tiwipun berusaha mencoba sekali lagi untuk memacu jantung bimbim, dengan cara menekan-nekan dada bimbim.    "Uhh! Kak bimbim bangun! Uhh!" ujar tiwi' sambil terus menekan-nekan dada bimbim' namu tetap saja tidak bereaksi. Namun tiwipun tak menyerah' saat hentakan yang ketiga,    "uhh!"   "oho, oho!" suara batuk bimbim yang tersadar, saat tiwi memberi hentaka pada dada bimbim yang ketiga kalinya.    "Bimbim, poe masih hidup?" ujar alea' sambil tersemeringah, melihat bimbim kembali sadar.    "Oho, oho!" bimbim yang kembali batuk.    "Cepat, ambil air!" ujar iyan, yang menyuruh mengambil air. Lalu tiwipun lekas bergegas mengambil air minum.    "Inih!" ujar tiwi' lalu ia meminumkannyah ke mulut bimbim.    "Laklaklsk" bimbim meminum airnya.    "Kamu ga apa-apah?" tanya tiwi.    "Aku ga kenapa-napah!" jawab bim
bim merasa baikan.   "Loe beneran ga apa-apag? Atau mungkin kepala, atau kaki loe ada yang luka?" ujar alea, yang masih cemas.   "Engga! Gue ga kenapa-napah, gue cuma masih syok ajah! Tapi beneran ko gue ga kenapa-napah' kalian ga usah khawatir!" ujar bimbim' kembali menegaskan, jika dirinya tidak kenapa-napa.    "Kalau gituh, mending loe istirahat ajah ditenda! Biar kita yang nyelesaiyin pekerjaannyah!" ujar iyan' lalu meminta bimbim untuk beristirahat di tenda.   "Iyah! Kamu istirahat ajah! Kamu pasti syok banget karna kejadian tadi!" ujar tiwi memberikan perhatiannya kepada bimbim.    "Mereka bener! Mending loe istirahat ajah didalam!" ujar alea' menyuruh bimbim beristirahat. Namun bimbim menolak'  "kalian tenang ajah! Gue ga apa-apah, gue masih sanggup ko' buat ngelanjutin pekerjaan ini!" jawab bimbim' meyakinkan mereka, jika dirinyah tidak kenapa-napah.   "Loe yakin' mau ngelanjutin lagi?" ujar alea' mempertanyakan keputusan bimbim.    "Yah, gue yakin! Kalau gitu jangan buang waktu lagi' ayoh kita kerja lagi!" ujar bimbim' dengan semangat juang yang tingi, lalu ia kembali lekas berdiri.   "Yoo...,!" ujar bimbim' mengajak mereka bertiga untuk kembali bekerja.

Merekapun kembali melanjutkan pekerjaan yang terhenti sesaat. Kali ini alea yang naik keatas' untuk memasang triplek-triplek untuk tatakan coranny, sedangkan bimbim yang menyodor-nyodorkan triplek dan keperluan lainnya dari bawah. Iyan kembali memotong batang-batang besi' sedangkan tiwi kembali mengakut besi-besinyah.

Haripun mulai senja' alea dan bimbimpun hampir menyelesaikan pekerjaannyah.    "ayoh, cepat! waktu terus berjalan' kita harus menyelesaikannyah sekarang!"   ujar alea' membakar semangat, sambil memaku triplek-tripleknyah dengan tergesa-gesa' karena berpacu dengan waktu.   "Dugdugdug" alea, terus memaku.   "Berikan gue pakunyah!" ujar bimbim' meminta paku.    "Ambil inih!" ujar alea, menyodorkan pakunyah.    "Okeh!" ujar bimbim' mengambil pakunyah, lalu bimbim memakunyah.    "Akhirnyah' selesai juga!" ujar alea, sambil lekas berdiri, lalu menggosok-gosokan kedua tangannyah kea atas dan kebawah,  alu berkata "ayoh, kita pasangkan besi-besinyah sekarang! Kita gapunya waktu lagih!" ujar alea, dengan tergesa-gesa.   "Ayoh!" ujar bimbim' sambil lekas bdrdiri' lalu ia berteriak memanggil iyan, yang sedang mengakut besi-besinyah.    "Yan!  Panggil bimbim.    "Ada apah?" ujar iyan' bertanya.    "Kita pasangkan besi-besinyah sekarang!" sahut bimbim'  memberitahukan iyan.     "Okeh!  Gue kesana sekarang, bareng tiwi!" sahut iyan. Lalu iyan menghampiri alea dan bimbim bersama dengan tiwi.   "Jadi gini' iyan, tiwi! Kita akan melanjutkan pekerjaa n I ih' untuk memasang besi-besinyah! gue berharap, besok pagi'ini semua bisa selesai!" Ujar alea' saat uyan Dan tiwi datang menghampiri.    "Loe gak usah khawatir! Besok pagi besi-besinyah sudah terpasang' dengan tekat Yang kuat, kita pasti bisa mewujudkan impian kits. Didunia inih tidal Ada Yang tida mugkin!" Ujar bimbim' menyemangati alea, dengan oktimis.    "Yah ,semoga sajah, usaha kita inih' gak sia-sia!" Ujar alea, dengan penuh harap.    "Amin!" Ujar tiwi' meng aminkan.    "Yaudah' ayo kita kerjakan sekarang!" Ujar alea' dengan semangatnyah, mengajak bimbim, iyan Dan tiwi' agar segera memasang besi-besinya.  Sontak saja iyan menolak'    "Tungu-tungu! Apa kalian yakin akan lanjuut lagi sekarang' setidaknya kita istirahat dulu!" ujar iyan, dengan sedikit mengeluh' karena ia telah menporsir tenaganya, sejak pagi tadi.    "Yah...,  payah loe yan!" ujar bimbim, yang meledek iyan'   "terserah, deh yah, loe mau sebut gue payah, atau apapun ituh! Pokonya gue sekarang kepengen istirahat dulu!" ujar iyan, dengan nada bicara tinggi dan menekan.    "Okeh! Begini sajah' kita sekarang istirahat dulu sebentar' nanti kita lanjut lagih!" ujar alea, menyetujui permintaan iyan, lalu merekapun beristirahat sejenak. Aleapun lekas duduk di teppian jembatan, lalu iyanpun datang menghampiri alea, lalu ia lekas duduk disamping alea dengan membawa 2 botol air mineral.    "Ini minum dulu!" Ujar iyan, sambil memberikan 1 botol minum pada alea'   "Tanks, iyan!" Ujar alea, mengucapkan terimakasih pada iyan, sambil membuka tutup botol minum Yang diberikan iyan, lalu ia meminumnya.   "Sama-sama!" Jawab iyan' lalu ia membuka tutup botol Yang ada ditangannya,  lalu ia meminumnya.    "Ternyata pekerjaan ini melelahkan juga!" Ujar alea, yang sedikit mengeluh.   "Yah, busa dibilang seperti itu sih! Tapi, mau dikata apa lagi' ini sudah menjadi tugas kita' mau, gak mau kita harus mengerjakannya!" Jawab iyan.    "Maapin gue, yah! Gara-gara gue, kalian jadi sengsara' seharusnya gue gak bersikap arogan. " ujar alea, Yang merasa menyesal, karena telah melibatkan tenan-temannya' dalam masalah ini.    "Yang loe lakuin, itu udah bener' Dan ini bukan sebuah kesalahan! Tapi ini adalah, sebuah resolusi, untuk kebaikan kita semua!" ujar iyan, memberirikan pendapat.   "Jujur aja, sebenarnya gue rain ini tepat waktu!" sahut alea, fesimis, dan meragukan dirinya sendiri.   "Loe jangan takut, lea! Kita semua ada dibelakang loe' jangan pernah meragukan diri kita sendiri' sebenarnya kita bisa melampauwi diri kita sendiri,  dengan cara: melepaskan semua keraguan pada diri kita!" ujar iyan, memotivasi alea. Alea yang termotivasi oleh kata-kata iyan'   *eloe bener! Kita gak boleh ragu' kita pasti bisa!" ujar alea, yang kembali terpacu semangatnya, lalu ia lekas berdiri,    "Ayo kita kerjakan lagih, pekerjaan kita!" ujar alea, dengan semangat. Lalu iyanpu lekas berdiri'   "ayo!" sahut iyan. Lalu merekapun berjalan menghampiri bimbim dan tiwi.

Ditempat yang sama, bimbim dan tiwi yang sedang berjalan, di proyek jembatan yang saat ini sedang dibangun,  Mereka berdua, jalan-jalan sambil mengobrol' bila dilihat dari gestur tubuh mereka' mereka berdua semakin dekat saja.   "Pekerjaan ini sangat melelahkan, kita bukan seperti sedang membuat jembatan' tapi kita seperti, sedang suting sinetron kejar tayang! Semuanya, penuh dengan tekanan!" ujar bimbim pada tiwi, dengan ekspresi tertawa kecil.    "Ya, begitulah! Tapi ini tidak begitu buruk' malah ini menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk kita' karena dengan ini mengajarkan  kita, tentang arti sebuah komitmen, kerja keras, dan betapa berharganya sebuah waktu, yang sering kali kita pergunakan untuk hal yang tidak berguna sama sekali!" jawab tiwi, dengan sedikit menasehati.    "Yah, semoga, semua berjalan dengan lancar' agar semua usaha, dan kerja keras kita, tidak sia-sia!" ujar bimbim, dengaan penuh harap,   " kamu gak usah khawatir! Pasti semuanya berjalan dengan lancar!" ujar tiwi, memotivasi bimbim.   "Yah, semoga saja begituh!" ujar bibim, yang berharap doanya menjadi kenyataan. Bimbim dan tiwipun menghentikan langkah kakinya, lalu mereka melihat kearah pemukiman  warga yang terlihat jelas, kelip lampu di rumah-rumah warga, dari atas jembatan'    "lihat itu! Kita bisa melihat rumah-rumah warga dengan jelas dari sinih!" sahut tiwi, sambil tangan kanannya menunjuk kearah pemukiman warga.   "Yah, kelak jembatan ini akan banyak disinggahi para warga, entah untuk sekedar lewat, ataupun nongkrong disini, untuk melihat pemandangan disekitar sini!" ujar bimbim, dan tak selang lama alea dan iyan datang menghampiri bimbim dan tiwi yang sedang asyik ngobrol.   "Guys! Panggil alea, memotong pembicaraan bimbim dan tiwi. Lalu bimbim dan tiwipun  menoleh kearah alea,   "sebaiknya kita ngelanjutin lagih pekerjaan kita! Karna malam semakin larut!" sahut alea, meminta mereka agar segera kembali mengerjakan pekerjaannya.   "Yasudah kalauu begituh, ayo kita lanjutin lagih!" ujar tiwi, yang sudah siap untuk kembali bekerja.   "Gini ajah, dari tadi kan iyan dan tiwi yang mengakut besi-besi' pasti kalian lelah! Sekarang giliran, biar gune yang nyodorin besi-besinya kesinih, dan kalian disinih yang memasangkan besi-besinya!" ujar bimbim, memberikan usul.   "Okeh, gue setuju sama idenya bimbim! Kalau gitu, ayo kita mulai sekarang!" ujar iyan.   "Yoo!" sahut bimbim, sambil bergegas pergi, untuk mengakut besi-besinya.   "Ayo, semangat!" ujar alea, menyemangati bimbim,

Bimbimpu. Mengakut besi-besinya, lalu memberikannya kepada iyan dan tiwi.   "Inih!" ujar bimbim, menyodorkan besinya, lalu iyan dan tiwi mengambil besi-besinya dan  mulai memasangnya.   "Tiwi, ikat besi-besinya dengan jarak 1 jengkal tangan!" sahut alea, memberikan arahan kepada tiwi.   "Baik!" jawab tiwi, sambil terus mengikat besi-besinya dengan fokus.    "ikat yang kuat, jangan sampai ada yang terlewat!" sahut alea, yang memperingatkan, agar tidak ada besi yang terlewat diikat, dan iapun ikut memasang dan mengikat besinya.

Mereka terus bekerja tanpa lelah, hanya demi  untuk terwujudnya satu tujuan.   Waktupun Memjelang subuh' besi-besi sudah terpasang, meski belum seleai sepenuhnya,   "Guys, waktu sudah menjelang subuh! Apa kalian mau istirahat dulu, mungkinin kalian ada yang mau bersembahyang terlebih dahulu, agar kita diberikan kemudahan untuk menyelesaikan Pekerjaan ini!" ujar alea.   "Knapa kita gak sholat berjamaah ajah! Disinih muslim semuakan?" sabut bimbim, yang mengajak untuk sholat berjamaah.   "Apa disinih ada yang non muslim?" ujar iyan, yang bertanya.    "Kita uslim, kok' jadi kita bisa sholat berjamaah!" ujar alea, yang menjawab, mewaki mereka .   "yasudah, kalau begituh' ayo kita sholat berjamaah!" ujar iyan, yang menggiring mereka bertiga, untuk segera bergegas. Merekapun sholat subuh dengan husu, yang di imammi oleh bimbim.
 Setelah mereka selesai sholat, lalu mereka memanjatkan doa terlebih dahulu.    "Ya tuhan, berikanlah kami kemudahan, untuk menyelesaikan amanat yang kau berikan kepada kami. Berikanlah kami kekuatan, dengan segenap daya dan upaya, agar kami tidak mengecewakan mereka yang berharap banyak dari kamu, amin!" ujar bibim yang memimpin doa, lalu mengusap wajahnya, sesaat setelah selesau memanjatkan doa. Alea, iyan dan tiwipun mengaminkan secara bergantian, sambil mengusap wajahnya.

Setelah mereka selesau sholat, merekapun lekas kembali bekerja. Aleapun mengambil peralatan kerjanya, "ambilkan punya gue!" p8nta iyan, pada alea.   "Inih!" ujar alea, sambil memberikan peralalatn kerja milik iyan. Sedangkan bimbim dan tiwi  mengambilnya sediri.   "Ayoh, kita harus semangat! Setelsh ini selesai kita bisa langsung masuk ketahapan akhie, kita ga boleh nyerah!" ujar bimbim, menyemangati teman -temannya. Lalu merekapun kembali bekerja, walaupun rasa kantuk dan lelah melanda, karena mereka tidak tidur sama seksli, namun mereka tetap memacu tubuh mereka, untuk tetap bekerja.

Pagipun menjelsng, matahari mulai bersinar' mereka berempat masih tetap terpokus menyelesaikan besi-bssi yang belum di ikat sepenuhnya, dan mereka baru bisa menyelesaikan pekerjaannya saat menjelang siang.   "Alea, besi-besinya sudah terpasang semua!" ujar tiwi, yang memberitahukan alea, jika semuanya sudah terpasang. Lalu aleapun lskas berdiri,   "apa semuanya sudah terpasang?" tanya alea.   "Yah, semuanya sudah selesai! Lalu apa lagih yang harus kita kerjakan selanjutnya?" ujar tiwi, sambil balik bertanya   "baiklah, kalian istirahatlah dulu' gue akan meracik material  bahan untuk  mengecor!" ujar alea, menyuruh tiwi, bimbim dan iyan untuk beristirahat dulu. Lalu alea bergegas untuk meracik bahan-bahan-bahan untuk mengecor. Aleapun memasukan semen, pasir, batu koral, air dan bahan lainnya menjadi satu kedalam mesin pengaduk, lalu alea menyalakan mesinya. Sementara tiwi, bimbim dan iyan yang sedang beristirahat, sambil memperhatikan alea yang sedang sibuk mengolah bahan-bahan untuk mengecor.

Iyanpun terduduk, lalu ia mendangah melihat langit yang mendung, dengan munculnya awan hitam' lalu munculah rasa cemas dalam diri iyan.   "Lihatlah! Langit mulai mendung!" ujar iyan pada bimbim dan tiwi. Bimbim dan tiwi yang sedang berdiri sembari memperhatikan alea' lalu mereka mendangah ke atas, melihat langit yang mulai medung, dengan awan pekat.   "Tuhan, jangan sampai turun hujan! Kalau tidak, semuanya akan sia-sia saja!" ujar tiwi, yang berharap tidak turun hujan' dengan ekspreesi harap-harap cemas.   "Yah, semoga ajah tuhan mengabulkan permohonan kita inih!" ujar bimbim, dengan penuh harap.    Namun sungguh disayangkan' apa yang terjadi beberapa saat kemudian' hujanpun turun,   "bagai mana inih?" ujar tiwi, yang mulai gelisah. Iyan yang sedang dudukpun segera lekas berdiri,    "ayo kita berteduh!" ujar iyan, dengan tergesa-gesa mengajak bimbim dan tiwi untuk segera berteduh.   Merekapun berlari terpontang panting ke arah tenda, karena hujan mulai membesar.

Bimbim, tiwi dan iyanpun segera bergegas ketenda dengan tergesa-gesa, untuk berteduh. Mereka bertiga berteduh di depan tenda, sembari meratapi hujan yang membesar.   Tak selang lama alea datang menghampiri, dengan baju basah kuyup'   "alea, loe hujan-hujanan?" tanya iyan pada alea.   "Hujanya deras, gue ga sempet berteduh!" jawawab alea, dengan keadaan basah kuyup.   "Sebaiknya kamu ganti baju sekarang! Nanti kamu bisa sakit!" ujar tiwi, meminta alea agar segera mengganti bajunya.   "Kalau gitu gue ganti baju dulu!" ujar alea, lalu ia lekas masuk kedalam tanda, untuk mengganti baju.   Sementara itu bimbim, tiwi dan iyan masih berada diluar, sembari melihat hujan yang semakin deras.   "Hujannyah bukannya berhenti, mslah bertambah deras!" keluh tiwi.   "Mau gimana lagih' kita gabisa melawan alam!" jawab bimbim, dengan ekspresi pasrah. Alea yang sudah selesai mengganti baju' lalu ia bergegas keluar,   "hujannya, belum reda juga?" tanya alea.   "Ya, loe liat ajah! Bukannya reda, malah bertambah deras!" jawab iyan, dengan keluhannya. Lalu alea terdiam sejenak, sembari melihat hujan yang begitu deras.   "Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya tiwi.   "Entah lah, mungkin kita akan menungu sampai hujannya reda!" sahut iyan.   "Enga! Enga! Kita gabisa hanya diam ajah, semua harus tetap berjalan, sesuai rencana!" jawab alea, menolak usul yang diberikan iyan.   "Terus apa yang mau loe lakuin?" tanya iyan, dengan nada bicara tingi, memacing perdebatan.   "Iyah, gue tau, kalau kita paksakan, semua akan sia-sia sajah! Tapi kita jangan diam sajah, setidanya kita berusaha!" ujar alea, yang mulai  terpancing emosi. Lalu aleapun masuk kedalam tenda, ia mengambil jas hujan, lalu membawanya ke luar.   "Loe gila kali yah, loe mau nyuruh kita make jas itu, lalu kita kembali bekerja? Asal loe tau, semua akan sia-sia' ini bukan karena gue takut sama hujan, tapi coba loe pikir, seandainya kita tetap melanjutkan pekerjaan inih' semua material coran akan tergerus air. Itu hanya akan buang waktu kita sajah!" ujar iyan, yang kembali mencegah niat alea. Namun alea tak menghiraukan perkataan iyan, iapun lekas memakai jasnya,   "ya, kalian bener, mungkin gue sudah gila' tapi seengganya gue berani untuk mencoba, ketimbang diam dan meratapi semua yang terjadi!" ujar alea, menyangkal tudingan iyan, sambil memakai jas hujan, lalu ia tetap nekat pergi, walaupun hujan masih mengguyur.   "Alea!" ujar tiwi, meneriaki alea' namun alea pergi, tak menghiraukan sama sekali ujaran tiwi.

Aleapun pergi dengan pikiran yang kacau' ia menangis, sambil terus berjalan, menuju jembatan. Tiwipun lalu memakai jas hujannya dengan terburu-buru'   "ayo, kejar dia!" ujar tiwi kepada bimbim dan iyan, agar segera menyusul alea, dengan penuh rasa cemas tiwi menghawatirkan alea.   "Ayoh!" ujar bimbim, sambil terburu-buru, lalu mereka lekas pergi menyusul alea.

Aleapun menghentikan langkahnya dijembatan, ia berdiri sambil terus menangis, lalu ia berteriak   "tuhan, kenapa banyak sekali cobaan yang kami dapatkan?" ujar alea yang menangis dengan penuh emusional. Bimbim dan tiwi yang sampai disana, mereka terhenti sejenak, melihat dan mendengar keluh kesah alea dari belakang, lalu tiwipun menghampiri alea dan memeluknya dari belakang.   "Kamu harus kuat!" ujar tiwi, menyemangati alea, sambil menangis, terbawa suasana.   "Kenapa rintangan selalu saja datang?" ujar alea yang kembali menyampaikan keluh kesahnya kepada tiwi, sambil terus menangis dengan penuh haru.   "Kamu jangan kawatir, kita semua ada untuk kamu, dan kita, pasti bisa mewujutkan impian kita!" ujar tiwi yang terus memotivasi alea, agar semangatnya kembali naik. Tiwipun memutar badan alea kearahnya, lalu ia menghapus air mata alea mengunakan tanganya.   "Hapus air mata kamu!" ujar tiwi, sambil mengusap wajah alea, menghapus air matatanya, lalu aleapun menghapus air matanya sendiri dengan tangannya. Lalu bimbimpun menghampiri alea,   "baiklah, jadi sekarang apa yang harus kira kerjakan?* tanyq bimbim dengan santai, meminta arahan dari alea.   " kita perlu melubangi pelapon-pelaponya, agar air turun ke bawah dan tidak menggenangi jembatan!" ujar alea memberi arahan, dengan sedikit ragu, karena semangatnya belum 100℅ kembali.   "Ayo kita kerjakan sekarang!" ujar bimbim, meminta agar segera memulai pekerjaannya.   "Ayoh!" ujar tiwi, sambil lekas untuk kembali bekerja.

Merekapun kembali bekerja. Sementara itu, iyan masih berada di sekitar tenda' namun kali ini entah apa yang ia lakukan(?) ia justru membongkar tendanya, lalu iyan mengambil terpal yang terpasang, lalu iyan bergegas pergi menyusul alea, bimbim dan tiwi, sambil membawa terpalnya.
Sesampainya iyan disana,   "guys!" ujar iyan, memangil alea, bimbim dan iyan.   "Kita perlu inih untuk menutupi jembatan, agar matrtial coran tidak terlalu tergerus air!" ujar iyan, sambil menenteng terpalnya.   "Iyan!" sahut alea, menoleh kearah iyan, dengan sedikit terkejut, lalu iyanpun berjalan menghampiri mereka.   "Ayoh, batu gue buat masang terpalnya!* ujar iyan, sambil berjalan, untuk mulai memasang terpalnya. Bimbimpun hendak untuk membantu iyan, namun alea mencegahnya.   " "biar gue ajah!" pinta alea, lalu ia pergi menghampiri iyan. Bimbimpun kembali melanjutkan pekerjaanya'   "iyan? iyan? Otak loe cerdas juga!" ujar bimbim memuji iyan, dengan terheran-heran.   "Sebelah mana yang belum dilubangi?" tanya bimbim, pada tiwi.   "Sebelah sinih!" jawab tiwi, menunjuk ketempat didepannya. Lalu bimbimpun melubangi bagian yang dipinta tiwi.

Disudut yang berbeda, iyan dan  alea sedang memasangkan terpalnya.   "Tarik inih!" pinta iyan, agar alea menarik 1 sisi sudut terpalnya, agar dapat membentang.   "Okeh!' jawab alea, lalu ia berjalan mundur, sambil menarik terpalnya.   " ikatkan ke tiangnya!" pinta iyan, dengan suara keras, karena hujsn yang Masih mengguyur.   "Iyah, gue akan mengikatnya!" jawab alea, sambil lekas mengikatnya.   "Ikat juga sudut yang lainnya, jangan sampai ada yang terlepas!" sahut iyan, yang kembali mwngingatkan alea, agar mengikatnya dengan teliti.   "Loe yakin, inih akan berhasil?" tanya alea, sambil sibuk mengikat terpalnya.   "Jangan khawatir, walaupun inih hanya menutupi sebagian badan jembatan sajah, tapi inih cukup membatu' setidanya air hujan tidak akan terlalu menggerus material corannya, sehingga kita bisa mengecornya sekarang!" jawab iyan, meyakinkan alea, idenya akan berhasil.   "Baiklah, gue akan mengikatnya dengan kuat!" jawab alea, menutup pembicaraan.

Sementara iyan dan alea sedang memasang penutup jembatan, bimbim dan tiwi sedang terus melubagi pelapon' ditempat lain; bu rismawati yang mencemaskan anaknya, ia sedang berdiri dibalik jendela, sambil melihat hujan, dengan perasaan cemas.   "Pa...,!* pangil bu risma. Pak hardi yang berada didalam, lalu datang menghampiri.   "Iyah! Ibu manggil bapa?" tanya pak hardi. Lalu bu rismawati berbalik kearah pak hardi.   "Pa, ibu khawarir pada anak-anak, hujan tak berhenti juga' apalagi anak kita ikut bersama mereka!"  ujar bu rismawati, yang mengeluhkan ke khawatirannya kepada pak hardi. Pak hardipun berjalan ke arah jendela, lalu menyingkapka tirainya, lalu melihat keluar, setelah itu pak hardi kembali  berbalik ke arah burismawati.   "Hujannya deras sekali, bu!" ujar pak hardi.   "Apa kita susul saja mereka kesanah, yah pa' ibu ga tenang, takut terjadi sesuatu dengan mereka!" jawab bu rismawati, yang kembali menghawatirkan anaknya.   "Yasudah, kita susul mereka kesanah sekarang! Bapa akan ambil dulu payung!" jawab pak hardi, lalu ia bergegas masuk untuk mengambil payung. Sementara itu, bu rismawati kembali menegok ke luar, dari balik jendela. Tak selang lama pak hardi kembali, dengan membawa payung.   "Ayo bu, kita berangkat sekarang!* pinta pak hardi, sambil berjalan keluar. Bu rismawatipun bergegas mengikuti pak hardi. Sesampainya diluar, pak hardi membuka payungnya, lalu menoleh kebelakang.   "Ibu ayo!" ujar pak hardi, meminta agar segera bergegas. Bu rismawati segera menutup pintu, dengan tergesa-gesa, lalu segera bergegas menghampiri pak hardi.   "Ayo pa!" ujar bu rismawat, yang menghampiri pak  hardi, lalu mereka segera bergegas pergi.

Pak hardi dan bu rismawatipun bergegas pergi' sedangkan ditempatlain, iyan dan alea telah selesai mengerjakan pekerjaan  mmereka. Iyanpun berdiri, dengan  menghadap kearah sisi jembatan yang baru mereka selesai kerjakan. Aleapun berjalan menghampiri iyan, lalu alea bediri disamping iyan, dengan memadukan kedua tangannya kedalam saku jas miliknya .   "jembatannya sudah tertut7p' dan kita semakin dekat dengan tujuan k8ta¡" ujar alea, memulai pembicaraan.   "Yah, semoga tidak ada lagi halangan, agar kita bisa lebih cepat, menyelesaikannya!" jawab iyan, dengan nada santai.   "Makasih yah yan, loe masih mau ngebantui  gue, untuk nyelesein ini!" ujar alea yang mengucapkan rasa terimakasihnya pada iyan. Iyanpun merangkul bahu alea'   "alea, inih bukan tentang mimpi loe sajah' tapi inih adalah mimpi sem7a orang,  jadi sudah selayaknya, kita saling bahu-membahu, untuk mewujutkannya’ walaup7n sering kali kita berselisih, berbeda pendapat, tapi ituh bukanlah sebuah alasan, kita terpecah belah!" ujar iyan menjelaskan dengan serius, dengan gerakan wajah, yang sesekali menoleh'menatap wajah alea. Aleapun tertunduk sejenak, meresapi omongan iyan' lalu ia menegakan kembali k3palanya,   "yah, loe bener' kita harus tetap kompak, untuk mewuju5tkan impian kita!" ujar alea, membenarkan perkataan iyan, sekali gus menutup pembicaraan

Pak hardi dan bu rismawati telah sampai di lokasi konstruksi jembatan.   "Tiwi...,! 7ar bu rismawati, memanggil anaknya, dengan nada berteriak, dengan ekspresi rindu lalu bu rismawati menghampiri tiwi, dengan terburu-buru.   " ibu!" sahut tiwi, yang menole kearah 8bunya, dengan eksp4esi terkejut' karna s3cara tiba-t8ba, ibu dan bapaknya datang menghampirinya, t8wip7n lekas b34diri. Lalu burismawatipu brjalan dengan tergesa-gesa,   "ayo, pa!" ujar bu rismawati, memin ta suaminya agar berjalan dengan cepat' dengan 3kspresi wajah gebira,  karena anaknya baik-baik sajah.   "Iyah, tapi jalannya pelan-pelan sajah bu' na ti ki5a bisa 5erpeleset!" uja4 pak hardi, memperingatkan istrinya, agar tidak terlalu tergesa-gesa.   "Bapa gangerti perasaan ibu sih! Kalau ibu sangat menghawatirkan tiwi!" uja4 bu rismawati, yang kolen kepada suaminya' dengan raut wajah k3sal.   "Bapa ngerti ko, perasaan ibu! Inih, kita sudah sampai!" jawab pak hardi, nada membujuk' karna istrinya yang kesal padanya,   "" hati-hati!" ujar pak hardi, karena  kaki istrinya tersangkut kolom-kolom bes8.

Sesampainya disana, bur8smawa5i memeluk tiwi'   "tiwi!" ujar burismawat8, sambil memeluk anaknya, dengan penuh rasa khawatir bu rismawatipu melepaskan kembali pelukanya, lalu ia menjamah wajah tiwi.   Na, kamu baik-baik saja kan' ibu sangat . khawatir!" ujar bu rismawati, yang mengungkapkan kekhawat8ranya.   "Ibu jangan kawatir! Disinih tiwi baik-baik sajah' sekarang ibu lihat sendirikan, tiwi baik-baik sajah!" ujar tiwi, m3yakinkan ibunya, dengan ekspresi gembira' agar ibunya percaya, jika dirinya baik-baik sajah.   "Sekarang ibu lega, melihat kamu baik-baik saja!" ujar bu rismawati, yang merasa lega' karna anaknya baik-baik sajah.  Lalu kemudian, bu rismawati menanyakan kar yang lainya,   "anak-anak, kalian baik-baik sxjah?" tanya bu rismawati pada anak-anak. Bimbimpun lekas bediri, lalu dengan santun ia salim kepada bu rismawati dan pak hardi.   "Bu¡ pa!" ujar bimbim, salim kepada bu rismawati dan pak hard8.   "Kami disinih, ba8k-baik sjah!" ujar bimbim, menja2ab pertanyaan bu rismawati.
Iyan dan aleapun datang menghampiri, lalu me4eka berjaba tangan.   ”na, hujan dari tadi sanga5 deras' tapi kenapa kalian masih dis8nih?”   "iya bu' walaupun hujan, tapi kita tetap harus menyelesaikan ini, bukan!" jawab tiwi, memberialasan.   ”tapi bukannya kalian bisa nunggu sampai hujannya berhenti' tapi, kenapa kalian memutuskan un5uk tetap melanjutkan pekerjaannya?" ujar pak hardi, memberi masukan, sekaligus bertanya alasan mereka tetap bekerja' walau sedang hujan.   "Pa,bu' tap8 apa kita punya waktu lagi, untuk menunggu' sedangkan pekejaan kita masih seperti inih! Yah, mungkin inih sedikit konyol' bekerja, d8 awah 4inai hujan, tapi se5idanya kita berani menco anya!" ujar alea, menjelaskan d3ngan panjang lebar, ia bicara tegas dan s3dik8t menekan.   "Baiklah, kalau sayah akan membantu kalian' untuk .enyelesaikan peke4rjaan!" ujar pak hardi, bersedia membantu untuk menyelesaikan pekerjaan m34eka.   5@08!” saht alea, mencoba menghentikan pak hardi.   "Tiwi, ambilkan jas hujan untuk bapa!" pinta pak hardi kepada tiwi, dengan semangat' ia tak menghiraukan alea, yang mencoba mencegahnya, untuk membant   "kalau gituh ibu juga akan ikut membantu!"u ujar bu rismawati, dengan semangat, bersedia untuk membantu.   " ituh bagus! Semaki  banyak orang yang membantu, akan membuat pekerjaan kita lebih cepat selesai!" jawab pak hardi yang setuju, istrinya ikut membantu.   "Tiwi akan ambilkan jasnya!" ujar tiwi, lalu ia bergegas untuk mengambil jasnya.   "Pa, bu! Seharusnya kalian tidak melakukan inih' ini sudah menjadi kewajiban kami, jadi biarkan kami yang mengerjakannya!" ujar alea, memberi pendapatnya pada pak hardi.   "Benar pa' apalagi  apa seorang kepala desa, pemimpin warga!" ujar bimbim, bicara dengan sedikit ragu.

Tiwipjn kembali, dengan membawa jas hujan untuk bapa dan ibunya dan memotong pembicaraan bimbim.   Ini pa,jasnya!" ujar tiwi, sambil memberikan jasnya pada bapaknya. Pak hardipun mengambil jasnya.   "Ini bu, pakai jasnya!" sah7t 0akk hardi, sa.bil memberikan jasnya pada bu rismawati. Burismawatipun mengambil jasnya dari tangan pak hardi.   ’biar tiwi pegang payungnya bu!" ujar tiwi pada ibunya yang sedang memegang payung saat hendak ingin memakai jasnya   bu rismawatipun memberikan payu gnya kepada tiwi, lalu ia segera memakai jasnya.   Pak hardipun kembali menyambung pembicaraan, menjelaskan keraguan dari diri bimbim, iyan dan alea.   "Pekerjaan seorang kepala daerah, kepala negara atau pejabat publik lainya, tidak lain adalah seorang pelayan, dan bosnya tidak lain adalah warga dan rakyat itu sendiri. Jadi saya, saya akan berusaha sebaik mungkin untuk melayani mereka!" ujar pak hardi sambil sibuk memakai jasnya.   "Saya kagum dengan dengan gaya kepemimpinan bapak!" ujar alea memuji dan mengungkapkan rasa kagumnya terhadap pak hardi.   "Baiklah kalau begituh' ayo kita kerjakan  kerjakan sekarang!" pinta pak hardi, agar segera memulai pekerjaannya, selepas ia telah selesai memakai jasnya.
Bu rismawatipun telah selesai memakai jas hujan, lalu tiwipun menutup payung yang ia pegang.   "Ayoh pa!" ajak bu rismawati kepada pak hard8.   "Yah! Ayoh anak-anak, kita mulai pekerjaannya sekarang!" ujar pak hardi kembali mengajak mereka untuk segera memulai pekerjaannya.   "Auyoh!" ujar alea. Bimbim, iyan dan tiwipun lekas berjalan'   "semangat guys! Ujar bimbim memompa semangat teman-temannya sambil lekas berjalan.   " yah, ayoh semangat! Gow! Gow!" ujar pak hardi yang memacu semangat mereka dengan penuh emosi.

Semangat semangat bimbim, iyan, alea dan tiwipun kembali terpacu.   "Semangat!" seruan yang diucapkan alea sambil mengacungkan tangan kanan kanannya keatas dengan penuh semangat.   "Smangat!" ujar tiwi kembali merespon seruan yang diucapkan alea.   "Ayoh!" ujar pak hardi yang jalan paling depan, lslu diikuti tiwi, alea, burismawati, bimbim dan iyan.

Merekapun mulai mengerjakan pekerjaannya dengan saling bahu-membahu mereka mengerjakan tugas mereka masing-masing' burismawati yang bertugas mengisi material coran, lalu pak hardi, tiwi, bimbim dan iyan yang memikulnya' sedangkan alea bertugas menuangkan corannya kejembatan.
Hujanpun masih terus mengguyu' namun itu tidak menyurutkan semangat alea dan yang lainnya untuk terus bekerja.   Bimbimpun memberikan ember berisi maduk coran yang pertama pada alea, lalu alea mengambilnya dari tangan bimbim dan menumpahkannya ke badan jembatan, lalu pakhk hardi yang tak selang lama data,  untuk saling bergantian memberikan adukan coran pada alea.

Wakt7pun ter7s erjalan, namun semuanya tak sia-sia' pekerjaan yang susah payah mereka kerjakan sudah mulai terlihat hasilnya. Jembatan sudah tercor sebagian.   "Ayo guy, semangat!" ujar alea yang meminta teman-temanya agar terus semangat.   "Tiwi, kamu masih kuat?" tanya alea pada tiwi yang sedang sibuk mengakut aduk coran.   "Aku masih k7at!" jawab tiwi yang menyembunyikan rasa lelahnya . lalu tiwipun kembali pergi u tuk mengakut aduk corannya. Tak selang lama bimbim dan iyan datang, lalu memberikan ember yang berisi adukan kepada alea' aleapun menumpahkan ember-embernya "wuss" "wuss" ember-ember di tumpahkan, lalu alea kembali memberikan embernya ke bimbim dan iyan.   "Inih!" ujar alea sambil menyodorkan ember kosong kepada bimbim dan iyan.   "Kalian masih kuat unt7k mengakut adukannya?" tanya alea pada bimbim dan 8yan.   "Kita masi.h kuat ko!" jawab bimbim sambil menarik napas.   "Yah kita masih sanggup untuk menyelesaikan pekerjaannya! Ayoh kita lanjut lagi!" jawab iyan yang menegaskan jika ia masih sanggup untuk menyelesaikan pekerjaannya, lalu iyan kembali mengajak bimbim untuk segera bergegas kembali mengakut adukannya.   Bimbim dan iyanpun lalu segera bergegas' tak selang lama pak hardipun kembali dengan membawa embe yang berisi adukan ditangannya, lalu memberikannya pada alea sambil memberi motivasi   "ayo semangat anak-anak taklama lagi jembatannya selesai!" ujar pak hardi.   Aleapun mengambil ember dari tangan pak hardi, lalu menumpahkannya    "wuss" emberpu  di tumpahkan, lalu aleapu  kembali memberikan ember kosongnya pada pak hardi   "inih pak embernya!" ujar alea sambil menyodorkan embernya   "ohh!" jawab psk hardi sambil mengambi embernya dari genggaman tangan alea   ",ayoh kita kita angkut lagi,!" 7jar pak hardi mengajak bimbim dan iyan yang sempat tertahan karna ada pak hardi.   "Mari pak,!", ujar bimbim yang mempersilahkan pak hardi.   " yah, mari!" jawab pak hardi, sambil lekas berjalan yang dibarengan bersama bimbim dan iyan.   "Saya yakin kalian bisa menyelesaikan pekerjaan ini!" ujar pak hardi mbil berjalan, mengungkapkan rasa percayanya terhadap bimbim dan iya.   "Iyah pak, pekerjaan kita sudah mulai kelihatan hasilnya' semua berkat kerja keras kita yang 5ak patah semangat untuk terus berusaha! Jawab bimbim yang plasback perjuangannya dan teman.   " it juga tak luput bantuan dan duku ganbapak sekeluarga!" sahut iyan menyambung pembicaraan, m3nyingguung tentang jasa, pak hardi dan keluarganya.   "Kalian inih!", jawmmmm pak hardi merasa tak enak hati, lekas terus berjalan.

Sesampainya pak hardi,bimbim dan iyan ditempat pengambilan aduk coran' pak hardi meletakkan ember yang dibawanya, lantas bimbim mengambil embernya dan mengisinya kembali.   " anak-anak, kalian tidak lelah, kalian teru bekerja! Sebaiknya kalian istirahat dulu!" bu rismawati yang menghadap kearah bimbim yang sedang mengisi ember-,ember kosong, menyarankan agar beristirahat sejenak.   "Ga usah bu' pekerjaan kita hampir  selesai. Jadi kita jangan buang waktu lagi, agar jembatan bisa lebih cepat selesai!" bimbim yang menolak usulan bu rismawati, sambil memasukan adukan kedalam ember', ssambil sesekali berhenti sesaat lalu berdiri dan menjawab usulan bu rismawati. Setelah berapa saat kemudian alea datang menghampiri,   "alea! Ujar tiwi yang kaget, karena alea tiba-tiba datang.   " kenapa kamu kesi ih?" tanya tiwi pada alea, maksud kedatangannya kemari.   "Aku akan membantu kalian, mengakut material coran, !" alea yang memutuskan untuk ikut membantu, memikul material coran.   "Kalau kamu ikut membantu mengakut material, nanti yang jaga disana siapa?" pak hardi yang menanyakan keputusan alea.   "Beginih, kita akan menuangkan material coran masing-masing agar kita dapat memangkas waktu!" alea dengan gerakan tangannya memberikan solusi dari pertanyaan pak hardi.   "Baiklah, kamu yang mengerti semuanya' kami akan  ikuti cara kerja kamu!" ujar pak hardi yang menyetujui usulan alea.   "Yasudah, ayo kita mulai bekerja!" ajak alea sambil lekas berjalan untuk mengambil ember yang telah selesi diisi oleh bimbim.   "Yoo! Semangat, go, go!" kata-kata yang diserukan pak hardi, sambil menepuk-nepuk telspak tangannya dengan penuh emosi.   "Pak! Ibu juga akan ikut membatu mengakut!" sahut bu rismawati, meminta izin pada suaminya.   "Iyah, ibu boleh ikut" jawab pak hardi mengizinkan istrinya untuk ikut mengangkut.   "Yoo!" ujar pak hardi dengan tega, lalu ia lekas berjalan mengambi embernya dan mulai mengangkatnya.   "I'yah!" ujar pak hardi muai mengangkat ember, lalu ia mulai berjalan.

Semangat alea bimbim, iyan dan tiwi kembali terpacu, alea mulai menjing-jing embernya   "ayoh!" alea yang mengangkat embernya sambil menghela napas, kemudian aleapun lekas berjalan. Tiwi, bu rismawati, bimbim dan iyan mulai mengambil ember-embernya dan merekapun segera mengangangkutnya   "berat!" ujar tiwi sambil mengangangkat embernya.   "Ayoh, jangan menyerah, kamu pasti bisa!" 7jar bu rismawati menyemangati tiwi lalu mulai mengangkat material betonnya dan segera  lekas berjalan. Kini giliran bimbi dsn iyan yang akan mengangkat bagian mereka,   "gue duluan yan!" bimbim yang berpamitan pada iyan sambil lekas berjalan.   "Okeh, gue akan nyusu!" jawab iyan, lalu ia segera mulai mengangkat embernya dan segera pergi menyusul.

Merekapun bahu-membahu dengan sepenuh untuk menyelesaikan jembatan. Hari mulai malam, sedikit demi sedikit jembatan sudah terbeton sekitar 70%, mereka berhenti sejenak untu minun dan menarik napas.   "Jembatannya hampir selesai!" ujar alea dengan melihat kearah jembata yang sudah di eton dengan raut wajah seolah tak tak percaya jika jembatannya sudah hampir selesai.   "Iyah, impian warga untuk memiliki akses jalan kini bisa terwujut!" bu rismawati menyahu5i perkataan alea dengan rasa takjub.   Pak hardi datang menghampiri dengan membawa botol minum.   "Inih, minum dulu!" pak hardi meng asongkan botol minum pada alea.   "Makasih pak!" jawab alea mengucapkan terimakasih sambil mengambil botol minumnya dari tangan pak hardi, lalu alea meminum airnya.   "Inih untuk ibu!" pak hardi kemudian memberikan botol minum pada istrinya.   "Makasih pak, ibu haus sekali!" keluh bu rismawati yang kehausan, lalu ia segera meminumnya. Pakhardipun lalu bertanya pada alea,   "apah yang akan kita lakukan selanjutnya? Apah kita akan melanjutkannya sekarang, atau kita menundanya?" tanya pak hardi mengkoordinasi dengan alea, langkah yang akan diambil selanjutnya. Alea lalu memberi pandangannya,   "baiknya kita menyelesaikannya sekarang, sehingga beton menyatu dengan baik!" jawab alea dengan pengetahuan yang ia miliki.   "Kalau gitu tunggu apalagi' ayo kita lanjutkan sekarang! Ujar bu rismawati yang tengah bersemangat untuk kembali bekerja.   " nampaknya ibu bersemangat sekali!" pujian yang dilontarkan pak hardi pada istrinya dengan eksrezi heran.   "Memang harus begitu kan pak?" tanya bu rismawati.   "Iya, iyah' itu bagus,! Ayo kita beri tahu anak-anak!" sahut pak hardi. Lalu mengajak alea dan istrinya untuk menghampiri bmbim, itan dan tiwi yang tertatih karena kelelahan, yang tidak jauh dari tempat keberadaan pak hardi, alea dan bu rismawati.   "Dimana mereka?" tanya bu rismawati, yang mempertanyakan keberadaan bimbim, iyan dan tiwi.   "Sepertinya mereka sedang terkapar disanah, karna kelelahan!" ujar alea dengan tangan yang menunjuk.   "Ayo kita kesanah!" dengan nada bicara yang sedikit lembut.   Pak hardi,alea dan bu rismawatipun lekas pergi untuk menghampiri bimbim, iyan dan tiwi.

D8sudut lain bimbim, iyan dan tiwi sedang terduduk karena kelelahan.   "Coba liat, betis gua udah segede gaban!" keluh iyan.   "Sabar aja yan, toh perjuangan kita akan ada hasilnya!" ujar bimbim menasehati iyan.   "Iyah, yan. Bukankah tujuan kita sudah didepan mata? Kita hanya perlu usaha sedikitlagih, untuk mendapatkannya!" sahut tiwi menyemangati iyan.   Saat mereka sedang berbincang, pak hardi, alea dan bu rismawati datang , lalu pak hardi pun mengajak untuk lekas kembali bekerja.   ",anak-anak! Ayoh kita lanjutkan pekerjannya!" pinta pak hardi sesampainya disanah. Bimbim dan tiwipun lekas berdiri' dengan ekspresi lemas.   "Ayo!" sahut bimbim sambil lekas berdiri. Iyan yang masih duduk, lalu dipinta bimbim untuk segera bergegas,   "yann!" sahut bimbim dengan nada hentakan sambil menatap iyan.
Tiwi ya g melihat iyan masih terduduk karna kelelahan, lalu ia menyemangatinya   "ayo iyzn, kamu pasti bisa!" dengan nada penuh semangat.   "Iya yan, loe jangan nyerah! Apah yang kita perjuangkan telah didepan mata, kita harus menggapainya sekarang!" ujar alea yang tengah menyemangati iyan.   "Ok, kehh!" sahut iyan sambil mencoba untuk berdiri. Alea yang melihat iyan sedikit kesulitan untuk berdiri karna kelelahan' lalu aleapun menghampiri iyan dan membangunkannya.   "Loe ga knapa-knapa yan!" tanya alea pada iyan dengan penuh perhatian.   "Gue ga apa-apah!" jawab iyan, lalu lekas berjalan.   "Yee iyan bisa!" sahut tiwi dengan tersemeringah sambil bertepuk tangan.   "Ayoh!" ujar bimbim menggiring teman-temannya agar segera lekas berjalan.

Merekapun kembali bekerja demi untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan sisa tenaga dan upaya yang mereka miliki.   "Berjuang terus sampai akhir! Kita gaboleh menyerah" begitulah ujar alea sambil menjatuhkan eber berisi beton, karna tenaga yang tersisa sudah nyaris terkuras habis' namun mereka terus memaksakan diri mereka.   "Lawan terus rasa lelah dan letih yang mengganggu kalian!" ujar pak hardi yang terus memacu semangat anak-anak.   Waktu terus berlalu, jembatan kini telah terbeton sampai ujung, mereka menghentikan aktivitasnya lalu berdiri melihat jembatan yang sudah selesai terbeton semu.   "Jembatannya sudah jadi. Segala usaha dan kerjakeras  kita terbayar lunas!" sahut alea dengan rasa takjub, bangga dan rasa bahagia bercampur aduk jadi satu.  Begitupu yang dirasakan bu rismawati' seolah tidak percaya, jika impian semua warga menjadi kenyataan.   "Pa, impian warga selama ini kinih jadi kenyataan!" dengan penuh haru ia mengungkapkan rasa bahagianya pada pak hardi.   "Ia  bu!" kata yang terucap dari mulut pakhardi yang mampu ia ucapkan.   "Tak sia-sia kita kerjakan siang dan malam. Inilah hasilnya!" sahut bimbim yang mengungkapkan isi hatinya.   Namun disaat yang lain sedang terhanyut dalam suasana bahagia, entah apah yang terjadi pada iyan' jantungnya berdetak dengan cepat, "deg-deg, deg-deg, degeg-deg, deg-deg" detak jantungnya berdebar kencang.   "Inilah janji kartini metropolitan!" ucap iyan dengan napas yang terenga-enga, dan sesaat kemudian iyan tak mampuh lagi berdiri, ia menjatuhkan tubuhnya sekaligus.   "Iyan!" teriak tiwi yang panik melihat iyan terkapsr kebawahm sontak saja suasana yang tadinya begitu membahagiakan berubah jadi mencekam. Bimbim, tiwi, pak hardi dan bu rismawatipun panik mendengar teriakan alea,   "iyan!" sahut bimbim dengan nadabiasa sajah' walaupun panik, namun ia  tidak begitu sigap, karena tubuhnya yang kelelahan   "yan bangun! Loe kenapah!" ujar alea yang pani' ia mengangkat kepala iyan dan meletakannya diatas pahanya,    "yan bangun! Ujar alea dengan tangan kirinya memegang pipi iyan dan tangan kanannya sedikit mengelus-elus kepala iyan.